Senin, 30 Januari 2012

Kompetensi Guru

Berdasarkan LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR 16 TAHUN 2007 TANGGAL 4 MEI 2007 STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU, maka kompetensi guru dapat dilihat pada bagian bawah ini.
Standar Kompetensi Guru Mata Pelajaran di SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK*

No.
KOMPETENSI INTI GURU
KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN
Kompetensi Pedagodik
1.
Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.
1.1       Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial- budaya.
1.2       Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
1.3       Mengidentifikasi bekal-ajar awal peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
1.4       Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
2.
Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran
yang mendidik.
2.1       Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang
mendidik terkait dengan mata pelajaran
yang diampu.
2.2       Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu.
3.
Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata
pelajaran yang diampu.
3.1       Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
3.2       Menentukan tujuan pembelajaran yang
diampu.
3.3       Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu.
3.4       Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran.
3.5       Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik.
3.6       Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.
4.
Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
4.1       Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik.
4.2       Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran.

4.3       Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan.

Minggu, 29 Januari 2012

Pembelajaran Tuntas, Remidial, dan Pengayaan



Berdasarkan Juknis yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Nasional tentang Juknis Pembelajaran Tuntas, Remidial, dan Pengayaan menyebutkan bahwa remedial harus dimulai dengan diagnosis kesulitan belajar, perlakuan pembelajaran, dan diakhiri dengan penilaian. Namun para guru di lapangan masih sering melakukan remedial hanya dengan melakukan penilaian langsung tanpa ada proses diagnosis dan perlakuan (pembelajaran). Mudah-mudahan tulisan singkat ini akan membantu teman-teman guru di dalam memahami pembelajaran tuntas, remedial, dan pengayaan. Tulisan ini dilengkapi dengan Juknis yang bisa teman-teman download.

Pembelajaran Tuntas
Pembelajaran tuntas (mastery learning) adalah pola pembelajaran yang menggunakan prinsip ketuntasan secara individual .Selanjutnya pembelajaran tuntas dalam proses pembelajaran berbasis kompetensi adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan  peserta didik menguasai secara tuntas seluruh standar kompetensi dan kompetensi dasar serta seluruh indiaktor mata pelajaran tertentu.

Prinsip-prinsip utama pembelajaran tuntas adalah:
a.   Kompetensi yang harus dicapai peserta didik dirumuskan dengan  urutan yang hierarkis;

b.   Penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan patokan, dan setiap kompetensi harus diberikan feedback;

c.    Pemberian  pembelajaran  remedial serta bimbingan yang  diperlukan  untuk peserta didik yang belum mencapai criteria ketuntasan minimal;

d.   Pemberian program pengayaan bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih awal.

Senin, 23 Januari 2012

Gambar Persepsi

Gambar-gambar di bawah ini bertujuan untuk menguji persepsi kita terhadap sesuatu benda. Persepsi kita  bisa jadi berbeda-beda tergantung pola pikir dan pengalaman kita yang telah kita alami. Gambar-gambar di bawah ini pada bagian akhir ada jawabannya.
Download: Jawaban

Minggu, 22 Januari 2012

Penggunaan Musik dalam Pembelajaran


Oleh:
Adi Saputra, M.Pd
 
Sejarah musik dalam peradaban manusia sudah sangat tua, setua usia peradaban itu sendiri. Musik merupakan satu aspek penting dalam hidup manusia dan respon kita terhadap musik, tampaknya sudah terukir dalam otak sejak kita dilahirkan. Dalam buku Music, Mind and Brain, Manfred Clynes menjelaskan bagaimana musik dapat mempengaruhi seluruh  aktivitas otak. Struktur musik yang harmonis, kualitas interval, timbre, pola nada dan tempo diproses pada otak kanan kita. Sedangkan perubahan yang cepat seperti pada volume suara, penataan nada suara, dan lirik diproses pada otak kiri.
Pengaruh musik juga dapat kita rasakan pada detak jantung kita. Saat kita mendengarkan musik, otak memproses apa yang kita dengar sehingga detak jantung kita cenderung  mengikuti atau sinkron dengan kecepatan musik tersebut. Hal ini menjelaskan mengapa saat kita mendengarkan musik dengan tempo yang tinggi, detak jantung kita  meningkat dan kita menjadi semangat. Saat kita mendengar musik dengan tempo yang rendah, misalnya sekitar 55-70 bit per menit, detak jantung akan melambat dan kita akan menjadi rileks.