Kamis, 10 April 2014

Model atau Metode Pembelajaran untuk Kelas Cerdas Istimewa



Oleh:
Adi Saputra, S.Pd, M.Pd

Pembelajaran di kelas cerdas istimewa merupakan kegiatan nyata dalam mengimplementasikan kurikulum yang telah didiferensiasikan. Aspek- aspek yang berkaitan dengan pembelajaran penting dibicarakan diantaranya adalah model pembelajaran. Pembelajaran untuk siswa cerdas istimewa Barbe dan Renzulli menyarankan sebagai berikut:
1.        Membentuk  pengalaman  belajar  sesuai  dengan  rasa  ingin  tahu alamiah siswa dengan menghadapkan pada masalah-masalah yang relevan dengan kebutuhan, tujuan dan minat siswa.
2.        Memperkenankan  siswa  untuk  ikut  serta        dalam  menyusun  dan merencanakan kegiatan-kegiatan belajar.
3.        Memberi pengalaman dari kehidupan nyata yang meminta peran serta aktif  siswa  dan  mengembangkan  kemampuan            yang diperlukan untuk itu.
4.        Sedapat mungkin guru bertindak sebagai penyampai informasi dan tidak memaksa memberi  pengetahuan yang belum siap diterima oleh siswa.
5.        Mengusahakan agar program belajar cukup fleksibel untuk mendorong siswa melakukan penyelidikan, percobaan, dan penemuan sendiri.
6.        Mendorong dan menghargai inisiatif, keingintahuan dan menguji, serta membangun orisinalitas.
7.        Membiarkan siswa belajar dari kesalahannya dan menerima akibatnya selama tidak berbahaya atau membahayakan.
Selanjutnya metode pengajaran bagi siswa cerdas istimewa yang disarankan oleh para ahli pendidikan bermacam-macam, namun menurut   Akbar  metode  pembelajaran  yang  paling  sesuai  adalah metode  pembelajaran  yang  berorientasi  pada  cara  berpikir  induktif, divergen  dan evaluatif.  Hafalan  pada  pembelajaran  di  program kelas cerdas istimewa sejauh mungkin dicegah dengan memberikan tekanan pada tehnik yang berorientasi pada penemuan dan pendekatan induktif.
Sesuai  dengan  karakteristik  siswa  berbakat  intelektual, maka guru harus menggunakan   metode-metode   yang   banyak   memberi kesempatan  kepada  siswa  agar  mereka  dapat  aktif berpikir, dapat menemukan  masalah  dan  memecahkannya,  melakukan  percobaan- percobaan dan penelitian ilmiah, menyusun laporan dan sebagainya.
Kitano mencontohkan  metode-metode yang dapat digunakan untuk mengajar siswa berbakat intelektual sebagi berikut :
1.    Independent study, ialah memberikan kesempatan yang luas kepada siswa gifted untuk  mengerjakan  aktifitas  tertentu seperti melalukan proyek riset.
2.     Memberikan kesempatan maju dengan cepat dan kesempatan untuk mempelajari  unit  pelajaran yang  lebih  tinggi,  yaitu  memberi kesempatan   untuk   mengusahakan   aktivitas   belajar  baru   dan menghindarkan kebosanan karena pengulangan terhadap keterampilan yang sebenarnya sudah dikuasainya.
3.       Mempraktekkan  tingkat  proses  berpikir  tinggi,  yaitu  kegiatan belajar yang menuntut analisis, sintesis, dan cara berpikir divergen.
4.    Pelibatan  pembicara  tamu,  yaitu  mengundang  pembicara  tamu dengan tujuan memperkaya informasi yang berkaitan dengan topik yang ada pada kurikulum.
5.       Mentors, ialah kegiatan belajar dimana seseorang yang lebih tinggi keahliannya melakukan diskusi dan bekerja dalam lapangan interes yang    menarik   kedua   belah   pihak.  Mungkin   mentor  dapat memberikan kesempatan bekerjasama dalam bentuk memberikan bacaan,   ide-ide  dan melibatkan  siswa  dalam  aktivitas-aktivitas ilmiah.
6.       Pemberian materi yang lebih tinggi.

Pembelajarn atau kegiatan belajar mengajar di kelas cerdas istimewa dari beberapa pendapat di atas mencerminkan suatu kegiatan belajar yang berpusat pada siswa. Model atau metode yang digunakan lebih mendorong siswa untuk mandiri,  kreatif dan melakukan proses berpikir tingkat tinggi secara  intensif.  Siswa  didorong  untuk  mempelajari  sesuatu  secara mendalam dan luas namun  tetap  sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Apalagi sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 yang menerapkan pembelajaran saintifik dengan penilaian autentik, maka model atau metode yang dapat digunakan antara lain adalah model inquiri, discovery, problem base learning, dan project base learning.
Pemilihan model pembelajaran mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut.
1.    Karakteristik pengetahuan yang dikembangkan menurut kategori faktual, konseptual, prosedural, dan metkognitif. Pada pengetahuan faktual dan konseptual dapat dipilih discovery learning, sedangkan pada pengetahuan prosedural dapat dipilih project based learning dan problem based learning.
2.  Karakteristik keterampilan yang tertuang pada rumusan kompetensi dasar dari KI-4. Pada keterampilan abstrak dapat dipilih discovery learning dan problem based learning, sedangkan pada keterampilan konkrit dapat dipilih project based learning.
3.      Pemilihan ketiga model tersebut mempertimbangkan sikap yang dikembangkan, baik sikap religius (KI-1) maupun sikap sosial (KI-2).
Dimensi pengetahuan dapat dibagi menjadi 4, yaitu:
1.        Fakta, yaitu kejadian atau peristiwa yang dapat dilihat, didengar, dibaca, disentuh, atau diamati.
2.        Konsep, merupakan ide yang mempersatukan fakta-fakta atau dengan kata lain konsep merupakan suatu penghubung antara fakta-fakta yang saling berhubungan.
3.        Prinsip, merupakan generalisasi tentang hubungan antara konsep-konsep yang berkaiatan.
4.        Prosedur, merupakan sederatan langkah yang bertahap dan sistematis dalam menerapkan prinsip.


Dimensi Pengetahuan
/Kegiatan Pembelajaran
Fakta
Konsep
Prinsip/ Prosedur
Metakognitif
Mengamati
Ö



Menanya
Ö
Ö
Ö

Mencoba/Mengumpulkan Informasi
Ö
Ö
Ö

Mengasosiasi
Ö
Ö
Ö
Ö
Mengomunikasikan
Ö
Ö
Ö
Ö



a.        Model Inquiri
Tujuan:
Model ini bertujuan memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi atau eksperimen untuk mencari jawaban atau menyelesaikankan masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis dan logis.
Langkah pembelajaran
           1.  Penyajian fenomena
2.    Melakukan observasi
3.    Merumuskan masalah
4.    Mengajukan hipotesis
5.    Mengumpulkan data
6.    Menganlisis data
7.    Menyimpulkan

Langkah
Mengamati
Menanya
Mencoba
Mengasosiasi
Mengomuni-kasikan
Penyajian fenomena




Melakukan observasi




Merumuskan masalah




Mengajukan hipotesis




Mengumpulkan data




Menganlisis data




Menyimpulkan



b.        Model Discovery
Tujuan:
Model pembelajaran ini bertujuan mengarahkan peserta didik untuk memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan, mendorong peserta didik untuk dapat mengidentifikasi apa yang ingin diketahui dilanjutkan dengan mencari informasi sendiri kemudian mengorgansasi atau membentuk (konstruktif) apa yang peserta didik ketahui dan pahami dalam suatu bentuk akhir yang terkait dengan penggunaan proses mental peserta didik untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip.
Langkah pembelajaran
           1.   Menciptakan stimulus/rangsangan (Stimulation)
2.    Menyiapkan pernyataan masalah (Problem Statement)
3.    Mengumpulkan data (Data Collecting)
4.    Mengolah data (Data Processing)
5.    Memverifikasi data (Verrification)
6.    Menarik kesimpulan (Generalisation)
Langkah
Mengamati
Menanya
Mencoba
Mengasosiasi
Mengomuni-kasikan
Stimulation
Pemberian Stimulus



Problem Satatement
(Identifikasi Masalah)


Data Callecting
Mengumpul-kan Data




Data Processing
Mengolah Data




Verification
Menguji Hasil




Generalization
Menyimpulkan




c.         Model Problem Base Learning
Tujuan:
Model pembelajaran ini bertujuan merangsang peserta didik untuk belajar melalui berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Langkah pembelajaran
           1.    Mengorientasi peserta didik pada masalah
2.    Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran
3.    Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok
4.    Mengembangkan dan Menyajikan hasil karya
5.    Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah
Langkah
Mengamati
Menanya
Mencoba
Mengasosiasi
Mengomuni-
kasikan
Orientasi masalah


Pengorganisasian Kegiatan




Bimbingan Penyelidikan




Mengembangkan dan Menyajikan Hasil




Analisis dan Pemecahan Masalah






d.        Model Project Base Learning
Tujuan:
Model pembelajaran ini bertujuan untuk pembelajaran yang memfokuskan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi dan memahami pembelajaran melalui investigasi nya, membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum, memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif.
Langkah pembelajaran
           1.   Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek
2.    Mendesain perencanaan proyek
3.    Menyusun Jadwal
4.    Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek
5.    Menguji hasil
6.    Mengevaluasi kegiatan/pengalaman
Langkah
Mengamati
Menanya
Mencoba
Mengasosiasi
Mengomuni-
kasikan
Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek



Mendesain perencanaan proyek




Menyusun Jadwal




Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek




Menguji hasil




Mengevaluasi kegiatan/pengalaman





Tidak ada komentar:

Posting Komentar