Rabu, 07 Juli 2021

Menggalakkan Kegiatan Literasi Pada Tahap Pembiasaan Selama Belajar Dari Rumah dengan Menggunakan Perpustakaan Digital Berbasis Sites

Era disrupsi yang terus berkembang saat ini mendorong perubahan tata kelola kehidupan menjadi bentuk digital, salah satunya adalah bidang kearsipan seperti perpustakaan. Tahukah Anda saat ini mulai dari Perpustakaan Nasional RI telah bergerak mengembangkan sistem perpustakaan digital yang lebih lengkap dalam genggaman layar ponsel yang canggih?

Perpustakaan secara digital ini telah dikembangkan di perpustakaan-perpustakaan daerah di seluruh Indonesia. Hal ini juga menjadi acuan bagi pengelola lembaga pendidikan untuk mengembangkan sistem digital pada perpustakaannya guna memudahkan akses peserta didik dalam hal informasi, cara peminjaman dan pemanfaatan perpustakaan selama 24 jam. Bagaimana dengan perpustakaan di sekolah?

Maka melalui tulisan ini penulis mengajak pihak sekolah terutama tim literasi di sekolah agar menggalakkan juga kegiatan literasi terutama selama pandemi ini dengan menggunakan sites sebagai wadah untuk membuat perpustakaan digital. Hal ini akan berdampak terhadap program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sekaligus menyukseskan literasi digital.

Secara umum yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal. Ada banyak model kerangka (framework) untuk literasi digital yang dapat ditemukan di Internet, dengan ragam nama dan bentuk.  Setiap model memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing.

Salah satu upaya penumbuhan budi pekerti dapat dilakukan dengan cara membaca berbagai materi baca yang berisikan nilai-nilai moral dalam konteks kebangsaan dan kenegaraaan Indonesia seperti yang terkandung dalam butir-butir Nawacita: nilai-nilai budi pekerti, kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik sampai pada akhirnya akan tergambarkan profil pelajar Pancasila.

Kegiatan membaca tersebut dapat dilakukan 15 menit setiap hari pada saat pelajaran di kelas dimulai, atau disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Hal ini merupakan salah satu dasar dalam tahap pembiasaan sebelum masuk ke tahap pengembangan dan pembelajaran. Kegiatan membaca ini sebenarnya ada dalam semua komponen literasi.

Tujuan Kegiatan Literasi Pada Tahap Pembiasaan

Kegiatan literasi di tahap pembiasaan, yakni membaca dalam hati. Secara umum, kegiatan membaca ini memiliki tujuan, antara lain:

1.     meningkatkan rasa cinta baca di luar jam pelajaran;

2.     meningkatkan kemampuan memahami bacaan;

3.     meningkatkan rasa percaya diri sebagai pembaca yang baik; dan

4.     menumbuhkembangkan penggunaan berbagai sumber bacaan.

Kegiatan membaca ini didukung oleh penumbuhan iklim literasi sekolah yang baik. Dalam tahap pembiasaan, iklim literasi sekolah diarahkan pada pengadaan dan pengembangan lingkungan fisik, seperti:

1.    buku-buku nonpelajaran (novel, kumpulan cerpen, buku ilmiah populer,majalah, komik, dsb.);

2.     sudut baca kelas untuk tempat koleksi bahan bacaan; dan

3.     poster-poster tentang motivasi pentingnya membaca.

Prinsip Kegiatan Literasi Pada Tahap Pembiasaan

Prinsip-prinsip kegiatan membaca di dalam tahap pembiasaan dipaparkan  berikut ini.

1.     Guru menetapkan waktu 15 menit membaca setiap hari. Sekolah bisa memilih menjadwalkan waktu membaca di awal, tengah, atau akhir pelajaran, bergantung pada jadwal dan kondisi sekolah masing-masing.

Kegiatan membaca dalam waktu pendek, namun sering dan berkala lebih efektif daripada satu waktu yang panjang namun jarang (misalnya 1 jam/minggu pada hari tertentu).

2.     Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku nonpelajaran.

3.     Peserta didik dapat diminta membawa bukunya sendiri dari rumah.

4.     Buku yang dibaca/dibacakan adalah pilihan peserta didik sesuai minat dan  kesenangannya.

5.     Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap ini tidak diikuti oleh tugas-tugas yang bersifat tagihan/penilaian.

6.     Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap ini dapat diikuti oleh diskusi informal tentang buku yang dibaca/dibacakan. Meskipun begitu, tanggapan peserta didik bersifat opsional dan tidak dinilai.

7.     Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap ini berlangsung dalam  suasana yang santai, tenang, dan menyenangkan. Suasana ini dapat dibangun melalui pengaturan tempat duduk, pencahayaan yang cukup terang dan nyaman untuk membaca, poster-poster tentang pentingnya membaca.

8.     Dalam kegiatan membaca dalam hati, guru sebagai pendidik juga ikut membaca buku selama 15 menit.

 

Langkah-langkah Membaca Buku dengan Memanfaatkan Peran Perpustakaan

Mengakses informasi buku-buku dan pengetahuan lainnya kini sudah tidak zamannya lagi harus datang langsung ke lokasi. Perubahan kehidupan manusia yang dimanjakan dengan sistem online membuat para pustakawan maupun pihak lembaga pendidikan berinovasi membangun perpustakaan online yang lebih memudahkan.

