Slide 1

Berbagai macam moda pembelajaran

Slide 2

Literasi

Slide 3

Kegiatan Pramuka

Slide 4

Kerucut Pengalaman

Slide 5

Pembelajaran Aktif

Kamis, 25 Februari 2021

APLIKASI UNTUK MENYUSUN RENCANA KERJA SEKOLAH (RKJM, RKT, DAN RKAS) BERDASARKAN RAPOR MUTU DAN VISI/MISI SEKOLAH

Di dalam lingkungan sekolah/madrasah, perencanaan sebagai salah satu fungsi manajemen memegang peran penting untuk sebuah upaya kemajuan sekolah. Rencana diibaratkan seperti suatu peta. Ketika rencana telah dibuat, anda dapat selalu melihat sejauh mana kemajuan yang telah dibuat, dan seberapa jauh posisi anda dari tujuan yang telah dicanangkan. Dengan mengetahui dimana posisi anda sekarang, anda dapat mengambil keputusan kemana akan pergi atau apa yang akan anda lakukan berikutnya.

Mengingat betapa pentingnya perencanaan ini, setiap sekolah/madrasah membutuhkan perencanaan yang terprogram dan terarah, yang meliputi   rencana jangka menengah dan pendek. Hal ini diperkuat dengan diterbitkannya Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan yang menyatakan bahwa sekolah harus membuat Rencana Kerja Sekolah yang terdiri dari Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT).  RKJM menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun, sedangkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dicapai dalam kurun waktu tahunan. Permendiknas tersebut juga menyatakan bahwa RKT adalah rencana kerja tahunan sekolah/madrasah yang berdasar pada rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) sebagai istilah lain dari Rencana Anggaran Penerimaan dan Belanja Sekolah/Madrasah (RAPB-S/M).

Minggu, 21 Februari 2021

20 Exit dan Admit Slips Digital untuk Penilaian Formatif Terbaik

 

Setelah pembelajaran selesai, para pendidik seharusnya mengamati ruang kelas yang penuh dengan siswa yang melihat mereka. Kemudian guru melakukan refleksi dengan pertanyaan: Apakah siswa saya mendapatkan pelajaran? Apakah ada ide, konsep, atau keterampilan yang masih belum mereka yakini? Apakah siswa saya memiliki kesalahpahaman tentang pelajaran dan isinya? Apakah saya seharusnya meninjau sesuatu besok?

Ini hanyalah beberapa pertanyaan yang harus direnungkan oleh para pendidik reflektif setelah bel berbunyi. Sebenarnya, banyak dari pertanyaan reflektif yang diajukan oleh para pendidik pada diri mereka sendiri dapat diatasi jika mereka menggunakan exit slips. Exit Slips adalah metode penilaian formatif yang sederhana, cepat, dan seringkali berwawasan yang digunakan menjelang akhir pelajaran. Ini adalah tugas sederhana yang mengharuskan peserta didik menjawab beberapa pertanyaan atau melakukan tugas tertentu yang dieksplorasi selama proses pembelajaran.

Format exit slips bervariasi. Pendidik dapat menggunakan berbagai jenis pertanyaan/ kegiatan. Ada pilihan ganda, benar atau salah, tanggapan tertulis pendek, pencocokan, mengisi rumpang (isi yang kosong), dan survei atau jajak pendapat untuk menyebutkan beberapa. Dalam hal implementasi di kelas, exit slips harus pendek, ringkas, dan melibatkan peserta didik dalam tinjauan keterampilan, konsep, dan pengalaman yang dieksplorasi selama pelajaran. Mereka juga ideal untuk melanjutkan pembelajaran ke kelas berikutnya dan banyak pendidik memulai dengan exit slips dari pelajaran sebelumnya untuk mengaktifkan pengetahuan siswa sebelumnya.

Di era pembelajaran digital, exit slips maupun admit slips tidak lagi terbatas pada secarik kertas kecil yang dikumpulkan oleh pendidik saat siswa meninggalkan kelas (meskipun metode ini masih bagus). Ada banyak alat digital yang dapat digunakan pendidik untuk mengumpulkan data kinerja yang berharga ini dari siswa mereka.

Pengertian, Ide, dan Contoh Exit Ticket/Exit Slips atau Admit Slips Sebagai Salah Satu Strategi Umpan Balik pada Penilaian Formatif

Sebagai seorang guru yang professional kita seharusnya memahami apa itu penilaian formatif dan penilaian sumatif? Karena masih sering guru beranggapan bahwa umpan balik pada penilaian proses pembelajaran (Asesmen for learning dan Asesmen as learning) atau kita sebut penilaian formatif terpisah dari pembelajaran atau sama sekali tidak perlu dilakukan. Pada hal disinilah kunci keberhasilan suatu pembelajaran dan seharusnya penilaian akhir atau penilaian sumatif (Asesmen of learning) merupakan dampak dari penilaian proses/formatif yang berupa umpan balik yang dilakukan oleh guru.

Penilaian Formatif

Penilaian formatif merupakan bagian dari kegiatan belajar mengajar. Seperti disebutkan sebelumnya, penilaian formatif bahkan merupakan bagian dari Langkah-langkah pembelajaran yang efektif. Angelo dan Cross (1993) menyebutkan bahwa melalui penilaian formatif pendidik memperoleh umpan balik dalam hal apa, seberapa banyak, dan seberapa baik peserta didik belajar. Pendidik selanjutnya menggunakan informasi tersebut untuk memperbaiki proses pembelajarannya sehingga lebih efektif dan efisien. Berbagai penelitian mengenai keefektifan pendidik menunjukkan bahwa penilaian yang dilaksanakan untuk membantu peserta didik membuat kemajuan dalam proses pembelajarannya merupakan ciri utama dari pembelajaran yang efektif (Hall dan Burke, 2004).

Minggu, 14 Februari 2021

CARA MEMBUAT WEBSITE PEMBELAJARAN DENGAN GOOGLE SITES

Untuk membuat website, kita tidak selalu harus merogoh kantong, Google menciptakan Google sites yang merupakan salah satu yang bisa kita pilih untuk membuat situs pribadi ataupun komunitas tanpa mengeluarkan biaya. Dengan menggunakan google sites sebagai media pembelajaran, guru bisa memasukkan materi pembelajaran berbentuk teks, visual hingga video pembelajaran. Semua itu bisa kita masukkan ke dalam google sites dan dipublikasikan ke siswa. Selain itu guru juga bisa menyimpan dokumentasi semua kegiatan di kelas atau sekolah ke dalam google sites, dengan ruang yang hampir tak terbatas sehingga bisa menyimpan banyak dokumentasi sekolah.

Selain itu google sites memberikan ruang bagi semua kalangan, tidak hanya siswa, wali murid ataupun pengguna lain bisa berintereaksi, memberikan komentar dan berkontribusi. Guru bisa mengajak siswa untuk berinteraksi dalam pembelajaran online, yang bisa dilaksanakan di luar jam pembelajaran bahkan di luar lingkungan sekolah. Selain itu, google sites bisa dimanfaatkan sebagai mading online yang bisa dilihat oleh semua orang, dimana guru bisa meminta siswa membuat prakarya kemudian diunggah ke situs dan dishare, sehingga orang tua bisa melihat karya anak mereka dengan masuk ke sites.

Maka untuk itu penulis berusaha memaparkan cara untuk membuat website sederhana dengan Google Sites tersebut seperti pada pemaparan di bawah ini.