Kurikulum


PENGAJARAN REMIDIAL

Oleh:
Adi Saputra, S.Pd, M.Pd

1.     Pengertian Pengajaran Remedial

Dalam proses  pembelajaran  akan  selalu  ada  siswa-siswa  yang memerlukan bantuan baik dalam mencerna materi pelajaran maupun dalam mengatasi   kesulitan-kesulitan  belajar  yang  dialaminya,  sering  ditemui seseorang atau kelompok siswa yang tidak mencapai prestasi belajar yang diinginkan. Hasil belajar seorang siswa kadang-kadang di bawah rata-rata bila dibandingkan dengan hasil belajar teman-teman  sekelasnya, siswa- siswa seperti inilah yang perlu memperoleh pengajaran remedial.
Menurut Suhito  (1986:460)  menerangkan  bahwa  kata  remedial berarti  menyembuhkan,   membetulkan,   atau   membuat   menjadi   baik. Dengan  demikian pengajaran  remedial  adalah  suatu  bentuk  pengajaran yang  bersifat  menyembuhkan   atau  membetulkan,  atau  pengajaran  yang membuat menjadi baik. Pengajaran  remedial  merupakan bentuk khusus pengajaran yang bermaksud menyembuhkan atau memperbaiki kesulitan belajar siswa yang diarahkan kepada pencapaian hasil belajar yang optimal sesuai dengan kemampuan siswa.
Aspek-aspek yang diperbaiki dalam pengajaran remedial adalah sebagai berikut.
a)  Cara-cara belajar siswa
b)   Cara mengajar
c)  Materi pelajaran
d)  Alat  belajar  dan  lingkungan  yang  turut  serta  mempengaruhi  proses belajar-mengajar.

2.     Tujuan Pengajaran Remedial


Secara umum tujuan pengajaran remedial tidaklah berbeda dengan tujuan pengajaran pada umumnya yaitu agar setiap siswa dapat mencapai prestasi  belajar  sesuai  dengan  tujuan  yang  ditetapkan.  Menurut  Suhito (1986:46) menyatakan tujuan pengajaran remedial adalah agar siswa:
a)  Memahami  dirinya,  khususnya  yang  menyangkut  hasil  belajarnya, meliputi segi kekuatan, segi kelemahan, jenis dan sifat kesulitannya.
b)  Dapat memperbaiki cara-cara belajar ke arah yang lebih baik sesuai dengan kesulitan yang dihadapinya.
c)  Dapat memilih fasilitas belajar secara tepat.
d)  Dapat   mengatasi   hambatan-hambatan   belajar   yang   menjadi   latar belakang kesulitannya.
e)  Dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar baru yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang lebih baik.
f)   Dapat melaksanakan tugas-tugas belajar yang diberikan.

3.     Fungsi Pengajaran Remedial

Berdasarkan   pengertian    pengajaran    remedial    terlihat    bahwa pengajaran   remedial mempunyai fungsi yang menentukan dalam keseluruhan proses belajar-mengajar yang diperbaiki melalui pengajaran remedial adalah sebagai berikut.
a.  Fungsi Korektif

Pengajaran  remedial   mempunyai   fungsi   korektif,   artinya bahwa  melalui pengajaran remedial dapat diadakan pembetulan atau perbaikan  terhadap   aspek-aspek  yang  dipandang  belum  mencapai harapan semestinya dalam  keseluruhan proses belajar-mengajar. Hal- hal yang diperbaiki melalui pengajaran  remedial, antara lain sebagai berikut.
1)  Perumusan tujuan
2)  Penggunaan metode mengajar
3)  Cara-cara belajar
4)  Alat pengajaran
5)  Evaluasi
6)  Segi-segi pribadi siswa.

Dengan  perbaikan   terhadap   hal-hal   tersebut,   diharapkan prestasi  belajar siswa beserta faktor-faktor yang mempengaruhi dapat diperbaiki.
b.  Fungsi pemahaman
Yang  dimaksud  fungsi  pemahaman  ialah  bahwa  dengan pengajaran   remedial  memungkinkan  guru  siswa  dan  pihak-pihak lainnya  dapat   memperoleh  pemahaman  yang  lebih  baik  terhadap pribadi  siswa.  Siswa   diharapkan  dapat  lebih  memahami  terhadap dirinya dengan segala aspeknya. Demikian pula guru dan pihak-pihak lainnya dapat lebih memahami keadaan pribadi siswa.
c.  Fungsi penyesuaian
Pengajaran  remedial  dapat  membentuk  siswa  untuk  dapat menyesuaikan   dirinya   dengan   lingkungannya.   Dalam   pengajaran remedial terdapat penyesuaian yang baik antara siswa dengan tuntutan dalam proses  belajarnya. Siswa dapat belajar sesuai dengan keadaan dan kemampuan pribadinya, sehingga mempunyai peluang yang lebih besar  untuk  memperoleh  prestasi  belajar yang  lebih  baik.  tuntutan belajar yang diberikan kepada siswa telah disesuaikan dengan sifat, jenis, dan latar belakang kesulitannya sehingga diharapkan siswa lebih giat belajar.
d.  Fungsi pengayaan
Yang  dimaksud  dengan  fungsi  pengayaan  adalah  dengan pengajaran  remedial   dapat   memperkaya   proses   belajar-mengajar. Materi yang belum disajikan dalam pengajaran reguler, dapat diperoleh dalam pengajaran remedial. Pengayaan lain dapat berupa pengayaan dalam segi metode, alat yang digunakan dalam pengajaran remedial. Dengan demikian, hasil yang diperoleh siswa dapat lebih banyak, lebih dalam, lebih luas sehingga khasanah pengetahuannya lebih kaya.
e.  Fungsi akselerasi
Yang  dimaksud   dengan   fungsi   akselerasi   adalah   bahwa pengajaran remedial dapat mempercepat proses belajar baik dalam arti waktu  maupun  materi siswa  yang  tergolong  lambat  dalam  belajar, dapat dibantu dengan pengajaran remedial sehingga proses belajarnya lebih cepat.
f.    Fungsi terapeutik
Secara  langsung  atau  tidak  langsung,  pengajaran  remedial dapat              memperbaiki kondisi-kondisi kepribadian siswa yang diperkirakan menunjukkan adanya penyimpangan.