Bangsa yang besar akan senantiasa menempatkan buku dengan penuh kemuliaan. Menjadikan bacaan sebagai bagian penting bagi siswa akan membuat mereka tekun bergulat dengan ide dan kata-kata. Tentu saja bila mereka bersikap serius pada literasi ini, maka akan tumbuh genarasi muda yang penuh dengan ide dan argumentasi.

Saat ini sudah muncul berbagai perpustakaan digital yang menawarkan jutaan buku dalam bentuk e-book dan sejenisnya. Keterbatasan kataog buku koleksi perpustakaan sekolah akan teratasi dengan kehadiran berbagai situs perpustakaan daring yang bisa diakses siapapun dan kapanpun.

Para siswa dapat menemukan informasi yang dibutuhkan untuk menjawab tugas ataupun petanyaan dari materi yang belum dimengerti oleh mereka. Keterbatasan buku referensi di perpusatakaan sekolah dapat diatasi dengan cara ini, termasuk mendpaatkan tambahan informasi yang bersifat pengayaan tentang materi-materi pembelajaran sesuai mata pelajaran yang sedang dipelajari.

Perpustakaan Digital SMA Negeri 21 Batam

Sekolah SMA Negeri 21 Batam sesuai dengan visinya mewujudkan sekolah SMART (Santun-Mandiri-Asri-Religius-Terdepan) ataupun sesuai dengan arti harfiah dari kata “Smart” sebagai sekolah “Cerdas” berusaha mewujudkan visi tersebut dalam bentuk salah satunya berupa perpustakaan digital. Perpustakaan digital SMA Negeri 21 Batam dapat diakses melalui websites sekolah dengan alamat http://sman21batam.sch.id/

Pada website sekolah ini banyak terdapat halaman dan perpustakaan digital ini terdapat pada halaman “Pembelajaran” pada menu “Belajar Daring”.

atau bisa juga langsung mengakses tautan berikut:

https://sites.google.com/guru.sma.belajar.id/perpustakaandigitalsman21batam/

Maka akan muncul seperti tampilan berikut:

Halamannya terdiri dari Cover, Beranda, Pengunjung, Koleksi, Layanan, Galeri, dan Kontak.

Halaman Pengunjung

Halaman Koleksi terdiri dari tiga kelompok besar yaitu Buku Teks, Referensi, dan Bacaan Literasi.

Koleksi Buku Teks berisi buku teks pembelajaran setiap mata pelajaran yang ada struktur kurikulum di SMAN 21 Batam.

Koleksi Referensi berisikan buku pengayaan dan buku agama. Buku pengayaan terdiri dari kamus, glosarium, ensiklopedia, buku pendidikan, dan sumber belajar online lainnya. Buku agama terdiri dari buku-buku agama islam dan agama Kristen.

Koleksi Buku Literasi terdiri dari bacaan literasi yang terdiri dari cerita, bacaan, dan seri buku literasi. Cerita juga terdiri dari cerita dongeng, cerita inspirasi, cerita motivasi, cerita rakyat, dan cerita sastra.

Koleksi Buku Literasi terdiri dari bacaan literasi yang terdiri dari cerita, bacaan, dan seri buku literasi. Cerita juga terdiri dari cerita dongeng, cerita inspirasi, cerita motivasi, cerita rakyat, cerita sastra, dan cerita pendek seperti pada gambar dibawah ini.




Selain Cerita koleksi untuk literasi terdapat juga Bacaan yang merupakan kumpulan bacaan buku dengan berbagai tema seperti pada gambar dibawah ini.


Di samping itu juga buku literasinya berisikan koleksi Novel, Komik, dan Biografi seperti pada gambar dibawah ini.



Perpustakaan digital dengan menggunakan sites ini dapat juga diakses menggunakan Smart Phone dengan tampilan sebagai berikut:



PENUTUP

Demikianlah tulisan singkat ini yang memberikan gambaran tentang Perpustakaan Digital SMAN 21 Batam. Setelah kita membuat perpustakaan digital ini tinggal kita mengelolanya untuk guru dan peserta didik. Pada tulisan selanjutnya akan penulis jelaskan cara membuat suatu perpustakaan digital menggunakan sites ini.

Amat besar harapan yang dipikul oleh generasi muda untuk bisa mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera di masa yang akan datang. Di sinilah arti penting pembelajaran yang dilakukan oleh para guru di sekolah sebagai landasan pembentukan karakter sejak awal. Sehingga penerapan atau pengimplemetasian literasi digital dalam pembelajaran di sekolah diharapkan dapat menjadi solusi dalam upaya menwujudkan generasi Indonesia yang cerdas dan berkarakter di masa revolusi industri 4.0 mendatang.

Tentunya dibutuhkan pula kerjasama yang sinergi antara guru, pihak sekolah, pemerintah dan masyarakat luas untuk menyukseskan impian generasi emas 

0 comments:

Posting Komentar