Selasa, 30 Oktober 2012

SEMBILAN SYARAT MENJADI ORANG BERPENGARUH



Di bawah ini ada sembilan syarat yang harus dimiliki oleh siapa saja yang ingin menjadi orang berpengaruh.
1.       INTEGRITAS (INTERGRITY)
Membangun hubungan berdasarkan kepercayaan.

2.       MEMELIHARA ( NURTURING)
Peduli terhadap orang lain sebagai individu.

3.       KEPERCAYAAN (FAITH)
Percaya kepada orang lain.

4.       MENDENGARKAN (LISTENING)
Menghargai apa yang hendak dikatakan orang lain.

5.       MEMAHAMI (UNDERSTANDING)
Melihat dari sudut pandang orang lain.

6.       MEMPERBESAR (ENLARGING)
Membantu orang lain menjadi besar.

7.       MENAVIGASI (NAVIGATING)
Membantu orang lain melewati kesulitan.

8.       MENGHUBUNGKAN (CONNECTING)
Memulai hubungan yang positif.

9.       MEMBERDAYAKAN (EMPOWERING)
Memberi orang lain kekuatan untuk memimpin.
Sumber: Becoming a Person of Influence karangan John C. Maxwell dan Jim Dornan.

Kamis, 25 Oktober 2012

KEANEHAN-KEANEHAN SEPUTAR REPRODUKSI

Sepasang Gay Mempunyai Anak 
(Doug Okun 38 Tahun dan Eric Etingthon 37 Tahun)
Laki-Laki Hamil
(Pasangan Thomas dan Nancy Beatie, Juli 2008)
Seorang Ibu Melahirkan 6 Bayi Kembar
(Nadya Suleman, Tahun 2009)
Seorang Nenek Melahirkan Bayi Ketika Berumur 62 Tahun
(Janise Wulf, Anaknya yang Ke-12)

Sumber:
Robeer Crooks dan Karla Baur. 2011. Our Sexuality. Belmont : Wadsworth, Cencage Learning.

MODUL STRUKTUR ATOM



Standar Kompetensi
1.  Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia

Kompetensi Dasar
1.1.       Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron.

Anda akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.
· Mengkaji tabel periodik unsur untuk menentukan notasi atom,  partikel dasar, konfigurasi elektron, golongan dan periode unsur utama.
· Mengindentifikasi unsur ke dalam isotop, isobar, dan isoton melalui kerja kelompok.

Akhirnya Anda akan mampu :

·     Menentukan notasi atom
·     Menentukan partikel dasar (proton, elektron dan neutron)
·     Mengklasifikasi unsur ke dalam isotop, isobar dan isoton.
·     Menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi.
·     Menentukan golongan dan periode golongan utama dar konfigurasi elektron.
Ringkasan Materi

Notasi Atom
Dalam percobaan menunjukkan bahwa atom mempunyai inti dan kulit atom. Di dalam inti terdapat proton dan neutron yang menentukan besarnya massa sebuah atom. Jumlah proton atau muatan positif yang terdapat dalam inti atom ditunjukkan oleh nomor atom. Untuk atom netral jimlah muatan positif (proton) sama dengan jumlah muatan negatif (elektron). Jumlah total keseluruhan proton dan neutron yang terdapat dalam inti atom ditunjukkan oleh nomor massa.
Notasi atau simbol atom yang dilengkapi dengan nomor massa dan nomor atom dapat ditulis sebagai berikut :
X
Keterangan :  A= nomor massa
                     B= nomor atom
                     C= lambang unsur

Jumlah Proton, Elektron dan Neutron
Atom yang netral memliki jumlah proton sama dengan jumlah elektron.

Z = p = e

Keterangan : p = proton
                    e = elektron
Nomor massa menunjukkan jumlah nukleon (proton dan neutron) yang terdapat dalam inti atom. Jumlah nukleon dalam suatu unsur dinyatakan sebagai nomor massa atom unsur itu. Apabila jumlah neutron dalam inti atom dilambangkan n dan jumlah proton dilambangkan p, nomor massa dapat dirumuskan sebagai berikut :
A = p + n

Oleh karena p sama dengan Z, maka:

A = Z + n  atau n = A – Z
Keterangan : A = jumlah proton + jumlah neutron (p + n)
                    Z = jumlah proton
                    n = jumlah neutron
Nomor atom, jumlah proton dan jumlah elektron merupakan cirri yang khas untuk suatu unsur. Artinya setiap atom suatu unsur yang sama selalu mempunyai nomor atom, jumlah proton dan jumlah electron yang sama pula.
Atom yang netral mempunyai jumlah proton yang sama dengan jumlah elektronnya. Jika suatu atom melepaskan elektron, atom tersebut menjadi bermuatan positif atau disebut kation  sebab jumlah proton lebih banyak dari jumlah elektron. Namun jika atom menangkap elektron akan menjadi bermuatan negatif  atau disebut anion, sebab mempunyai jumlah elektron yang lebih banyak dari proton. Perubahan tersebut hanya terjadi pada elektron, sedangkan jumlah proton dan neutron tetap sama sebab inti atom tidak berubah.