4.     Identifikasi dan Diagnostik Kesulitan Belajar

Langkah awal sebelum pengajaran remedial dilaksanakan adalah melakukan identifikasi  kesulitan  belajar.  Dalam  hal  ini  kegiatan  yang dilakukan adalah   mengetahui dan mencari siswa-siswa yang diperkirakan mengalami kesulitan belajar. Tujuan utama kegiatan ini adalah mengenal dan menetapkan siswa yang mengalami kesulitan belajar yang dimiliki siswa. Berbagai cara untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa antara lain dengan menggunakan:
a.  Teknik observasi atau pengamatan
Adalah teknik yang dilaksanakan dengan cara menjadikan pengamatan secara teliti serta pencatatan sistematik.
b.  Teknik meneliti hasil pekerjaan siswa
Yaitu  suatu  teknik  dengan  cara  memberikan  tugas  atau  pekerjaan kepada  siswa.  Teknik  ini  dapat  dilakukan  dengan  tertulis  ataupun secara lisan.
c.  Teknik test
Yaitu suatu teknik yang dilakukan dengan memberi tes kepada siswa untuk memperoleh data-data atau keterangan-keterangan yang diinginkan tentang kemampuan siswa. Tes yang digunakan adalah tes diagnostik  yaitu  tes  yang  digunakan  untuk  mengetahui  kelemahan- kelemahan  siswa.  Berdasarkan  kelemahan  ini,  siswa  diberi  bantuan sesuai dengan letak, jenis, dan sifat kesulitannya.
Dengan cara tersebut di atas dapat diketahui siswa-siswa mana yang mengalami kesulitan belajar. Setelah kegiatan identifikasi dilaksanakan, kegiatan selanjutnya adalah diagnosis kesulitan belajar.
Langkah-langkah yang  dilakukan  dalam  pengajaran  remidial adalah sebagai berikut.
a.  Indentifikasi  siswa  yang  diperkirakan  mengalami  kesulitan  belajar.
Untuk maksud itu dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.
1)     Menandai siswa yang diperkirakan mengalami kesulitan belajar baik yang  sifatnya umum ataupun khusus dalam mata pelajaran tertentu.        Cara yang dapat dilakukan adalah dengan membandingkan hasil  belajar yang diperoleh siswa dengan rata- rata  kelompok  atau  kelas  atau   dengan  membandingkan  hasil belajar yang dicapai siswa dengan tingkat  penguasaan minimal yang harus dikuasai siswa dalam mata pelajaran tertentu.
2)     Dari hasil yang diperoleh kemudian dianalisa. Dalam hal ini rata- rata nilai kelas atau kelompok yang dijadikan ukuran pembanding
bagi  setiap  angka  nilai  siswa.  Langkah-langkah  yang  dapat dilakukan adalah menghitung nilai rata-rata kelas atau kelompok, kemudian  menandai  siswa  yang  memiliki  rata-rata  angka  nilai hasil belajarnya di bawah rata-rata nilai kelas. Untuk mengadakan prioritas  layanan, dengan membuat peringkat (ranking) berdasarkan angka yang diperoleh.  Dengan  cara demikian dapat dikatakan  bahwa  siswa-siswa  yang  nilai  rata-ratanya  di  bawah nilai rata-rata kelasnya, diperkirakan mengalami kesulitan belajar.
b.  Lokalisasi letak kesulitan siswa
Setelah ditemukan  siswa  yang  mengalami  kesulitan  belajar, maka persoalan selanjutnya adalah pada bagian mana siswa mengalami kesulitan belajar,  pada ruang lingkup bahan yang manakah kesulitan belajar itu terjadi? Untuk menemukan hal-hal tersebut, menurut Suhito (1986:38) langkah-langkah yang dapat dilakukan sebagai berikut.
1)     Mendeteksi kesulitan belajar pada bidang studi.
Cara yang cukup sederhana dapat dilakukan adalah membandingkan angka nilai prestasi individu yang bersangkutan dari semua bidang studi dengan batas lulus yang telah ditetapkan.
2)     Mendeteksi pada kawasan tujuan belajar dan ruang lingkup bahan yang dipelajari.
Untuk keperluan ini, pendekatan yang paling tepat kita gunakan test diagnostik. Dengan menganalisa atau melihat bahan perincian yang telah disiapkan sebelumnya maka kita dapat segera mengetahui pada kawasan tujuan belajar itu terjadi.
3)     Mendeteksi dalam segi-segi proses belajar.
Hasil analisis empiris terhadap catatan keterlambatan penyelesaian tugas, prosentasi dan partisipasi kehadiran, kurang penyesuaian sosial  akan   memberikan  gambaran  yang  cukup  jelas  adanya kesulitan belajar dalam segi proses belajar.
c.  Menetapkan  kemungkinan  cara  mengatasi  kesulitan  belajar.  Pada langkah ini  disusun suatu rencana atau beberapa rencana yang dapat dilakukan untuk  membantu mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa. Rencana itu hendaknya berisi:
1)     Bahan-bahan    apa    yang    harus    diberikan    untuk    membantu mengatasi kesulitan belajar.
2)     Strategi  dan  pendekatan  mana  yang  harus  dilakukan  untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa.
d.  Tindak lanjut
Kegiatan yang diperkirakan paling tepat untuk kegiatan tindak lanjut adalah sebagai berikut.
1)     Melaksanakan  pengajaran  remedial.  Kegiatannya  dapat  berupa pengajaran remedial bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar.
2)     Melaksanakan pengecekan terhadap kemajuan belajar siswa baik pemahaman   siswa  terhadap  bantuan  yang  diberikan  ataupun mengecek  keefektifan   pemanfaatan  pengajaran  remedial  yang dilaksanakan.

