Berdasarkan
Peraturan SekJen Kemdikbud No 23 Tahun 2020 tentang
Spesifikasi teknis, Bentuk, dan Tata Cara Pengisian Blanko Ijazah Pendidikan
Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2020/2021 ada beberapa informasi
sebagai panduan kita pihak sekolah dalam membuat Surat Keterangan Lulus (SKL)
dan tata cara pengisian blanko ijazah pada tingkat SMA termasuk juga SMA Satuan
Pendidikan Kerjasama (SPK). Aturan tersebut akan dijabarkan pada tulisan di
bawah ini.
Sosmed
Minggu, 04 April 2021
Minggu, 28 Maret 2021
PEMBELAJARAN CAMPURAN (BLENDED LEARNING) SEBAGAI PEMBELAJARAN TERBAIK DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Perkembangan
teknologi dan masa pandemi Covid-19 ini mendorong guru untuk lebih kreatif dan
memahami serta memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran agar bisa menciptakan
lingkungan belajar yang dinamis. Apa lagi saat ini siswa sudah mulai
pembelajaran tatap muka di beberapa daerah dengan pembelajaran secara bergilir
dan bisa jadi setiap siswa sekali dalam seminggu ke sekolah dengan waktu yang
terbatas. Sehingga kalau kita guru atau pihak sekolah tidak merancang pembelajaran
dengan baik, maka tujuan pembelajaran tidak akan tercapai sesuai dengan
perencanaan yang sudah dibuat. Guru ataupun pihak sekolah pasti sudah mencoba
dengan berbagai strategi/metode ataupun model pembelajaran yang berkembang saat
ini. Salah satu contohnya mulai berkembangnya model pembelajaran seperti model Blended
Learning.
Blended Learning ini sejalan dengan Era
Revolusi Industri 4.0 termasuk dalam dunia pendidikan harus menyesuaikan.
Di samping itu juga dari beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa Blended
Learning lebih baik hasil pembelajaran yang didapatkan dibandingkan tatap
muka ataupun pembelajaran online semata.
Pada awalnya istilah Blended Learning digunakan untuk menggambarkan pembelajaran yang mencoba untuk menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online. Konsep Blended Learning pun mulai berkembang dengan adanya beberapa ahli yang mengembangkan dan mendefinisikan model Blended Learning. Maka pada tulisan ini penulis akan memaparkan tentang pengertian, tantangan, tujuan, jenis, sampai penerapannya di kelas ataupun sekolah.
Minggu, 21 Maret 2021
Bagaimana Cara Otak Bekerja Saat Kita Belajar?
Akhirnya, kita sekarang tahu apa yang
sebenarnya terjadi di otak saat kita belajar. Penjelasan apapun yang rumit
dan membuatnya lebih mudah dipahami dan ada
bahaya menjadi terlalu sederhana dan, sebagai akibatnya,
tidak akurat. Tetapi pada dasarnya apa yang terjadi akan dijelaskan
dalam paragraf berikutnya.
Otak kita memiliki sekitar 100 miliar sel otak yang
disebut neuron. Ketika otak bereaksi dengan suatu
pengalaman yang merangsang neuron terhubung satu sama lain. Jika pengalaman
yang merangsang seperti ini dipertahankan maka hubungan antara neuron
diperkuat.
MODEL PEMBELAJARAN TERBALIK (FLIPPED CLASSROOM) SEBAGAI PEMBELAJARAN TERBAIK UNTUK PEMBELAJARAN TATAP MUKA PADA TATANAN BARU TAHUN 2021
Dampak pandemi
Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) masih berkepanjangan dan sangat dirasakan
dunia pendidikan. Sistem pembelajaran tatap muka di sekolah pada tahun ajaran
2020/2021 yang telah dimulai pada Bulan
Januari 2021 pun belum berjalan normal. Masih banyak daerah tergolong zona
merah, kuning dan oranye belum bisa melakukan sistem pembelajaran secara tatap
muka. Tentu saja hal ini membuat kepala sekolah dan guru berpikir keras apa
yang harus dilakukan agar layanan pendidikan tetap berjalan dengan baik.
Dengan kondisi tersebut,
sangat mungkin kedatangan siswa ke sekolah akan dibatasi, baik jumlah hari
maupun jumlah siswa per kelas. Bisa jadi, siswa hanya belajar 2 atau 3 hari di
sekolah, selebihnya belajar di rumah. Begitu juga agar jaga jarak bisa
dilakukan, setiap kelas diisi separuh siswa saja, separuh lagi masuk hari
berikutnya. Kemudian juga ketika siswa tatap muka di sekolah hanya 3,5 jam
berada di sekolah dengan 3 mata pelajaran. Kalau hanya mengandalkan
pembelajaran di sekolah ketika tatap muka maka tidak akan cukup waktu dalam
pembelajaran tersebut. Dengan kondisi seperti ini, para kepala sekolah dan guru
terus mencari model pembelajaran efektif dan efisien digunakan pada kondisi di
tersebut.
Untuk mengatasi hal
tersebut agar pembelajaran yang dilaksanakan dapat menghasilkan hasil belajar
yang sesuai dengan tuntutan kurikulum maka ada beberapa model pembelajaran yang
dapat digunakan. Model tersebut adalah model pembelajaran terbalik (Flipped
Classroom). Pada tulisan ini penulis akan menjelaskan apa itu pembelajaran
terbalik, seperti apa prosedurnya, langkah-langkahnya, sampai tautan video, dan
video yang menjelaskan tentang pembelajaran terbalik ini.
Minggu, 14 Maret 2021
Cara Membuat Penugasan dengan Mengedepankan Umpan Balik Menggunakan LMS Formatif
Saat ini sudah banyak sekolah yang melaksanakan pembelajaran
tatap muka, namun masih ada juga yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Bagi
sekolah yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap mukanya pun masih ada secara
campuran antara yang ada di sekolah dengan siswa yang ada di rumah. Maka para
guru harus kreatif untuk mencari pembelajaran alternatif yang menggabungkan
tatap muka dengan belajar daring.
Di sinilah Formative sebagai salah satu alat teknologi kelas favorit oleh guru saat ini. Ini adalah alat penilaian gratis yang memungkinkan Anda…
· Membuat berbagai pertanyaan (pilihan ganda, benar / salah,
jawaban singkat dan pertanyaan "tunjukkan pekerjaan Anda" yang dapat digambar)
untuk disampaikan kepada siswa.
· Menambahkan konten lain ke pertanyaan (gambar,
teks, coretan papan tulis, atau video YouTube)
·
Menyaksikan saat siswa menjawab dari sisi situs guru.
·
Memberikan umpan balik waktu nyata dalam bentuk
nilai dan komentar tertulis.
· Kemudian Anda dapat menyampaikan pertanyaan/konten
kepada siswa melalui ruang kelas yang Anda atur di Formatif atau hanya dengan
memberi siswa kode singkat untuk penilaian yang dapat mereka masukkan di goformative.com/join.
Kamis, 25 Februari 2021
APLIKASI UNTUK MENYUSUN RENCANA KERJA SEKOLAH (RKJM, RKT, DAN RKAS) BERDASARKAN RAPOR MUTU DAN VISI/MISI SEKOLAH
Di dalam
lingkungan sekolah/madrasah, perencanaan sebagai salah satu fungsi manajemen
memegang peran penting untuk sebuah upaya kemajuan sekolah. Rencana diibaratkan
seperti suatu peta. Ketika rencana telah dibuat, anda dapat selalu melihat
sejauh mana kemajuan yang telah dibuat, dan seberapa jauh posisi anda dari
tujuan yang telah dicanangkan. Dengan mengetahui dimana posisi anda sekarang,
anda dapat mengambil keputusan kemana akan pergi atau apa yang akan anda
lakukan berikutnya.
Mengingat betapa pentingnya perencanaan ini, setiap sekolah/madrasah membutuhkan perencanaan yang terprogram dan terarah, yang meliputi rencana jangka menengah dan pendek. Hal ini diperkuat dengan diterbitkannya Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan yang menyatakan bahwa sekolah harus membuat Rencana Kerja Sekolah yang terdiri dari Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT). RKJM menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun, sedangkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dicapai dalam kurun waktu tahunan. Permendiknas tersebut juga menyatakan bahwa RKT adalah rencana kerja tahunan sekolah/madrasah yang berdasar pada rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) sebagai istilah lain dari Rencana Anggaran Penerimaan dan Belanja Sekolah/Madrasah (RAPB-S/M).
Minggu, 21 Februari 2021
20 Exit dan Admit Slips Digital untuk Penilaian Formatif Terbaik
Setelah pembelajaran selesai, para pendidik seharusnya mengamati ruang kelas yang penuh dengan siswa yang melihat mereka. Kemudian guru melakukan
refleksi dengan pertanyaan: Apakah siswa saya mendapatkan pelajaran?
Apakah ada ide, konsep, atau keterampilan yang masih belum mereka yakini?
Apakah siswa saya memiliki kesalahpahaman tentang pelajaran dan isinya? Apakah
saya seharusnya meninjau sesuatu besok?
Ini hanyalah beberapa pertanyaan yang harus
direnungkan oleh para pendidik reflektif setelah bel berbunyi. Sebenarnya,
banyak dari pertanyaan reflektif yang diajukan oleh para pendidik pada diri
mereka sendiri dapat diatasi jika mereka menggunakan exit slips. Exit Slips adalah metode penilaian formatif yang sederhana, cepat, dan seringkali
berwawasan yang digunakan menjelang akhir pelajaran. Ini adalah tugas sederhana
yang mengharuskan peserta didik menjawab beberapa pertanyaan atau melakukan
tugas tertentu yang dieksplorasi selama proses pembelajaran.
Format exit slips bervariasi.
Pendidik dapat menggunakan berbagai jenis pertanyaan/ kegiatan. Ada pilihan
ganda, benar atau salah, tanggapan tertulis pendek, pencocokan, mengisi rumpang (isi yang kosong), dan survei atau jajak pendapat untuk menyebutkan
beberapa. Dalam hal implementasi di kelas, exit slips harus pendek,
ringkas, dan melibatkan peserta didik dalam tinjauan keterampilan, konsep, dan
pengalaman yang dieksplorasi selama pelajaran. Mereka juga ideal untuk
melanjutkan pembelajaran ke kelas berikutnya dan banyak
pendidik memulai dengan exit slips dari pelajaran sebelumnya
untuk mengaktifkan pengetahuan siswa sebelumnya.
Di era pembelajaran digital, exit slips maupun admit slips tidak lagi terbatas pada secarik kertas kecil yang dikumpulkan oleh
pendidik saat siswa meninggalkan kelas (meskipun metode ini masih bagus). Ada
banyak alat digital yang dapat digunakan pendidik untuk mengumpulkan data
kinerja yang berharga ini dari siswa mereka.
Pengertian, Ide, dan Contoh Exit Ticket/Exit Slips atau Admit Slips Sebagai Salah Satu Strategi Umpan Balik pada Penilaian Formatif
Sebagai
seorang guru yang professional kita seharusnya memahami apa itu penilaian
formatif dan penilaian sumatif? Karena masih sering guru beranggapan
bahwa umpan balik pada penilaian proses pembelajaran (Asesmen for learning
dan Asesmen as learning) atau kita sebut penilaian formatif terpisah
dari pembelajaran atau sama sekali tidak perlu dilakukan. Pada hal
disinilah kunci keberhasilan suatu pembelajaran dan seharusnya penilaian
akhir atau penilaian sumatif (Asesmen of learning) merupakan dampak
dari penilaian proses/formatif yang berupa umpan balik yang dilakukan oleh
guru.
Penilaian Formatif
Penilaian
formatif merupakan bagian dari kegiatan belajar mengajar. Seperti
disebutkan sebelumnya, penilaian formatif bahkan merupakan bagian dari
Langkah-langkah pembelajaran yang efektif. Angelo dan Cross (1993) menyebutkan
bahwa melalui penilaian formatif pendidik memperoleh umpan balik dalam hal
apa, seberapa banyak, dan seberapa baik peserta didik belajar.
Pendidik selanjutnya menggunakan informasi tersebut untuk memperbaiki proses
pembelajarannya sehingga lebih efektif dan efisien. Berbagai penelitian
mengenai keefektifan pendidik menunjukkan bahwa penilaian yang dilaksanakan
untuk membantu peserta didik membuat kemajuan dalam proses
pembelajarannya merupakan ciri utama dari pembelajaran yang efektif (Hall dan
Burke, 2004).