Jumat, 19 Oktober 2012

GURU SUKSES DAN GURU GAGAL



Guru sukses menghayati pekerjaannya dan penuh semangat. Mereka mencintai  profesi mengajar seperti penulis suka menulis,seperti penyanyi suka menyanyi. Mereka adalah orang-orang yang memiliki motivasi, gairah untuk pekerjaan, karakter spontanitas, dan sangat senang melakukan apa yang mereka lakukan.
-Thomas Cronin
 
Karakteristik Guru Sukses:
Ø  Mampu memotivasi siswa
Ø  Berpusat kepada siswa
Ø  Konsisten
Ø  Empati
Ø  Berorientasi kepada tim
Ø  Bersedia untuk melayani
Ø  Mampu bekerjasama
Ø  Fleksibel
Ø  Keterampilan interpersonal yang baik
Sumber: Breeding,M & Whitworth, J (1999)
 

Mengapa Guru Gagal?

Sayangnya, guru kadang-kadang tidak
berhasil dalam profesi yang mereka pilih. Dalam survey yang meminta kepada pengelola sekolah tentang alasan untuk kegagalan guru (pemecatan, teguran, mutasi), Profesor Jack Riegle di dalam penelitiannya menemukan guru lebih mungkin untuk dipecat karena miskin keterampilan interpersonal daripada kurangnya pengetahuan tentang pelajaran mereka. Alasan yang paling sering disebut responden adalah sebagai berikut:
v  Ketidakmampuan untuk mengatur dan mengendalikan kelas.
v  Kurangnya pengetahuan mengenai bagaimana anak-anak tumbuh dan berkembang yang
       berkaitan dengan interaksi guru dan murid
v  Ketidakmampuan untuk bekerja secara efektif dengan pendidik lain.
v  Ketidakmampuan untuk bekerja secara efektif dengan orangtua siswa.
v  Ketidakmampuan menguasai materi pelajaran yang diampu.
v  Lainnya: amoralitas, pembangkangan, ketidakhadiran, kekerasan pada anak, kepikunan,     atau obat-obatan dan alkohol.
Sumber: Riegle, J. D. (1985). What administrator say about why teachers fail. The Teacher Educator. 21 (1), 15-18.
 

DUA PULUH TUJUH KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN GURU
1.        Berbicara dengan nada monoton
2.        Menggunakan sarkasme atau kata-kata kasar
3.        Mempermalukan siswa di depan rekan-rekannya
4.        Berbicara lemah ke siswa sehingga tidak terdengar bagi siswa yang duduk di belakang
5.        Tidak tahu nama-nama siswa
6.        Tidak konsisten di dalam menerapkan disiplin atau tidak adil di dalam kelas
7.        Mengggunakan bahasa tabu atau bersifat SARA
8.        Tidak cukup siap di dalam pembelajaran
9.        Ceramah yang tidak tepat sasaran atau “ngambang”
10.    Tidak beraturan di dalam mengajar
11.    Menggunakan humor yang tidak pantas
12.    Membiarkan terlalu banyak interupsi dan protes
13.    Mengharapkan kesempurnaan bukan keunggulan
14.    Mengabaikan siswa yang lambat belajar
15.    Tidak mengklarifikasi harapan, aturan, dan rutinitas
16.    Membeda-bedakan siswa
17.    Tidak menguasai materi pelajaran
18.    Berbicara kepada papan tulis
19.    Mencoba untuk mengambil muka siswa
20.    Tidak menggunakan variasi dalam pembelajaran
21.    Mencoba berpura-pura
22.    Tidak memiliki tujuan yang jelas dalam merancang pelajaran
23.    Membuat tujuan pembelajaran terlalu rendah
24.    Kurang merawat  atau menjaga kebersihan pribadi
25.    Menghargai perilaku yang tidak pantas
26.    Mengisolasi diri dari rekan-rekan
27.    Tidak belajar dari kesalahan yang telah diperbuat sebelumnya
Sumber:  Ronald L. Partin. 2009. The Classroom Teacher’s Survival Guide. San Francisco: Josey-Bass