Selasa, 21 Agustus 2012

MENINGKATKAN POTENSI BELAJAR DENGAN TEKNIK MEMPERTAJAM INGATAN (SHARPER MIND)


Oleh:
Adi Saputra, M.Pd


            Kemampuan Anda mempelajari materi baru, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadi, tergantung pada teknik-teknik ingatan yang sudah sederhana dan sudah terbukti efektif. Penelitian menunjukkan yang membawa hasil bukanlah lamanya waktu yang dipergunakan untuk belajar. Tapi seperangkat strategi belajar yang digunakanlah yang menentukan penguasaan materi. Siswa yang baik, usia berapa pun, otomatis menggunakan waktu mereka  dengan lebih efektif dan memakai berbagai teknik belajar.
            Kita mungkin pernah melihat siswa atau mahasiswa yang duduk berjam-jam diperpustakaan dikelilingi buku yang terbuka. Bagi kebanyakan dari mereka, hal ini sekedar untuk “mengisi waktu”. Mereka tidak sungguh-sungguh mempunyai keinginan atau motivasi untuk belajar, dan akibatnya mereka tidak memperoleh hasil yang sesuai dengan harapan.
            Beberapa rekan mereka belajar semalam suntuk untuk ujian keesokan harinya. Mereka sangat termotivasi karena selama satu semester jarang belajar dan sekarang harus menyerap semua materi pelajaran dalam “sistem kebut semalam”. Mereka bisa menguasai materinya karena mereka ingin dan harus. Mereka sudah mempunyai motivasi, tetapi tekniknya  tidak bagus karena belajar pada saat terakhir seperti itu menghasilkan penyimpanan data (retention) jangka panjang yang buruk.
            Maka berdasarkan permasalahan di atas, penulis akan menyajikan teknik-teknik atau strategi-strategi yang dapat digunakan untuk membantu kita di dalam menyerap dan memproses informasi yang digunakan di dalam pembelajaran.
1.      Teknik Pengelompokan
Teknik ini adalah kemampuan mengelompokkan angka atau data yang panjang menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Contoh :
·         Anda sulit mengingat nomor telepon 3114536127 dengan mudah dan tepat. Maka Anda dapat mengelompokkannya menjadi tiga bagian menjadi 311-453-6127. Ketiga bagian ini membuatnya lebih mudah diingat.
·         Lihatlah daftar sembilan kata terpisah ini :
meja, mawar, melati, gajah, harimau, kursi, anggrek, zebra, rak buku.
Kalau kita langsung menghafalnya, maka kemungkinan yang bisa diingat hanya tujuh dari sembilan kata tersebut. Itu adalah kapasitas rata-rata kebanyakan orang.
Sekarang, kita memilah kata-kata tersebut dalam kelompok sejenis (kategori).
Binatang                                 Bunga                                     Perabot
Gajah                                       mawar                                     meja
Harimau                                  melati                                      kursi
Zebra                                       anggrek                                   rak buku

Anda bisa mengingat ketiga kategori ini dengan lebih mudah daripada kesembilan kata acak tadi.

2.      Teknik Mata Rantai Menggunakan Cerita
Dalam teknik ini, setiap hal yang ingin Anda ingat menjadi sebuah mata rantai. Anda menggunakan imajinasi Anda untuk menempa berbagai mata rantai menjadi seuntai rantai dengan bantuan cerita.
Contoh:
Andaikan Anda mempunyai daftar belanjaan kesepuluh barang berikut.
Sekop pasir                              selusin telur                            tiga belas roti
Enam gelas anggur                 bedak talek                             selada
Enam jeruk                              pasta gigi                                bunga
Sabun

Saat menciptakan cerita gabungan, jangan lupa gunakan semua indra Anda, kahayalan yang kuat, rasa humor, dan gaya melebih-lebihkan. Inilah yang digunakan eksekutif iklan untuk membantu Anda mengingat produk-produk mereka di TV atau media cetak.
Inilah salah satu variasi cerita yang bisa dipakai untuk mengingat kesepuluh benda tersebut secara berurutan:
Bayangkan Anda berjalan ke luar pintu sambil memegang sekop pasir yang berisi enam gelas anggur. Dalam tiap gelas terdapat jeruk yang berwarna cerah. Anda bisa mencium aromanya. Anda menginjak sabun dan terpeleset menimpa selusin telur. Saat tubuh Anda melayang jatuh, Anda mendengarnderak telur pecah dan melihat cairan kuning telur memercik.
Anda kembali ke dalam, mandi, dan memakai bedak talek. Anda menyikat gigi dengan pasta gigi, mencoba memulai lagi rutinitas pagi Anda. Rasa pasta gigi yang segar membuat Anda merasa lebih baik.
Dalam perjalanan ke sekolah, Anda mampir membeli roti. Tas Anda terasa hangat dan aromanya lezat sekali. Di toko  sebelah, Anda membeli selada, mencari yang masih segar. Sebelum pulang, Anda memperbarui semangat Anda dengan membeli bunga. Anda menatap warna-warnanya yang cerah dan menikmati harumnya.

Teknik ini bisa juga kita gunakan di dalam mengingat materi pelajaran. Namun yang sangat diperlukan adalah kreativitas kita di dalam membuat ceritanya dengan melibatkan berbagai indra kita untuk menguatkan bayangan benda-benda tersebut di dalam pikiran kita.

3.      Teknik Mengunakan Irama
Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa puisi lebih mudah diingat dari pada prosa? Mengapa latihan ingatan yang menekankan pengulangan atau drill, sepertinya meningkatkan ingatan jangka pendek? Jawabannya adalah irama. Irama adalah alat bantu ingatan yang mudah diterapkan yang secara konsisten membuat hasil yang bagus. Teknik ini juga bisa kita gunakan untuk mengingat materi pelajaran dengan menggunakan irama lagu tertentu dengan mengganti lirik lagunya dengan materi yang akan diingat.
Contoh:
Coba Anda ingat angka berdigit 26 ini:
3 1 4 1 8 1 2 1 9 1 4 1 2 7 1 9 4 1 1 9 4 5 2 2 0 2 0
Pada awalnya, hal ini terasa menakutkan dan mustahil. Tapi kemudian akan menjadi cukup mudah jika Anda memecah angka ini menjadi beberapa kelompok yang lebih kecil,menyanyikan untuk diri Anda sendiri secara berirama. Untuk melakukannya, Anda hanya perlu mengingat beberapa kelompok angka ini:
3,14 adalah pi
1812 dan 1914 adalah tanggal perang bersejarah
12-7-1941 mewakili tanggal pemboman Pearl Harbor, atau awal perang dunia II
1945 adalah tahun berakhirnya perang dunia II
20/20 mewakili penglihatan yang sempurna
 Kini, nyanyikan angka ini untuk diri Anda sendiri.

4.      Teknik Jembatan Keledai
Teknik jembatan keladai adalah dengan mengganti lambang atau simbol tertentu dengan kata-kata yang mempunyai arti dan menjadi satu rangkaian yang punya makna.
Contoh:
Di dalam belajar kimia tentang sistem periodik pada unsur transisi periode IV, terdapat unsur-unsur berikut:
Sc – Ti - V – Cr – Mn – Fe – Co – Ni – Cu – Zn

Maka dapat kita buat menjadi kata-kata : Secara Tidak Vantas Crom Menuduh Feri Coba Nikam Cucu Zainal.
Sumber: Fred B. Chernow. 2001. The Sharper Mind. Jakarta : Gramedia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar