Pengembangan Profesi

Modul Guru Pembelajar Tingkat SMP
  1. Modul Guru Pembelajar Modul PJOK SMP
  2. Modul Guru Pembelajar IPS SMP
  3. Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris SMP
  4. Modul GP Matematika SMP
  5.  Modul GP PKN SMP
  6.  Modul Guru Pembelajar TIK SMP
  7. Modul Guru Pembelajar BK SMP
Modul Guru Pembelajar Tingkat SMA/SMK

1. Kimia
    a. Modul A   b. Modul B   c. Modul C   d. Modul D   e. Modul E
    f. Modul F   g. Modul G    h. Modul H    i. Modul I    j. Modul J

2. Bahasa Indonesia
  a. Modul A  b. Modul B  c. Modul C  d. Modul D   e. Modul E
  f. Modul F  g. Modul G   h. Modul H   i. Modul I   j. Modul J

3. Fisika
  a. Modul A  b. Modul B  c. Modul C  d. Modul D  e. Modul E
  f. Modul F  g. Modul G  h. Modul H  i. Modul I  j. Modul J

4. Bimbingan dan Konseling
  a. Modul A  b. Modul B  c. Modul C  d. Modul D  e. Modul E
  f. Modul F  g. Modul G  h. Modul H  i. Modul I  j. Modul J

5. Biologi
  a. Modul A  b. Modul B  c. Modul C  d. Modul D  e. Modul E
  f. Modul F  g. Modul G  h. Modul H  i. Modul I  j. Modul J

6. Matematika
  a. Modul A   b. Modul B   c. Modul C   d. Modul D   e. Modul E
  f. Modul F   g. Modul G   h. Modul H   i. Modul I   j. Modul J

7. Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan
  a. Modul A   b. Modul B   c. Modul C   d. Modul D   e. Modul E
  f. Modul F   g. Modul G   h. Modul H   i. Modul I   j. Modul J

8. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  a. Modul A    b. Modul B    c. Modul C    d. Modul D    e. Modul E
  f. Modul F    g. Modul G    h. Modul H    i. Modul I    j. Modul J

9. Geografi
  a. Modul A    b. Modul B    c. Modul C    d. Modul D    e. Modul E
  f. Modul F    g. Modul G    h. Modul H    i. Modul I    j. Modul J

10. Sosiologi
  a. Modul A    b. Modul B    c. Modul C    d. Modul D    e. Modul E
  f. Modul F    g. Modul G    h. Modul H    i. Modul I    j. Modul J

11. TIK
  a. Modul A    b. Modul B    c. Modul C    d. Modul D    e. Modul E
  f. Modul F    g. Modul G    h. Modul H    i. Modul I    j. Modul J

12. Bahasa Inggris 
  a. Modul A    b. Modul B    c. Modul C    d. Modul D    e. Modul E
  f. Modul F    g. Modul G    h. Modul H    i. Modul I  j. Modul J


  SERTIFIKASI GURU 2012
Program sertifikasi guru mulai tahun 2012 agak berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Sertifikasi guru tahun ini yang melalui jalur PLPG diharuskan melalui uji kompetensi awal. Uji kompetensi ini untuk menyeleksi guru yang akan ikut PLPG untuk tahun ini. Secara ringkas dapat dilihat pada uraian di bawah ini:
a.      Pola PSPL
Yaitu Pemberian Sertifikat Pendidik secara Langsung dengan persyaratan: 
1)      S-2 atau S-3 dan golongan IV/b
2)      S-3
b.      Portofolio
Yaitu sertifikasi melalui pengumpulan portofolio, dengan persyaratan: 

1)      Penyusunan Portofolio 
2)      Jika memenuhi syarat kelulusan mendapat Sertifikasi Pendidik 
3)      Jika tidak memenuhi syarat kelulusan maka mengikuti PLPG
c.       PLPG 
1)      Mengikuti Uji Kompetensi Awal 
2)      Jika tidak lulus Uji Kompetensi Awal maka tidak bisa mengikuti PLPG untuk tahun ini. 
3)      Jika lulus Uji Kompentensi Awal mengikuti PLPG dan mengikuti Uji Komptensi Akhir 
4)      Jika tidak lulus Uji Komptensi Akhir, maka mengulang satu kali untuk mengikuti Uji
       Kompetensi Akhir.
5)      Jika Lulus Uji Kompetensi Akhir maka berhak mendapat Sertifikasi Pendidik.
Agar lebih jelas, maka dapat dilihat pada : InformasiPeserta Sertifikasi Guru
Sedangkan untuk bahan ujian kompetensi awal dapat di download: 
Teori-Teori Belajar
Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum, Silabus, RPP





KOMPETENSI GURU

Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen akan memiliki dampak yang sangat besar untuk dunia pendidikan Indonesia. Sasaran utamanya adalah peningkatan mutu pendidikan, peningkatan mutu pendidikan dibangun dari berbagai aspek,   Guru adalah adalah salsatu  faktor yang menentukan untuk mencapai tujuan peningkatan kualitas tsb.
Keinginan kuat pemerintah memperbaiki mutu pendidikan tidak hanya ditunjukkan dengan undang-undang saja melainkan penyiapan anggaran untuk kesejahteraan guru dan dosen, berbagai program dan pelatihan guru serta investasi jangka panjang dengan menyediakan, membangun dan memperbaiki sarana prasarana pendidikan.


Pada awalnya guru adalah sebagai jabatan dan dengan undang-undang ini ditingkatkan menjadi profesi. Profesi ini artinya seseorang belum bisa dinyatakan sebagai guru jika belum memenuhi beberapa persyaratan, yaitu guru wajib memiliki: Kualifikasi akademik; Kompetensi; Sertifikat pendidik; Sehat jasmani & rohani; Kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sebagai kompensasi dari tuntutan tersebut maka pemerintah memberikan anggaran lebih untuk kesejahteraan dan perlindungan profesionalisme guru sebagaimana di atur pada undang-undang tersebut di atas. Dalam UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen dijelaskan bahwa kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas profesinya.
Kompetensi tersebut meliputi:
A.     Kompetensi pedagogik
Yang   dimaksud   dengan   kompetens paedagogik   adala kemampuan mengelola  pembelajaran peserta  didik.  Kompetensi  ini  meliputi  pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar,  dan  pengembangan  peserta  didik  untuk mengaktualisasikan  berbagai potensi yang  dimilikinya. Kompetensi paedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi hal-hal sebagai berikut : 
  1. Pemahaman wawasan / landasan kependidikan termasuk teori dan prinsip pembelajaran. 
  2. Pemahaman terhadap peserta didik dari berabagai aspek social, moral, kultural, emosional, dan intelektual. Pemahaman peserta didik ini termasuk dalam memahami gaya belajar dan kesulitan belajar peserta didik. 
  3. Pengembangan kurikulum / silabus. 
  4. Perancangan pembelajaran. 
  5. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis. 
  6. Pemanfaatan tekhnologi pembelajaran.
  7. Evaluasi Hasil  Belajar (EHB).
  8. Pengembanga pesert didi untuk   mengaktualisasika berbagai potensi yang dimilikinya.

B.      Kompetensi Profesional
Dalam standar nasional pendidikan,   kompetens profesional   adalah kemampuapenguasaan  materi pembelajarasecara  luas  damendalam  yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan.
Terdapat sepuluh kemampuan dasar keguruan yang menjadi tolok  ukur kinerjanya sebagai pendidik profesional, diantaranya adalah sbb:
  1. Guru dituntut menguasai bahan ajar. Penguasaan bahan ajar dari para guru sangatlah menentukan keberhasilan pembelajarannya. Guru hendaknya menguasai bahan ajar wajib, bahan ajar pengayaan, dan bahan ajar penunjang dengan baik untuk keperluan pembelajarannya, mampu menjabarkan serta  mengorganisasikan bahan ajar secara sistematis, relevan dengan tujuan instruksiona khusus  (TIK),  selaras  dengan  perkembangan  mental  siswa, selaras dengan tuntutan  perkembangan ilmu serta tekhnologi (mutakhir) dan dengan memperhatikan kondisi  serta fasilitas yang ada di sekolah dan atau yang ada di lingkungan sekolah. 
  2. Gur mampu   mengola progra belaja mengajar Gur diharapkan menguasai secara fungsional  tentang  pendekatan  sistem  pengajaran,  asas pengajaran,  prosedur-metode, strategi-teknik  pengajaran,  menguasai  secara mendalam serta berstruktur bahan ajar, dan mampu merancang penggunaan fasilitas pengajaran. 
  3. Guru mampu mengelola kelas, usaha guru menciptakan situasi sosial kelasnya yang kondusif untuk belajar sebaik mungkin. 
  4. Guru mampu menggunakan media dan sumber pengajaran. Kemampuan guru dalam  membuat,  mengorganisasi,   da merawa sert menyimpa alat pengajara da atau  media  pengajara adala penting   dala upaya meningkatkan mutu pengajaran.
  5. Guru menguasai landasan-landasan kependidikan. Guru yang menguasai dasar keilmuan dengan mantap  akan  dapat  memberi  jaminan  bahwa  siswanya belajar sesuatu yang bermakna   dari   guru yang bersangkutan. 
  6. Guru  mampu  mengelola interaksi  belajar mengajar,  guru  mampu  berperan sebagamotivator,  inspirator,  organisator,  fasilitator,  evaluator,  membantu penyelenggaraan administrasi kelas serta sekolah, ikut  serta dalam layanan B.K di sekolah. Dalam pengajaran guru dituntut cakap dalam aspek didaktis- metodis agar siswa dapat belajar giat. 
  7. Guru mampu menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. Keahlian guru dalam pengukuran dan penilaian hasil belajar siswa mempunyai dampak yang luas,  data penilaian yang akurat sangat membantu untuk menentukan araperkembangan  diri  siswa, memandu usaha,  optimalisasi  dan  integrasi perkembangan diri siswa. Yang pertama-tama perlu dipahami oleh guru secara fungsional adalah bahwa penilaian pengajaran merupakan bagian integral dari sistem pengajaran. Jadi kegiatan penilaian yang meliputi penyusunan alat ukur (tes), penyelenggaraan  tes,  koreksi  jawaban  siswa  serta  pemberian  skor, pengelolaan  skor, dan menggunakan  norma  tertentu pengadministrasian proses serta hasil penilaian dan tindak lanjut penilaian hasil  belajar berupa pengajaran  remedial  serta  layanan  bimbingan  belajadan  seluruh  tahapan penilaian tersebut perlu diselaraskan dengan kemampuan sistem pengajaran. 
  8. Gur mengena fungs serta   progra pelayanan   BK.   Mampu   menjadi partisipan yang baik dalam pelayanan B.K di sekolah, membantu siswa untuk mengenali  serta  menerima dirserta  potensinya  membantu  menentukan pilihan-pilihan yang tepat dalam hidup, membantu siswa berani menghadapi masalah hidup, dan lain-lain. 
  9. Guru mengenal dan mampu ikut penyelenggaraan administrasi sekolah, guru dituntut cakap  atau  mampu  bekerjasama  secara  terorganisasi  dalam pengelolaan kelas. 
  10. Guru  memahami  prinsip-prinsip  penelitian  pendidikan  dan  mampu menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan pengajaran. Tuntuta kompetensi  dibidang  penelitia kependidika ini   merupakan tantangan kualitatif bagi guru untuk masa kini dan yang akan datang.
  11.  
     
     
STANDAR KOMPETENSI GURU

NO. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU KELAS
I. Kompetensi Pedagodik
1 Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. 1.1 Memahami karakteristik peserta didik usia sekolah dasar yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial-budaya. 1.2 Mengidentifikasi potensi peserta didik usia sekoiah dasar dalam lima mata pelajaran SD/MI.
1.3 Mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik usia sekolah dasar dalam lima mata pelajaran SD/MI.
1.4 Mengidentifikasi kesulitan peserta belajar usia sekolah dasar dalam lima mata pelajaran SD/MI.
2 Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. 2.1 Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan lima mata pelajaran SD/MI. 2.2 Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam lima mata pelajaran SD/MI.
2.3 Menerapkan pendekatan pembelajaran tematis, khususnya di kelas-kelas awal SD/MI.
3 Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 3.1 Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. 3.2 Menentukan tujuan lima mata pelajaran SD/MI.
3.3 Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan lima mata pelajaran SD/MI.
3.4 Memilih materi lima mata pelajaran SD/MI yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran.
3.5 Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik usia SD/MI.
3.6 Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.
4 Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. 4.1 Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik. 4.2 Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran.
4.3 Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan.
4.4 Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan.
4.5 Menggunakan media pembelajaran sesuai dengan ka-rakteristik peserta didik dan lima mata pelajaran SD/ MI untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.
4.6 Mengambil keputusan transaksional dalam lima mata pelajaran SD/MI sesuai dengan situasi yang berkembang.
5 Memanfaatkan teknologi in-formasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. 5.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran.
6 Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. 6.1 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi belajar secara optimal. 6.2 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya.
7 Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. 7.1 Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik, dan santun, baik secara lisan maupun tulisan. 7.2 Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang terbangun secara siklikal dari (a) penyiapan kondisi psikologis peserta didik, (b) memberikan pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada peserta didik untuk merespons, (c) respons peserta didik, (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya.
8 Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 8.1 Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik lima mata pelajaran SD/MI. 8.2 Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik lima mata pelajaran SD/MI.
8.3 Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
8.4 Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
8.3 Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan menggunakan berbagai instrumen.
8.6 Menganalisis hasii penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan.
8.7 Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.
9 Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. 9.1 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar. 9.2 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan.
9.3 Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan.
9.4 Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
10 Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. 10.1 Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. 10.2 Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan lima mata pelajaran SD/MI.
10.3 Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran lima mata pelajaran SD/MI.
II. Kompetensi Kepribadian
1 Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. 11.1 Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut, suku, adat-istiadat, daerah asal, dan gender. 11.2 Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat, serta kebudayaan nasional Indonesia yang beragam.
2 Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi pe-serta didik dan masyarakat. 12.1 Berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi. 12.2 Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia.
12.3 Berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya.
3 Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa 13.3 Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil. 13.2 Menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, arif, dan berwibawa.
4 Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. 14.1 Menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi. 14.2 Bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri.
14.3 Bekerja mandiri secara profesional.
5 Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. 15.1 Memahami kode etik profesi guru. 15.2 Menerapkan kode etik profesi guru.
15.3 Berperilaku sesuai dengan kode etik profesi guru.
III. Kompetensi Sosial
1 Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskri-minatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. 16.1 Bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran. 16.2 Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik, teman sejawat, orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama, suku, jenis kelamin, latar belakang keluarga, dan status sosial-ekonomi.
2 Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat. 17.1 Berkomunikasi dengan teman sejawat dan komuni-tas ilmiah lainnya secara santun, empatik dan efektif. 17.2 Berkomunikasi dengan orang tua peserta didik dan masyarakat secara santun, empatik, dan efektif tentang program pembelajaran dan kemajuan peserta didik.
17.3 Mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik.
3 Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. 18.1 Beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendi-dik, termasuk memahami bahasa daerah setempat. 18.2 Melaksanakan berbagai program dalam lingkungan kerja untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah yang bersangkutan.
4 Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain. 19.1 Berkomunikasi dengan teman sejawat, profesi ilmiah, dan komunitas ilmiah lainnya melalui berbagai media dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. 19.2 Mengkomunikasikan hasil-hasil inovasi pembelajaran kepada komunitas profesi sendiri secara Iisan dan tulisan atau bentuk lain.
IV. Kompetensi Profesional
1 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. Bahasa Indonesia 20.1 Memahami hakikat bahasa dan pemerolehan bahasa.
20.2 Memahami kedudukan, fungsi, dan ragam bahasa Indonesia.
20.3 Menguasai dasar-dasar dan kaidah bahasa Indonesia sebagai rujukan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
20.4 Memiliki keterampilan berbahasa Indonesia (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis)
20.5 Memahami teori dan genre sastra Indonesia.
20.6 Mampu mengapresiasi karya sastra Indonesia, secara reseptif dan produktif.
Matematika
20.7 Menguasai pengetahuan konseptual dan prosedural serta keterkaitan keduanya dalam konteks materi aritmatika, aljabar, geometri, trigonometri, pengukuran, statistika, dan logika matematika.
20.8 Mampu menggunakan matematisasi horizontal dan vertikal untuk menyelesaikan masalah matematika dan masalah dalam dunia nyata.
20.9 Mampu menggunakan pengetahuan konseptual, pro-sedural, dan keterkaitan keduanya dalam pemecahan masalah matematika, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
20.10 Mampu menggunakan alat peraga, alat ukur, alat hitung, dan piranti lunak komputer.
IPA
20.11 Mampu melakukan observasi gejala alam baik secara langsung maupun tidak langsung.
20.12 Memanfaatkan konsep-konsep dan hukum-hukum ilmu pengetahuan alam dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari.
20.13 Memahami struktur ilmu pengetahuan alam, termasuk hubungan fungsional antarkonsep, yang berhubungan dengan mata pelajaran IPA.
IPS
20.14 Menguasai materi keilmuan yang meliputi dimensi pengetahuan, nilai, dan keterampilan IPS.
20.15 Mengembangkan materi, struktur, dan konsep keilmuan IPS.
20.16 Memahami cita-cita, nilai, konsep, dan prinsip-prinsip pokok ilrnu-ilmu sosial dalam konteks kebhinnekaan masyarakat Indonesia dan dinamika kehidupan global.
20.17 Memahami fenomena interaksi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, kehidupan agama, dan perkembangan masyarakat serta saling ketergantungan global.
PKn
20.18 Menguasai materi keilmuan yang meliputi dimensi pengetahuan, sikap, nilai, dan perilaku yang mendukung kegiatan pembelajaran PKn.
20.19 Menguasai konsep dan prinsip kepribadian nasional dan demokrasi konstitusional Indonesia, semangat kebangsaan dan cinta tanah air serta bela negara.
20.20 Menguasai konsep dan prinsip perlindungan, pemajuan HAM, serta penegakan hukum secara adil dan benar.
20.21 Menguasai konsep, prinsip, nilai, moral, dan norma kewarganegaraan Indonesia yang demokratis dalam konteks kewargaan negara dan dunia.
2 Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 21.1 Memahami standar kompetensi lima mata pelajaran SD/MI. 21.2 Memahami kompetensi dasar lima mata pelajaran SD/MI.
21.3 Memahami tujuan pembelajaran lima mata pelajaran SD/MI.
3 Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. 22.1 Memilih materi lima mata pelajaran SD/MI yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. 22.2 Mengolah materi lima mata pelajaran SD/MI secara integratif dan kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.
4 Mengembangkan keprofesi-onalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. 23.1 Melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus menerus. 23.2 Memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka peningkatan keprofesionalan.
23.3 Melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan keprofesionalan.
23.4 Mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber.
5 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. 24.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi. 24.2 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri.