Slide 1

Berbagai macam moda pembelajaran

Slide 2

Literasi

Slide 3

Kegiatan Pramuka

Slide 4

Kerucut Pengalaman

Slide 5

Pembelajaran Aktif

Minggu, 18 Januari 2026

Panduan Supervisi Klinis untuk Pengawas, Kepala Sekolah, dan Guru

Supervisi pendidikan dalam paradigma lama seringkali diidentikkan dengan kunjungan mendadak, penilaian, dan pencarian kesalahan. Supervisi diidentikkan dengan penilaian dan inspeksi pengawas kepada guru. Karena munculnya stigma negatif terlebih dahulu dimana supervisi dianggap sebagai sebuah inspeksi dalam rangka “mencari-cari” kesalahan, maka aktivitas supervisi tidak dianggap sebagai sebuah momentum untuk melakukan perbaikan. Dari perspektif objek yang disupervisi, kegiatan ini tidak dimaknai secara substantif, namun dianggap sebagai upaya mencari kekurangan yang tidak substansial dan hanya bersifat formalitas administratif saja. Inilah yang menyebabkan kualitas supervisi menjadi tidak maksimal sehingga menghasilkan rekomendasi dan output yang tidak maksimal juga. Seharusnya, budaya kerja yang berorientasi pada mutu menjadi pemahaman bersama sekaligus standar yang harus dipegang dalam melaksanakan supervisi.

Minggu, 04 Januari 2026

Bukan Sekadar Kerja Kelompok: 7 Kebenaran Mengejutkan Tentang Belajar Aktif yang Wajib Guru Tahu

Anggap saja teknik-teknik dalam pembelajaran aktif sebagai 'stetoskop' bagi pengajar; mereka memungkinkan diagnosis pemahaman kelas secara real-time, sehingga 'resep' pengajaran dapat disesuaikan sebelum 'penyakit' kebingungan menjadi kronis. Ini adalah lingkaran umpan balik yang dinamis dan responsif.

Pendahuluan: Mengapa Belajar yang Membosankan Harus Jadi Masa Lalu?

Pernahkah Anda duduk di ruang kelas, menatap guru yang sedang bersemangat menjelaskan, namun pikiran Anda melayang entah ke mana? Anda mencatat atau hanya duduk, mengangguk, tetapi tidak ada satu pun materi yang benar-benar meresap. Pengalaman ini adalah gejala klasik dari pembelajaran pasif sebuah model di mana siswa hanyalah bejana kosong yang menunggu untuk diisi.

Sabtu, 03 Januari 2026

228 Teknik Pembelajaran Interaktif untuk Mengaktifkan Peserta Didik dalam Kelas

Teknik-teknik ini memiliki banyak manfaat: Guru dapat dengan mudah dan cepat menilai apakah siswa telah benar-benar menguasai materi (dan berencana untuk mendedikasikan lebih banyak) waktu untuk itu, jika perlu), dan proses pengukuran pemahaman siswa dalam banyak kasus juga merupakan latihan untuk materi seringkali siswa tidak benar-benar belajar materi sampai diminta untuk menggunakannya dalam penilaian seperti ini. Akhirnya, sifat penilaian ini mendorong interaktivitas dan membawa beberapa manfaat. Siswa dibangkitkan dari kepasifan hanya mendengarkan ceramah dan alih-alih menjadi penuh perhatian dan terlibat, dua prasyarat untuk efektif sedang belajar. Teknik-teknik ini sering dianggap “menyenangkan”, namun seringkali lebih efektif daripada ceramah dalam memungkinkan belajar siswa.

Rabu, 31 Desember 2025

Cara Merancang dan Melaksanakan STEM Sebagai Kokurikuler Pembelajaran Kolaboratif Lintas Disiplin Ilmu

Saat ini pembelajaran STEM lagi diarahkan oleh Kemendikdasmen agar diterapkan di sekolah. Hal ini lebih dulu diterapkan pada Sekolah Garuda yang dikelola di bawah Kemendiktisaintek. Namun untuk sekolah regular masih banyak kepala sekolah ataupun guru bingung untuk menerapkannya karena terkendala dengan berbagai faktor seperti sarana dan prasarana, karakteristik siswa, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran STEM. Sebenarnya implementasi pembelajaran STEM di Indonesia sering kali dilakukan melalui tiga perspektif utama, yaitu STEM sebagai kerangka berpikir lintas mata pelajaran, STEM sebagai pendekatan terpadu, dan STEM sebagai mata pelajaran. Dalam tulisan ini akan kita jelaskan lebih luas adalah STEM sebagai kerangka berpikir lintas mata pelajaran baik dalam perencanaan dalam bentuk modul ajar sampai teknis pelaksanaannya, karena lebih mudah dalam penerapannya dengan walaupun sekolah terkendala dengan sarana dan kompetensi guru. Di samping itu pendekatan ini juga dapat digunakan sebagai kegiatan pembelajaran kokurikuler dalam bentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu.

Jumat, 26 Desember 2025

Revolusi Kelas: Panduan Strategis Model Flipped Classroom untuk Pembelajaran Era Digital

Sesuai dengan dimensi profil lulusan kemandirian pada Pendekatan Pembelajaran Mendalam berfokus pada kemampuan peserta didik untuk bertanggung jawab atas proses belajar, mengambil inisiatif, mengatur diri (regulasi diri), dan menyelesaikan tugas tanpa tergantung orang lain, yang diwujudkan melalui kesadaran diri (refleksi diri) dan kemampuan adaptasi, menjadikannya pribadi yang proaktif dan mampu belajar mandiri sepanjang hayat. Berdasarkan dimensi ini seharusnya melatih lulusan untuk menjadi pembelajar aktif yang mampu menghadapi tantangan dan terus mengembangkan diri secara mandiri. Maka yang paling tepat strategi atau model pembelajarannya adalah Model Flipped Classroom. Maka melalui artikel ini penulis akan menjelaskan pengertian, peran guru, langkah pembelajaran, tantangan atau kendala, dan strategi untuk pertama kali penerapannya di dalam kelas. Artikel ini dilengkapi dangan gambar, tabel, dan video untuk memaparkan tentang Model Flipped Classroom.

Rabu, 24 Desember 2025

NotebookLM: Aplikasi Google Fantastis untuk Pembelajaran yang Wajib Diketahui Pendidik, Pelajar, dan Profesional

Saat ini, guru dan siswa dapat menggunakan NotebookLM untuk langsung membuat kartu catatan, kuis, laporan profesional, video, audio podcast, infografis, presentasi, dan banyak lagi. Mengubah informasi menjadi pengetahuan itu menantang, baik Anda sedang mempersiapkan ujian, memulai proyek baru, atau mengeksplorasi minat baru. Itulah sebabnya Google menciptakan NotebookLM sebagai mitra AI personalisasi Anda untuk riset dan berpikir. NotebookLM membantu Anda membuat koneksi dan memahami materi kompleks lebih cepat. Aplikasi ini telah digunakan guru dan siswa di seluruh dunia untuk segala hal mulai dari menyiapkan sumber belajar, memahami topik dengan cepat hingga mempersiapkan ujian. Pada artikel ini juga dilengkapi dengan video cara menggunakan NotebookLM untuk berbagai kebutuhan baik sebagai pendidik, pelajar, atau profesional.

Minggu, 14 Desember 2025

9 Metode & Strategi Pembelajaran Praktis untuk Pemanfaatan Panel Datar Interaktif (IFP) di dalam Kelas

Tulisan ini menjelaskan metode atau strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran dengan memanfaatkan Panel Datar Interaktif atau IFP. Metode atau strategi mulai dengan menggunakan catatan tempel, integrasi multimedia, gamifikasi, flipped classroom, kunjungan virtual sampai dengan merekam pembelajaran. Masing-masing metode atau strategi ini dilengkapi langsung dengan tautan yang dapat diakses langsung. Jadi semoga dengan adanya Panel Datar Interaktif ini di sekolah bukanlah dijadikan hanya pengganti papan tulis biasa. Silakanlah Bapak/Ibu guru memanfaatkan segala fitur yang ada dengan menggabungnya dengan berbagai aplikasi agar pembelajarannya semakin meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Pada akhirnya akan terwujud tujuan utama pemerintah untuk mempercepat digitalisasi pembelajaran dan memeratakan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.

Minggu, 07 Desember 2025

Mengubah Ruang Kelas: Panduan Lengkap dan Strategi Penerapan dalam Pembelajaran untuk Interactive Flat Panel (IFP) Hisense

Sesuai dengan target keseluruhan program digitalisasi sekolah adalah mendistribusikan 288 ribu unit IFP (Interactive Flat Panel) ke sekolah-sekolah di tanah air. Program ini merupakan inisiatif pemerintah melalui Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) untuk mempercepat digitalisasi pembelajaran di Indonesia.

Rabu, 03 Desember 2025

Bukan Sekadar Belajar Mandiri: Peta Harta Karun untuk Guru Modern dengan Model Inkuiri Terbimbing

Pendahuluan: Membimbing, Bukan Menggurui

Ingatkah Anda saat pertama kali mendapat tugas riset atau makalah di sekolah? Perasaan bingung, cemas, dan tekanan untuk segera "menemukan jawaban yang benar." Anda mungkin menatap halaman kosong, tidak tahu harus mulai dari mana, merasa bahwa kebingungan ini adalah tanda kegagalan. Pengalaman ini begitu universal hingga hampir menjadi ritual wajib dalam pendidikan. Kita semua pernah merasakannya: tuntutan untuk memilih topik secara instan, mengumpulkan sumber, dan menghasilkan sebuah produk akhir yang sempurna.

Minggu, 30 November 2025

5 Fakta Mengejutkan tentang Pendidikan STEM yang Wajib Anda Tahu

Pendahuluan: Membedah Kembali Makna STEM yang Sebenarnya

Istilah 'STEM' sering kita dengar, mulai dari kurikulum sekolah hingga diskusi tentang masa depan industri. Namun, bagi banyak orang, pemahaman tentang STEM masih terbatas pada robotika, koding, atau pelajaran sains yang rumit. Anggapan ini menciptakan jarak dan membuatnya terasa tidak terjangkau. Padahal, panduan resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah justru mengungkap STEM sebagai sebuah praktik pedagogis yang jauh lebih luas, mudah diakses, dan sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman.

Sabtu, 15 November 2025

5 Aplikasi Gratis Artificial Intellegences yang Dapat Digunakan Dalam Pembelajaran Mendalam

Pendahuluan

Dunia pendidikan terus berkembang, dan teknologi Artificial Intelligence (AI) menawarkan peluang luar biasa untuk meningkatkan proses belajar mengajar. Bagi para guru, AI bukan lagi sekadar tren, melainkan alat yang ampuh untuk meningkatkan produktivitas, personalisasi pembelajaran, dan memicu kreativitas. Atau dengan istilah lainnya, “Guru Zaman Sekarang Bukan Lagi Bekerja Keras Tapi Bekerja Cerdas”. Artikel ini akan membahas lima aplikasi AI yang sangat bermanfaat bagi guru dan siswa: Canva AI, NotebookLM, AgnesAI, ConkerAI, dan MovieFlowAI. Mari kita selami bagaimana masing-masing aplikasi ini dapat mentransformasi ruang kelas Anda!

Minggu, 05 Oktober 2025

Jeda Ceria, Aktivitas untuk Meningkatkan Fokus dan Mengurangi Strees Siswa dalam Pembelajaran

Siswa memiliki kapasitas belajar yang luas, tetapi juga membutuhkan istirahat untuk perkembangan pikirannya. Duduk terlalu lama di sekolah atau di rumah dapat mengakibatkan kebosanan, frustrasi, dan penurunan fokus. Aktivitas rehat otak memiliki pengaruh yang signifikan. Singkat, sederhana, dan menyenangkan, rehat ini memungkinkan anak-anak untuk bersantai, melepaskan stres, dan kembali belajar dengan segar. Maka untuk mecapai tujuan tersebut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan aktivitas dalam pembelajaran yang disebut dengan "Jeda Ceria". Pada tulisan ini akan dijelaskan apa itu Jeda Ceria, langkah-langkan aktivitasnya, dan kegiatan lain yang dapat digunakan sebagai aktivitas sejenis dengan jeda ceria sebagai variasi kegiatan bagi guru di dalam kelas.

Kamis, 04 September 2025

5 Strategi Pembelajaran Profesional Kolaboratif (Collaborative Professional Learning) di Sekolah

Dengan penerapan pendekatan pembelajaran mendalam di satuan pendidikan, maka perlu satuan pendidikan melakukan pengembangan keprofesional guru dan tenaga kependidikan secara sistematis. Salah satunya disarankan dengan model atau pendekatan inkuiri kolaboratif yang terdiri dari empat tahap. Namun bukan hanya dengan inkuiri kolaboratif saja yang dapat dilakukan untuk pengembangan professional guru dan tenaga kependidikan secara kolaboratif. Pada tulisan ini ada 5 strategi yang dapat digunakan untuk pengembangan professional guru dan tenaga kependidikan.

Minggu, 24 Agustus 2025

35 Contoh Strategi Guru untuk Asesmen Formatif Sebagai Umpan Balik dalam Pembelajaran Mendalam

Kita selaku guru masih sering menggunakan metode pembelajaran yang monoton. Dimulai dengan guru menjelaskan materi pembelajaran, kemudian ada penugasan, dan selanjutnya ada asesmen sumatif di akhir pembelajaran. Kalaupun ada perubahan misalnya dengan lebih aktif siswa mencari sumber informasi supaya kelihatan ada pembelajaran dengan mengaktifkan siswa. Namun akhirnya akan tetap saja langsung ada asesmen sumatif dengan biasa dengan tes tulis.

Senin, 18 Agustus 2025

Teori ke Praktik: Bagaimana Guru Dapat Menerapkan Taksonomi SOLO Pada Pembelajaran Mendalam di dalam Kelas?

Sesuai dengan pendekatan pembelajaran mendalam khususnya pada pengalaman belajar menyatakan bahwa siswa harus memahami dulu baru dapat mengaplikasikan dan merefleksi pembelajarannya. Maka dengan Taksonomi SOLO ini merupakan pengembangan dari Taksonomi Bloom dengan tingkat berpikir yang mudah diamati pada setiap levelnya dan guru dapat menentukan jenis bantuan yang akan diberikan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Minggu, 17 Agustus 2025

Seperti Apa Tingkatan Pemahaman Taksonomi SOLO di dalam Kelas?

Sebelumnya sudah kita bahas secara umum konsep tentang Taksonomi SOLO mulai dari pengertian, asalnya, prinsip, tingkat, perbedaan dengan Taksonomi Bloom, dan manfaatnya. Maka pada tulisan ini khusus menjelaskan seperti apa tingkatan pemahaman Taksonomi SOLO di dalam kelas?

Silakan pahami materi sebelumnya melalui tautan di bawah ini:

Baca Juga: Taksonomi SOLO, Sebuah Pendekatan untuk Memahami Berbagai Tingkat Pemahaman Siswa Sesuaidengan Pembelajaran Mendalam

Taksonomi SOLO (Struktur Hasil Pembelajaran yang Diamati) menguraikan lima tingkat pemahaman, berkembang dari pemahaman dasar ke pemahaman yang lebih kompleks: Prastruktural, Unistruktural, Multistruktural, Relasional, dan berpikir Abstrak yang Mendalam. Tingkatan ini membantu pendidik memahami dan menilai bagaimana siswa memahami konsep dan menunjukkan pembelajaran mereka

Mari kita uraikan ini ke dalam istilah yang lebih praktis untuk lebih memahami seperti apa tingkat pemahaman ini di dalam kelas.

1.  Prastruktural

Biggs berpendapat bahwa “respons pra-struktural tidak tepat sasaran” dan “menunjukkan sedikit bukti pembelajaran yang relevan” (Biggs & Tang, 2007, hlm. 87).

Kita dapat mengamati bahwa seorang siswa berada dalam tahap prastruktural ketika mereka menanggapi pertanyaan dengan jawaban sederhana seperti:

·     "Saya tidak mengerti."

·     "Apa yang harus aku lakukan?"

·     "Saya belum pernah mendengar hal ini sebelumnya."

·     "Aku tidak tahu"

·     "Saya punya satu ide."

·     "Saya dapat mendefinisikan suatu istilah."

·     "Saya bisa melakukan prosedur sederhana."

·     “Saya hanya mengulang apa yang seharusnya saya katakan”, atau dengan komentar yang tidak relevan.


2.  Unistruktural

    

Biggs menjelaskan: “Respons unistruktual berurusan dengan terminologi, sesuai jalur tetapi tidak lebih dari itu” (Biggs & Tang, 2007, hlm. 87).

Pada tingkat ini, seorang siswa mungkin dapat mengidentifikasi dan menyebutkan beberapa hal dan mengikuti prosedur sederhana yang telah diajarkan kepada mereka.

Meskipun beberapa elemen suatu topik mungkin telah dibahas oleh siswa, mereka juga akan kehilangan banyak bagian penting dari topik tersebut yang dibutuhkan untuk benar-benar memahaminya.

Seorang siswa yang memberikan jawaban tidak terstruktur terhadap suatu pertanyaan kemungkinan besar akan berkata:

·       "Saya punya banyak ide tentang topik ini!"

·       "Saya dapat menjelaskan beberapa ide saya."

·       “Saya memiliki pemahaman tentang topik ini'

·       "Saya tidak mengerti bagaimana ide-ide ini saling berhubungan.

 3.  Multistruktural

Pengetahuan siswa masih terbatas pada mengingat, menghafal, dan menirukan apa yang telah mereka pelajari. Oleh karena itu, siswa hanya memiliki pemahaman tingkat permukaan. Mereka tidak dapat menggunakan suatu konsep dengan cara yang baru dan inovatif karena mereka belum memahaminya dengan cukup baik.

Contoh:

Siswa multistruktur itu seperti tukang bangunan tanpa alat: semua bagiannya ada, tetapi ia tidak tahu bagaimana menghubungkannya. Anda mungkin pernah merasakan hal ini ketika membongkar beberapa furnitur Ikea dan ternyata tergeletak di lantai berkeping-keping!

Siswa pada tingkat relasional mungkin berkata:

·     "Saya tahu bagaimana ide-ide ini saling berhubungan."

·     "Saya dapat menerapkan apa yang telah saya pelajari."

·  "Saya tahu beberapa hal tentang topik ini" atau "Saya telah mengumpulkan beberapa informasi tentang topik ini".

·     "Saya dapat menjelaskan MENGAPA ini terjadi."


4.  Relasional

   

Sebagaimana dikemukakan Biggs: "perubahan kualitatif dalam pembelajaran dan pemahaman telah terjadi. Ini bukan lagi soal mencatat fakta dan detail" (Biggs & Tang, 2007, hlm. 87).

Pada tingkat relasional, siswa mulai melihat bagaimana bagian-bagian suatu topik disatukan. Mereka dapat:

·     Mengidentifikasi pola.

·     Jelaskan bagaimana bagian-bagian suatu topik saling terkait.

·     Bandingkan dan bedakan berbagai elemen suatu topik.

·     Melihat suatu topik dari beberapa perspektif.

Inti dari pengetahuan relasional adalah kemampuan untuk menciptakan struktur dan sistem untuk memilah pengetahuan. Siswa mulai menjelaskan hubungan antar berbagai hal dengan menggunakan pemodelan sistemik dan beberapa pemodelan teoretis.

Siswa pada tingkat abstrak yang diperluas mungkin berkata:

·     "Saya dapat menggunakan apa yang saya pelajari dan menerapkannya pada hal lain."

·     "Saya dapat membuat prediksi berdasarkan apa yang saya pelajari."

·     "Saya dapat mengevaluasi sesuatu berdasarkan apa yang saya pelajari."

·     “Saya dapat melihat hubungan antara informasi yang telah saya kumpulkan”.

 

5.  Berpikir Abstrak yang Mendalam

    

Biggs berpendapat bahwa esensi dari respons abstrak yang diperluas "melampaui apa yang telah diberikan" (Biggs & Tang, 2007, hlm. 87). Dengan kata lain, siswa dapat menciptakan pengetahuan baru dan menerapkan pengetahuan yang mereka miliki dalam berbagai konteks berkat pemahaman mereka yang mendalam tentang topik tersebut.

Sebuah Contoh: Misalnya, seorang siswa dapat mempelajari sesuatu di kelas dan dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka di luar kelas dalam konteks yang sama sekali berbeda.

Siswa juga mungkin dapat menghasilkan ide-ide teoritis dan kemudian menggunakannya untuk membuat asumsi tentang kejadian di masa mendatang.

Siswa pada tingkat abstrak yang diperluas mungkin berkata:

·     "Saya dapat menggunakan apa yang saya pelajari dan menerapkannya pada hal lain."

·     "Saya dapat membuat prediksi berdasarkan apa yang saya pelajari."

·     "Saya dapat mengevaluasi sesuatu berdasarkan apa yang saya pelajari."

·  “Dengan merenungkan dan mengevaluasi pembelajaran saya, saya dapat melihat gambaran yang lebih besar dan menghubungkan banyak ide yang berbeda bersama-sama”.


Sumber:

https://www.structural-learning.com/post/what-is-solo-taxonomy

https://learn.rumie.org/jR/bytes/how-do-i-use-solo-taxonomy-to-help-my-students-succeed/

https://www.educationperfect.com/article/solo-taxonomy/

https://helpfulprofessor.com/solo-taxonomy/

https://classteaching.wordpress.com/2013/05/23/using-solo-taxonomy-to-develop-student-thinking-learning/

https://blog.tcea.org/tag/solo-taxonomy/

http://www.myrossbush.school.nz/solo-taxonomy.html


Taksonomi SOLO, Sebuah Pendekatan untuk Memahami Berbagai Tingkat Pemahaman Siswa Sesuai dengan Pembelajaran Mendalam

Ruang kelas masa kini beragam. Peserta didik datang ke kelas kita dari berbagai latar belakang dan posisi yang berbeda dalam perkembangan dan pembelajaran mereka. Sebagai guru, kita harus berupaya menciptakan dan menyediakan pengalaman pembelajaran di mana: semua pelajar adalah peserta aktif dalam pembelajaran mereka dan semua pelajar diberikan dukungan yang menawarkan mereka kesempatan untuk sukses.

Inilah pola pikir untuk praktik inklusif yang bermakna dan disengaja. Melalui praktik inklusif, kita berupaya mengidentifikasi apa yang harus diketahui, dipahami, dan mampu dilakukan peserta didik sebagai hasil dari pengalaman pendidikan ini, mengartikulasikan tujuan pembelajaran dan kriteria keberhasilan yang jelas, serta menyediakan perancah yang diperlukan dan tepat agar setiap peserta didik dapat mencapai kriteria keberhasilan tersebut. Lalu, bagaimana kita dapat berhasil menyediakan lingkungan inklusif yang secara aktif melibatkan peserta didik dari berbagai latar belakang dan di berbagai posisi dalam perjalanan perkembangan mereka?

Rabu, 30 Juli 2025

Cara Satuan Pendidikan Merencanakan Kegiatan Kokurikuler (Pengganti P5) pada Pembelajaran Mendalam

Dengan keluarnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan, maka Permendikbudristek Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar  Kompetensi   Lulusan  pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah tidak berlaku lagi. Sehingga dampaknya juga profil lulusan sebelumnya yang berupa Profil Pelajar Pancasila yang terdiri dari 6 rumusan karakter dan kompetensi (Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia; Berkebinekaan global; Bergotong royong; Mandiri; Bernalar kritis; dan Kreatif) berganti dengan 8 Dimensi Profil Lulusan yang terdiri dari: keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; kewargaan; penalaran kritis; kreativitas; kolaborasi; kemandirian; kesehatan; dan komunikasi. Selain itu juga sebelumnya ada rapor P5 dan sekarang tidak ada lagi rapor P5 diganti dengan ada satu kolom untuk deskripsi kokurikuler pada rapor yang memuat mata pelajaran seperti biasanya. Kegiatan kokurikuler ini dilaksanakan untuk semua kelas dan bukan hanya kelas level bawah saja.

Minggu, 20 Juli 2025

Pembelajaran Kolaboratif Lintas Disiplin Ilmu Sebagai Salah Satu Kokurikuler Pengganti P5 pada Pembelajaran Mendalam

Berdasarkan Permendikdasmen No 13 Tahun 2025 tentang Struktur Kurikulum terdapat pembelajaran yang bersifat kokurikuler. Kalau pada struktur kurikulum sebelumnya digunakan untuk Proyek P5. Kokurikuler dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, gerakan 7 (tujuh) kebiasaan anak Indonesia hebat, dan/atau cara lainnya. Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu ini dapat dilaksanakan berupa pembelajaran berbasis proyek, STEM, STEAM, atau pembelajaran kolaboratif lainnya.

Jumat, 18 Juli 2025

Kumpulan Peraturan, Pedoman, Panduan, dan Sumber Belajar untuk Pembelajaran Mendalam dan Koding/Kecerdasan Artifisial

Sekarang ini lagi saatnya Kementerian Pendidikan Dasar Menengah melalui Balai/Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan di setiap provinsi di seluruh Indonesia melaksanakan pelatihan untuk Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding serta Kecerdasan Artifisial (KKA). Maka untuk itu kami mengumpulkan bahan-bahan yang berupa peraturan, pedoman, panduan, dan sumber belajar yang berhubungan dengan dua tema tersebut. Semoga bermanfaat.