5.     Metode, Strategi dan Pendekatan serta Prosedur Pengajaran Remedial

Metode     pengajaran      remedial      merupakan      metode     yang dilaksanakan dalam keseluruhan kegiatan remedial mulai dari identifikasi kasus sampai dengan langkah tindak lanjut. Beberapa metode yang dapat digunakan dalam  pelaksanaan pengajaran remedial antara lain metode : pemberian tugas, diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, tutor sebaya, dan pengjaran  individual  (Suryo  dan  Amin,  1984:43).  
Metode tutor  sebaya  adalah  kegiatan  bantuan  perbaikan  yang diberikan   oleh  teman-teman  sekelas  dengan  siswa  yang  mengalami kesulitan  belajar.  Manfaat  dari  pelaksanaan  pengajaran  remedial  oleh teman sebaya bukan hanya  dirasakan oleh tutor saja, tetapi juga menjadi penambah   semangat   bagi   siswa   yang   dibimbingnya,   ia   akan   lebih memahami konsep daripada sebelum pengajaran  remedial diberikan oleh tutornya. Hasil penelitian Hakim (dalam Zuchri, 1996:16)  menerangkan bahwa peranan teman sebaya dapat menumbuhkan dan membangkitkan persaingan  prestasi  belajar  secara  sehat,  karena  siswa  yang  dijadikan pengajar atau tutor, eksistensinya diakui oleh teman sebaya.
Bantuan yang diberikan oleh tutor sebaya dalam mengerjakan soal dapat menghilangkan kecanggungan. Sebab dengan teman sendiri tidak ada rasa segan, rendah diri, malu dan sebagainya untuk bertanya atau meminta bantuan. Seperti yang dikemukakan oleh Suryo dan Amin (1984:51) bahwa
”bantuan yang diberikan oleh teman-teman sebaya pada umumnya dapat memberikan  hasil  yang  cukup  baik.  Hubungan  antara  siswa  yang  satu dengan siswa yang lain,  pada umumnya terasa lebih dekat dibandingkan dengan hubungan antara siswa dengan guru”. Seringnya siswa yang belum berhasil belajar matematika menghubungi tutor sebaya menyebabkan lebih sering siswa itu belajar.
Siswa  yang   ditunjuk   sebagai   tutor   akan   ditugaskan   untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar berdasarkan petunjuk- petunjuk yang diberikan guru. Siswa yang ditugaskan sebagai tutor adalah siswa yang tergolong mempunyai keistimewaan, kepandaian, kecakapan di dalam  kelas  untuk  membantu  memberikan  penjelasan,  bimbingan,  dan arahan kepada siswa (temannya) yang kepandaiannya  agak  kurang atau lambat dalam menerima pelajaran. Namun demikian, fungsi tutor di  sini hanya membantu guru dalam melaksanakan kegiatan perbaikan bagi siswa yang memerlukan. Artinya pelaksana utama kegiatan perbaikan ini tetaplah guru itu sendiri dan  guru bertanggung jawab terhadap penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari.
Seperti halnya pengajaran biasa, pengajaran remedial mempunyai sasaran akhir adalah membantu setiap siswa dalam batas-batas normalitas tertentu  agar  dapat  mengembangkan  diri  seoptimal  mungkin,  sehingga dapat mencapai penguasaan dan  ketuntasan tertentu, sekurang-kurangnya sesuai dengan batas kriteria keberhasilan yang dapat diterima. Oleh karenaitu strategi dan pendekatan pengajaran remedial harus disesuaikan dengan keadaan kesulitan belajar siswa agar sasaran akhir dapat tercapai. Strategi dan pendekatan pengajaran remedial terdiri atas tiga macam yaitu: strategi dan  pendekatan  pengajaran  remedial  yang  bersifat  kuratif,  strategi  dan pendekatan pengajaran remedial bersifat preventif, strategi dan pendekatan pengajaran  remedial  yang  bersifat  pengembangan.  Akan  tetapi  dalam penelitian ini, strategi dan pendekatan yang digunakan dalam  pengajaran remedial   matematika   adalah   menggunakan   strategi   dan   pendekatan remedial yang bersifat kuratif.
Tindakan pengajaran remedial dikatakan bersifat kuratif apabila dilakukan  setelah program proses belajar mengajar utama. Tindakan ini dilakukan  berdasarkan  atas  kenyataan  empirik  bahwa  ada  siswa  atau beberapa siswa ataupun bahkan  sebagian besar siswa dalam kelas atau kelompok belajar dipandang tidak mampu menyelesaikan program proses belajar  mengajar  sesuai  dengan  kriteria  ketuntasan  keberhasilan  yang ditetapkan.
Pengajaran remedial  yang  bersifat  kuratif  ini  dapat  dilakukan dengan  teknik  pendekatan  berupa  pengulangan.  Pengulangan  ini  dapat terjadi pada beberapa tingkatan yaitu sebagai berikut.
a.  Pada setiap akhir jam pelajaran.
b.  Pada setiap akhir unit atau satuan pelajaran.
c.   Pada setiap akhir satuan program studi.
Pelaksanaan  layanan  pengajaran  remedial  ini  dapat  diberikan secara perorangan dan kelompok adalah sebagai berikut.
  a.  perorangan, jika siswa yang memerlukan bantuan jumlahnya terbatas, dan
  b. kelompok, jika sejumlah siswa yang mempunyai jenis, lokasi dan sifat   kesulitan yang sama.
Waktu dan cara pelaksanaannya dapat dilakukan:
a.  pada jam pelajaran berikutnya, jika sebagaian besar siswa mempunyai kesulitan belajar yang sama,
b.  di luar jam pelajaran biasa, misalnya diberi jam pelajaran tambahan pada hari atau jam tertentu, dan
c.  diadakan kelas remedial, khusus bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar  tertentu. Sedangkan siswa yang lain belajar dalam kelas biasa, apabila siswa yang mengalami kesulitan belajar tersebut telah mencapai tingkat  penguasaan  tertentu,  maka  dapat  belajar  bersama-sama  lagi dengan temannya dikelas biasa.
Prosedur yang  dapat  dilakukan  untuk  mengadakan  pengajaran remedial adalah sebagai berikut.
a.  Memberikan tes diagnostik yang berfungsi untuk mengukur kemampuan serta kesulitan yang ada pada diri siswa.
b.  Menganalisis hasil tes diagnostik tertentu.
Langkah ini dapat dilakukan dengan meneliti soal-soal yang tidak dapat dikerjakan    siswa, kemudian meninjau kemampuan-kemampuan prasyarat  yang  belum  dikuasai  siswa.  Dengan  demikian  kita  dapat meneliti pada kawasan tujuan belajar yang manakah kesulitan belajar itu terjadi dan meneliti ruang lingkup bahan yang manakah kesulitan belajar itu terjadi.
c.  Memberikan angket, cek-list sikap atau mengadakan wawancara untuk memperkirakan jenis, sifat, dan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar.
d.  Membuat rencana pembelajaran remedial, dengan memperhatikan hal- hal sebagai berikut:
1). Materi  sajian  dalam  pengajaran  remedial  berkaitan  erat  dengan prasyarat yang belum dikuasai siswa.
2). Strategi, pendekatan dan metode pengajaran remedial berkaitan erat dengan jenis, sifat dan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar