Slide 1

Berbagai macam moda pembelajaran

Slide 2

Literasi

Slide 3

Kegiatan Pramuka

Slide 4

Kerucut Pengalaman

Slide 5

Pembelajaran Aktif

Minggu, 26 September 2021

Cara Mendesain Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dengan Strategi Hybrid Learning atau Blended Learning

 

Saat ini sekolah di seluruh daerah sedang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas. Walaupun ada beberapa kendala termasuk dalam hal menjaga protokol kesehatan di sekolah sehingga muncul klaster sekolah.  Maka untuk itu sudah seharusnya sekolah mempunyai strategi pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah masing-masing sesuai dengan kondisi warga sekolah dan sarana prasarana yang ada. Strategi tersebut bisa kita mengandalkan kemampuan teknologi informasi yang memang sudah dikuasai oleh guru dan siswa selama pandemi ini. Karena pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran ke depannya memang menjadi suatu kebutuhan.

Bagi sekolah yang siswanya tidak terlalu banyak dan sarana memadai, maka strategi pembelajaran hybrid bisa menjadi suatu solusi untuk pembelajarannya saat ini. Namun bagi sekolah dengan siswa yang banyak dan sarana prasarana pembelajaran yang kurang mendukung, maka pembelajaran campuran (Blended Learning) dapat menjadi solusinya.

Minggu, 19 September 2021

30 Aktivitas Pembelajaran Kolaboratif Menggunakan Google Apps Cocok untuk PTM Terbatas

Selama pembelajaran jarak jauh mungkin sudah banyak pengalaman guru dalam menyiapkan pembelajarannya dengan menggunakan berbagai aplikasi. Namun kadang-kadang kita masih belum tahu manfaat aplikasi tersebut secara lebih detilnya. Maka disini penulis akan memaparkan penggunaan beberapa aplikasi Google yang gratis kita pakai dengan menggunakan akun belajar.id dengan sekarang diistilahkan dengan Google Workspace for Education. Aplikasi-aplikasi Google ini bisa digunakan secara online ataupun offline maupun dengan strategi pembelajaran campuran (Blended Learning) apa lagi untuk pembelajaran tatap muka terbatas antara siswa di sekolah dengan siswa di rumah secara real time.

9 Ide Kegiatan Ekstrakurikuler untuk Siswa STEM. Ada Banyak Cara Siswa STEM Dapat Mengeksplorasi Minat Mereka Di Luar Kelas


STEM adalah gerakan yang berkembang dalam pendidikan, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi di seluruh dunia. Program pembelajaran berbasis STEM dimaksudkan untuk meningkatkan minat siswa dalam mengejar pendidikan tinggi dan karir di bidang-bidang tersebut. Pendidikan STEM biasanya menggunakan model pembelajaran campuran (Blended) baru yang menggabungkan pengajaran kelas tradisional dengan pembelajaran online dan aktivitas pembelajaran langsung. Model pembelajaran campuran (Blended) ini bertujuan memberi siswa kesempatan untuk mengalami cara belajar yang berbeda dan pemecahan masalah. Selain sebagai materi untuk kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler, STEM juga bisa dilaksanakan sebagai ekstrakurikuler.

Kegiatan ekstrakurikuler adalah cara yang bagus bagi siswa untuk mengeksplorasi minat mereka, mengembangkan spesialisasi, dan akhirnya menonjol ketika tiba saatnya untuk mendaftar ke perguruan tinggi. Untuk siswa STEM, menemukan inisiatif ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat mereka terkadang sulit, tetapi sebenarnya ada banyak peluang di luar sana yang memungkinkan siswa STEM untuk terlibat dan membuat dampak.

Selasa, 24 Agustus 2021

7 INFORMASI PENTING BERKAITAN DENGAN ASESMEN NASIONAL TAHUN 2021

 

Pelaksanaan Asesmen Nasional akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini dan sekarang merupakan waktu untuk simulasi aplikasinya. Memang banyak saat ini pihak dari luar yang menawarkan buku atau pun try out untuk asesmen nasional ini. Namun semoga kita pihak sekolah (kepala sekolah dan guru) jangan terpengaruh dengan hal tersebut. Kalau terpengaruh berarti kita masih belum bergeser dari paradigma UN (Ujian Nasional).

Maka untuk itu ada beberapa point penting yang perlu kita pahami bersama, antara lain adalah:

Jumat, 13 Agustus 2021

RAMBU-RAMBU PELAKSANAAN KEGIATAN KKG/MGMP AGAR SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PEMBELAJARAN SAAT INI


Kelompok Kerja Guru (KKG) atau Musyawarah Guru Mata pelajaran (MGMP) adalah suatu wadah yang strategis untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan secara umum. Apalagi dengan keadaan sekarang dengan pembelajaran jarak jauh dan/atau pembelajaran tatap muka terbatas serta pembelajaran ketika tatanan baru nantinya. Maka guru seharusnya lebih kreatif dan inovatif dalam menyiapkan rencana pembelajaran sampai dengan sumber belajar yang sesuai kebutuhan siswa yang berfariasi. Sehingga KKG/MGMP diharapkan menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi guru yang akan berdampak pada penguasaan kompetensi oleh siswa.
Tetapi melihat kenyataan dilapangan keberadaan KKG/MGMP masih banyak keterbatasan. Keterbatasan tersebut dapat terlihat dari sumber daya manusia, keterlibatan pengurus dan peserta belum optimal, program kerja yang belum jelas, dana operasional yang terbatas, koordinasi antar KKG/MGMP SD, SMP, SMA dan SMK dan pembinaan serta perhatian dari stakeholder pendidikan masih belum optimal. Maka diharapkan dengan adanya tulisan ini bisa memperjelas tentang KKG/MGMP mulai dari prinsip KKG/MGMP sampai kepada peran masing-masing komponen di dalam pengembangan KKG/MGMP.


Pendahuluan
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 20 ayat (b) mengamanatkan bahwa dalam rangka melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Pernyataan undang-undang tersebut pada intinya mempersyaratkan guru untuk memiliki: (1) kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV; (2) kompetensi sebagai agen pembelajaran yaitu kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial; dan (3) sertifikat pendidik. Undang-undang ini memberikan suatu kesempatan yang tepat bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya secara berkelanjutan melalui pelatihan, penelitian, penulisan karya ilmiah, dan kegiatan profesional lainnya.
Perwujudan unjuk kerja profesional guru ditunjang dengan jiwa profesionalisme, yaitu sikap mental yang senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan diri sebagai guru profesional. Guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. Guru yang profesional akan tercermin dalam pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode, dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya.
Salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah melalui responsi. Peningkatan profesionalisme melalui responsi dilakukan dalam bentuk suatu interaksi secara formal atau informal yang biasanya dilakukan melalui berbagai interaksi seperti pendidikan dan latihan, seminar, lokakarya, ceramah, konsultasi, studi banding, penggunaan media dan forum-forum lainnya. Responsi ini dapat ditunjang, apabila para guru berada dalam suasana interaksi sesama guru yang memiliki latar belakang dan tugas, misalnya Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
KKG/MGMP merupakan suatu wadah kegiatan profesional bagi para guru mata pelajaran yang sama pada jenjang SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK di tingkat kabupaten/kota yang terdiri dari sejumlah guru dari sejumlah sekolah. MGMP diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam meningkatkan profesionalisme guru.

Prinsip MGMP
Prinsip MGMP adalah:
1. Merupakan organisasi yang mandiri.
2. Dinamika organisasi yang dinamis berlangsung secara alamiah sesuai dengan kondisi dan
    kebutuhan.
3. Mempunyai visi dan misi dalam upaya mengembangakan pelayanan pendidikan khususnya proses
    pembelajaran efektif dan efisien.
4. Kreatif dan inovatif dalam mengembangkan ide-ide pembelajaran yang efektif dan efisien.
5. Memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sekurang-kurangnya memuat:
   a. Nama dan tempat
   b. Dasar, tujuan dan kegiatan

Tujuan pelaksanaan KKG/MGMP
1. Menumbuhkan kegairahan guru untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam 
    mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan belajar mengajar dalam
    rangka meningkatkan diri sebagai guru.
2. Menyetarakan kemampuan dan kemahiran guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar 
    sehingga dapat menunjang usaha peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.
3. Mendiskusikan permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan tugas sehari-hari dan 
    mencari cara penyelesaian yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, guru, kondisi sekolah 
    dan lingkungan.
4. Membantu guru memperoleh informasi teknis edukatif yang berkaitan dengan kegiatan keilmuan
   dan IPTEK, kegiatan pelaksanaan kurikulum, metodologi, sistem evaluasi sesuai dengan mata
   pelajaran yang bersangkutan.
5. Saling berbagi informasi dan pengalaman dari hasil lokakarya, simposium, seminar, diklat,
    classroom action research, referensi, dan lain-lain kegiatan profesional yang dibahas bersama-
    sama.
6. Menjabarkan dan merumuskan agenda reformasi sekolah (school reform), khususnya focus
    classroom reform, sehingga berproses pada reorientasi pembelajaran yang efektif.

Sabtu, 24 Juli 2021

SEPULUH CARA UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH SELAMA BELAJAR DARI RUMAH

Sekolah di seluruh dunia sedang berusaha memaksimalkan, mendapatkan solusi kreatif dan mengembangkan untuk membuat siswa tetap belajar di tengah kemungkinan penutupan sekolah dan gangguan umum yang disebabkan oleh virus corona. Banyak, jika tidak sebagian besar, dari solusi ini mengandalkan teknologi untuk memberikan beberapa bentuk pembelajaran online jarak jauh.

Membawa pembelajaran Anda ke dalam lingkungan yang sepenuhnya virtual akan memiliki beberapa tantangan, tetapi Anda dapat memanfaatkan dasar-dasar pembelajaran hal-hal seperti komunikasi, empati, motivasi yang melampaui jenis kelas atau media pembelajaran. Kemudian juga memiliki beberapa tip operasional praktis yang dapat Anda gunakan sekarang untuk melibatkan siswa dalam pembelajaran.

Minggu, 11 Juli 2021

CATATAN AWAL TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Dalam hitungan hari Tahun Pelajaran 2021/2022 akan dimulai dengan berbagai permasalahan yang masih menghalangi kita semua insan pendidikan di Indonesia. Pulau Jawa dan Bali beserta 15 daerah kabupaten/kota di luar Pulau Jawa dan Bali melaksanakan PPKM Darurat dan banyak daerah lainnya PPKM Mikro.

Maka keadaan ini kita anggap saja menjadi tantangan bagi kita semua. Pandemi Covid-19 ini sudah hampir 1,5 tahun kita lalui dan demikian juga para guru dan siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah. Selama itu juga guru sudah banyak mempunyai keterampilan ataupun kemampuan dalam mengelola pembelajaran dengan berbagai macam aplikasi ataupun plaform digital.

Berdasarkan fakta di atas, maka penulis mengajak Bapak/Ibu guru semua agar memperhatikan catatan-catatan di bawah ini:

1.   Sebaiknya pembelajaran kita pada tahun pelajaran 2021/2022 ini dimulailah dengan melaksanakan Diagnosis Awal Pembelajaran baik Akademik maupun non akademik.

Baca :

Cara Membuat Asesmen Non Akademik untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Cara Membuat Asesmen Akademik untuk Pembelajaran Jarak Jauh

2.   Guru ketika di awal pembelajaran, saat dan usai pembelajaran sebaiknya melakukan umpan balik atau penilaian formatif untuk mengetahui pemahaman siswa. Guru juga harus merubah paradigma penilaiannya dengan mengutamakan pada penilaian formatif/asesmen as learning daripada penilaian sumatif/asesmen of learning.

Baca :

Pengertian, Ide, dan Contoh Exit Tickets/Exit Slips atau Admit Slip

20 Exit dan Admit Slip Digital untuk Penilaian Formatif Terbaik

3.   Pembelajaran jarak jauh sebaiknya memberikan penugasan berupa aktivitas hands on dan hasilnya berupa produk. Hal ini menghindari hanya membahas materi pembelajaran yang bersifat hafalan atau konsep. Maka strategi yang bisa digunakan berupa pembelajaran Blended Learning. Hal ini juga untuk membuat siswa selama belajar di rumah lebih bersemangat dalam pembelajaran serta mendapatkan banyak keterampilan.

Baca :

Pembelajaran Campuran (Blended Learning) Sebagai Pembelajaran Terbaik di Era Revolusi Industri 4.0

Cara Membuat Penugasan dengan Mengedepankan Umpan Balik Menggunakan LMS Formatif

Model Pembelajaran Terbalik (Flipped Classroom) Sebagai Model Pembelajaran Terbaik

4.   Strategi/model pembelajaran yang digunakan sebaiknya strategi/model pembelajaran yang berpusat kepada siswa dan melibatkan semua indera siswa berdasarkan minat, bakat, gaya belajar, dan kecerdasan dalam kegiatannya dengan mencakup aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Baca :

Model Pembelajaran Inquiri 5E

Kupas Tuntas Model Pembelajaran Berbasis Inquiri

Pembelajaran Diferensiasi, Pembelajaran Melayani Keunikan Siswa

5.   Sebaiknya dalam pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah menggunakan platform ataupun aplikasi yang bisa terpusat untuk satu sekolah agar mudah pengawasannya oleh kepala sekolah. Disamping itu juga terdapat berbagai sumber belajar seperti video, modul, ataupun buku teks.

Baca :

Cara Membuat Website Pembelajaran dengan Google Sites

Menggalakkan Literasi dengan Perpustakaan Digital Berbasis Sites

Kumpulan Video Pembelajaran untuk 19 Mata Pelajaran di SMA

Kumpulan Modul SMA Terbaru

6.   Penilaian selama pembelajaran jarak jauh atau selanjutnya, sebaiknya mengedepankan penilaian berbasis kinerja. Hal ini untuk membiasakan siswa dengan keterampilan abad 21 dan sejalan dengan asesmen nasional untuk profil pelajar Pancasila.

Baca :

Menjadikan Penilaian Berbasis Proyek Sebagai Salah Satu Syarat Kelulusan Siswa Pada Satuan Pendidikan

Cara Membuat Portfolio Digital Siswa dengan Google Sites

Portfolio Digital, Cara Mudah Mengelola dan Menilai Portfolio

Demikianlah beberapa catatan untuk guru saat memulai pembelajaran pada Tahun pelajaran 2021/2022 ini. Semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga bisa beraktivitas dengan kenormalan baru yang masih mengedepankan digitalisasi pembelajaran dan pengelolaan sekolah.

Rabu, 07 Juli 2021

Menggalakkan Kegiatan Literasi Pada Tahap Pembiasaan Selama Belajar Dari Rumah dengan Menggunakan Perpustakaan Digital Berbasis Sites

Era disrupsi yang terus berkembang saat ini mendorong perubahan tata kelola kehidupan menjadi bentuk digital, salah satunya adalah bidang kearsipan seperti perpustakaan. Tahukah Anda saat ini mulai dari Perpustakaan Nasional RI telah bergerak mengembangkan sistem perpustakaan digital yang lebih lengkap dalam genggaman layar ponsel yang canggih?

Perpustakaan secara digital ini telah dikembangkan di perpustakaan-perpustakaan daerah di seluruh Indonesia. Hal ini juga menjadi acuan bagi pengelola lembaga pendidikan untuk mengembangkan sistem digital pada perpustakaannya guna memudahkan akses peserta didik dalam hal informasi, cara peminjaman dan pemanfaatan perpustakaan selama 24 jam. Bagaimana dengan perpustakaan di sekolah?

Maka melalui tulisan ini penulis mengajak pihak sekolah terutama tim literasi di sekolah agar menggalakkan juga kegiatan literasi terutama selama pandemi ini dengan menggunakan sites sebagai wadah untuk membuat perpustakaan digital. Hal ini akan berdampak terhadap program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sekaligus menyukseskan literasi digital.

Minggu, 13 Juni 2021

Cara Membuat Portofolio Digital Siswa dengan Google Sites

Pembelajaran selama pandemi ini mengharuskan guru untuk kreatif dalam melakukan pembelajaran dan penilaian. Guru diharapkan terutama untuk pembelajaran jarak jauh jangan hanya memberikan tugas yang bersifat menjawab pertanyaan saja. Biasakan siswa dengan penugasan yang menghasilkan produk seperti karangan/esai, poster, video, hasil wawancara, audio, grafik, gambar, dan produk lainnya. Sehingga siswa tersebut masih dapat melatih keterampilan dan karakternya di dalam pembelajaran.

Minggu, 30 Mei 2021

PORTOFOLIO DIGITAL, CARA MUDAH MENGELOLA DAN MENILAI PORTOFOLIO

Pengantar

Mengingat kerumitan dan perlu persiapan yang lebih, tidak mengherankan jika asesmen portofolio kurang diterapkan di sekolah. Pendekatan penilaian yang lebih otentik ini juga menuntut lebih banyak waktu dan perhatian; refleksi, penilaian diri, dan penetapan tujuan merupakan komponen penting dari proses tersebut. Dengan ukuran kelas yang besar, lebih sedikit dukungan, dan lebih banyak sumber daya yang dikhususkan untuk penilaian harian atau ujian, terdapat batasan pada guru yang mungkin ingin memfasilitasi penilaian portofolio. Sehingga penilaian dengan portofolio banyak ditinggalkan ataupun jarang dilakukan oleh guru untuk menilai kinerja atau performan siswa selama pembelajaran.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, penilaian portofolio telah mengalami kebangkitan popularitas. Banyak perusahaan teknologi sekarang menawarkan alat portofolio digital untuk digunakan di ruang kelas. Alasan terbesarnya adalah kapasitas teknologi untuk menangkap, menampung, dan berbagi dokumen pembelajaran siswa secara online. Munculnya Internet, bersama dengan sekumpulan perangkat seluler yang terjangkau, telah menyebabkan pendidik memikirkan kembali pekerjaan siswa lebih dari sekadar objek atau file fisik. Dalam menggunakan alat digital untuk menangkap pemikiran dan kemajuan siswa, perjalanan belajar siswa mulai menjadi hidup. Kepercayaan diri mereka terdengar saat berpidato dan melihat antusiasme mereka saat menyampaikan topik penelitian di sekolah. Selain itu, teknologi telah memungkinkan siswa untuk lebih terlibat dalam proses penilaian itu sendiri. Tablet, laptop, ataupun Smart Phone yang diletakkan di tangan peserta didik memberi mereka lebih banyak kesempatan untuk mendokumentasikan, merenungkan, dan menerbitkan karya mereka. Akses untuk berbagi dan menilai pertumbuhan dan pekerjaan terbaik ini lebih mudah ditangkap dengan portofolio digital. Akhirnya, alat-alat ini memberi tahu keluarga tentang pemahaman anak-anak mereka saat ini dan tujuan masa depan. Bagaimana portofolio digital diintegrasikan ke dalam kelas merupakan langkah penting berikutnya.

Rabu, 26 Mei 2021

MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI 5 E

Inkuiri dapat dilaksanakan dalam pembelajaran dengan menggunakan berbagai model sesuai dengan mata pelajaran yang sesuai. Namun begitu Model Pembelajaran 5E adalah model umum yang sesuai untuk diadaptasi dengan semua mata pelajaran.

Model Pembelajaran 5E merupakan model yang sering digunakan dalam melaksanakan Inkuiri. Model pembelajaran 5E merupakan adaptasi model  Biological Sciences Curricullum Study ( BSCS) 5E Instructional Model [New Designs for Elementary School Science and Health (BSCS,1989)].  5E merujuk kepada lima tahap pembelajaran yaitu Pelibatan ( Engagement),  Penyelidikan (Exploration), Penjelasan (Explanation), Pengembangan (Elaboration) dan  Penilaian (Evaluation) .

Model Pembelajaran 5E  berisikan kegiatan yang berpusat kepada siswa. Siswa akan melibatkan diri, menyelidiki, menjelaskan, mengembangkan dan membuat penilaian seperti yang diterangkan pada tabel di bawah ini.

Sabtu, 22 Mei 2021

Penilaian Portofolio, Salah Satu Penilaian Berbasis Performan atau Kinerja

Defenisi Penilaian Portofolio

Portofolio adalah kumpulan tugas siswa yang menunjukkan upaya, kemajuan, dan pencapaian siswa dalam satu atau lebih bidang kurikulum. Ini harus mewakili kumpulan pekerjaan terbaik siswa atau upaya terbaik, sampel pengalaman kerja yang dipilih siswa terkait dengan hasil yang dinilai, dan dokumen sesuai pertumbuhan dan perkembangan menuju penguasaan hasil yang diidentifikasi. (Paulson, F.L. Paulson, P.R. dan Meyer, CA.1991). Penilaian portofolio juga merupakan kumpulan sistematis dari pekerjaan siswa dan materi terkait yang menggambarkan aktivitas, pencapaian, dan pencapaian siswa dalam satu mata pelajaran atau lebih di sekolah. Koleksi harus mencakup bukti refleksi siswa dan evaluasi diri, pedoman untuk memilih isi portofolio, dan kriteria untuk menilai kualitas pekerjaan (Venn, 2000, hlm. 530-531) Portofolio memiliki berbagai arti dari "laci" tempat dokumen dan materi lain seperti video ditempatkan, ke kerangka kerja yang sangat terstruktur untuk penilaian holistik individu (Margery Davis).

Penilaian berbasis portofolio, seperti judulnya. Alih-alih menilai siswa hanya pada tes standar, tes unit dan kuis, portofolio berfungsi sebagai kompilasi pekerjaan siswa yang dimaksudkan untuk menunjukkan pertumbuhan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, penilaian berbasis portofolio berfungsi sebagai cara untuk melacak kemajuan siswa tidak hanya setiap tahun, tetapi tahun ke tahun sepanjang karir sekolah umum mereka. Sekolah atau ruang kelas yang menerapkan penilaian berbasis portofolio akan mengumpulkan berbagai jenis pekerjaan siswa seperti menulis, seni, foto, proyek kelas, dan pekerjaan lain yang menunjukkan perkembangan siswa di kelas. Pada akhir tahun, atau bahkan setiap tiga bulan, guru bekerja dengan siswa tersebut untuk menilai seberapa jauh kemajuan siswa sejak awal tahun, dan apakah siswa telah menunjukkan pembelajaran yang cukup atau belum. maju untuk naik ke tingkat kelas berikutnya, atau kuartal pengajaran berikutnya. Jika ada siswa yang bertanya, guru harus mengadakan diskusi dengan siswa tersebut dan mungkin memberikan kesempatan lain untuk menunjukkan perkembangan dengan cara alternatif. Penilaian portofolio bermaksud untuk menyamakan dan mengindividualisasikan pembelajaran bagi semua siswa, sekaligus menjadikan pembelajaran dan penilaian relevan dengan kehidupan siswa.

Rabu, 19 Mei 2021

Uraian Singkat Tentang Kompetisi Sains Nasional Tahun 2021

Pengantar

Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan berbagai upaya dalam rangka pengembangan bakat dan minat peserta didik SMA/MA , SMP/MTs dan Sekolah lndonesia di Luar Negeri (SlLN) dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Upayaupaya tersebut dilakukan melalui berbagai lomba/kompetisi baik nasional maupun internasional. KSN ini diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kompetisi ini juga merupakan bagian penting dalam pemerataan prestasi dan memaksimalkan potensi peserta didik bertalenta dan berkarakter dari seluruh pelosok Negara Kesatuan Republik lndonesia.

Selain sebagai sebuah strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan, kompetisi sains telah menempatkan lndonesia pada posisi yang kompetitif di berbagai ajang internasional bergengsi dalam penguasaan sains dan teknologi oleh peserta didik. Oleh karena itu, melalui sistem kompetisi yang sistematis dan berjenjang ini diharapkan terbangun ruang seluas– luasnya bagi peserta didik untuk mengeksplorasi kemampuan dalam bidang sains dan teknologi serta mencapai puncak potensi terbaiknya. Pencapaian prestasi yang maksimal akan ditunjukkan dengan lahirnya juara–juara kompetisi sains yang mumpuni dan berdaya saing tinggi yang siap berkompetisi pada tingkat internasional.

Maka untuk mencapai tujuan di atas maka perlu pelaksanaan kompetisi sains ini sejak mulai di sekolah sampai tingkat internasional berjalan dengan baik. Untuk itu paparan di bawah ini akan menguraikan secara ringkas tentang kegiatan KSN ini.