Sosmed

YouTube

Subscribe channel kami!

Subscribe

Instagram

Update terbaru dari kami!

Follow

TikTok

Video edukatif menarik!

Follow

Facebook

Ikuti Halaman kami!

Follow

Selasa, 07 Juli 2026

Transformasi MPLS 2026: Panduan Lengkap Cara Implementasi dan Sumber Materi Wajib, Materi Pilihan, dan Kegiatan Tambahan Sesuai Permendikdasmen No. 12 Tahun 2026

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau nama lainnya yang selanjutnya disebut MPLS adalah kegiatan pertama bagi murid baru yang dilakukan oleh sekolah untuk menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan. Pada tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan tema kegiatan MPLS “Ramah”.

MPLS Ramah adalah kegiatan pertama bagi murid baru yang dilakukan oleh sekolah untuk menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan dengan memuliakan dan menghormati hak anak melalui pemberian pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan bergembira.  Untuk mencapai tujuan tersebut maka terdapat dua macam materi, yaitu materi utama dan materi pilhan. Selain itu juga terdapat kegiatan tambahan yang berupa Identifikasi Masa Tubuh, Cek Kesehatan Gratis, dan Deteksi Dini & Survey Karakteristik. Pada tulisan ini akan dipaparkan strategi penyampaian ketiga jenis materi tersebut beserta sumber (PPT, Infografis, Video, Lagu, Jingle, Yel-Yel) yang dapat diunduh melalui tautan yang diberikan.

Baca Juga: Panduan Lengkap MPLS Ramah 2026: Persiapan Matang untuk Menyambut Tahun Ajaran Baru

Sebenarnya sebelum melaksanakan MPLS, sesuai dengan Permendikdasmen No 12 Tahun 2026 sekolah harus melaksanakan sosialisasi terlebih dahulu paling tidak lima hari menjelang pelaksanaan. Materi sosialisasi terkait dengan pengasuhan anak dapat dilihat pada tautan POLA PENGASUHAN ANAK dan edukasi penguatan karakter melalui makan sehat bergizi pada tautan MAKAN SEHAT BERGIZI.

Selanjutnya materi dalam pelaksanaan MPLS Ramah terdiri atas materi utama, materi pilihan, dan materi tambahan sebagai berikut.


Kegiatan MPLS Ramah 2026 ini terdiri dari lima hari kegiatan yang diisi dengan berbagai macam materi seperti yang terdapat pada gambar di atas. Berikut tabel tautan berbagai sumber belajar atau informasi yang digunakan selama pelaksanaan MPLS.

No.

Nama Sumber Belajar/Informasi

Tautan

Keterangan

1

Jinggel MPLS Ramah yang berjudul “Hari Baru”

Hari Baru

Digunakan saat penyambutan pada hari pertama MPLS

2

Lagu “Rukun Sama Teman”

Rukun Sama Teman

Digunakan saat penyambutan pada hari pertama MPLS

3

Lagu Indonesia Raya

Indonesia Raya

Digunakan saat upacara bendera dan Kegiatan Pagi Ceria

4

Surat Edaran

Bersama (SEB) No. 9 Tahun 2026 tentang pelaksanaan upacara bendera di satuan pendidikan

Surat Edaran Upacara Bendera

Referensi pelaksanaan upacara bendera dan termasuk susunan upacaranya

5

Pemecah kebekuan gerak dan lagu, Gerakan ringan,

Jeda Ceria, Lawan Kata, Jeda Ceria V1, Jeda Ceria V2

Untuk kegiatan mencairkan suasana, membangun keakraban, rasa aman, saling kenal, dan gembira dengan pemecah kebekuan (ice breaking)

6

Pemecah kebekuan (ice breaking) berupa yel-yel Anak Indonesia Hebat (Sehat, Cerdas, Berkarakter)

Yel-Yel Anak Indonesia Hebat

Untuk memulai sesi sebagai pemecah kebekuan

7

Kegiatan awal setiap pagi

Senam Anak Indonesia Hebat

Untuk kegiatan Pagi Ceria

8

Rujukan materi untuk guru dan materi edukasi untuk warga sekolah

Materi Siaga Bencana

Untuk kegiatan membangun kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah

Baca Juga: 30 Contoh Jingle dan Yel-Yel MPLS Ramah

A. Materi Utama yang Wajib Ada di MPLS

Materi Utama yang Lebih Spesifik: Dalam aturan tahun 2026, terdapat "Materi Utama" yang wajib dilaksanakan, di antaranya: Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026, materi utama adalah rangkaian materi yang wajib dilaksanakan oleh sekolah selama masa pengenalan lingkungan sekolah.

Uraian materi utama tersebut paling sedikit meliputi 6 poin berikut:

·     Gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat

·     Pagi ceria

·     Sopan dan santun bermedia sosial

·     Budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun (5S)

·     Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)

·     Gerakan Rukun Sama Teman (GRST)

Penyampaian materi-materi tersebut bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi seluruh warga sekolah. Selain materi utama yang bersifat wajib, sekolah juga dapat memberikan materi pilihan yang disusun berdasarkan ciri khas dan kebutuhan spesifik sekolah masing-masing.

    Jadwal Harian Materi Utama


Jadwal harian selama 5 hari untuk menyisipkan enam materi utama dalam MPLS Ramah 2026 (berdasarkan rujukan jenjang SMP/SMA/SMK):

Jadwal ini memastikan setiap materi wajib tersampaikan secara proporsional dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari infografis di bawah ini.

 

Keenam materi ini dirancang untuk mewujudkan asas "Budaya Sekolah Aman dan Nyaman". Berikut penjelasan singkat strategi penyampaian untuk materi utama tersebut.


1.  Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH)

Materi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) sebaiknya disajikan sebagai "detak jantung" MPLS yang dipraktikkan langsung, bukan sekadar teori di atas kertas. 


Berikut adalah cara terbaik untuk mengemas materi tersebut:

a. Penyampaian yang Menyenangkan: Gunakan pendekatan yang penuh kesadaran (mindfulness), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Materi bisa disampaikan melalui lagu dari album khusus 7KAIH, senam, yel-yal penyemangat, hingga refleksi harian.

b. Visualisasi Karakter: Jelaskan makna logo 7KAIH, seperti kepala biru yang melambangkan semangat belajar, badan hijau untuk kesehatan, dan cahaya emas untuk budi pekerti luhur menuju Indonesia Emas 2045.

c. Media Pengingat: Sekolah perlu memasang poster, banner di kelas, atau media publikasi lainnya agar siswa terpapar nilai-nilai 7 kebiasaan ini setiap hari.

d.Sistem Pemantauan Kolaboratif: Perkenalkan penggunaan jurnal harian atau formulir pemantauan (bisa berupa buku penghubung atau Google Forms). Evaluasi ini bertujuan untuk diskusi perkembangan karakter antara guru dan orang tua, bukan untuk memberikan hukuman.

e. Apresiasi: Berikan penghargaan sederhana seperti pujian, stiker (gamifikasi), atau pengakuan di depan kelas bagi siswa yang konsisten menerapkan kebiasaan baik tersebut.

Tautan Materi: MATERI PRESENTASI PPT 1, MATERI PRESENTASI PPT 2 Tautan: INFOGRAFIS G7KAIH

Tautan Lagu: ALBUM LAGU 7KAIH

Tautan Yel-Yel: YEL-YEL 7KAIH

Baca Juga: Apa Saja 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

2.  Pagi Ceria.

Kegiatan Pagi Ceria dalam MPLS 2026 merupakan materi wajib yang dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah, aman, dan menggembirakan sejak jam pertama sekolah. Fokus utamanya adalah membangun suasana hati positif dan memberikan energi penuh bagi siswa sebelum memulai proses belajar.

Berikut adalah strategi dan rincian kegiatan untuk menyampaikan materi ini sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026:

 

Strategi Penyampaian

a. Penyambutan Hangat: Satuan pendidikan harus menetapkan kebijakan agar pendidik dan tenaga kependidikan datang lebih awal untuk menyambut siswa di gerbang sekolah dengan semangat dan kasih sayang.

b. Lingkungan yang Mendukung: Ruang kelas perlu didekorasi dengan warna cerah dan media permainan yang menarik agar siswa merasa nyaman dan betah.

c. Integrasi Pembiasaan: Pagi Ceria tidak hanya menjadi teori, tetapi dipraktikkan sebagai rutinitas harian yang menyenangkan, bermakna, dan penuh kesadaran (mindfulness).

Rangkaian Kegiatan yang Disarankan

a.  Menyanyikan Lagu Kebangsaan: Mengawali hari dengan lagu Indonesia Raya untuk menumbuhkan rasa kebangsaan.

b.  Senam Anak Indonesia Hebat: Melakukan aktivitas fisik atau senam berirama secara bersama-sama untuk membangkitkan semangat dan kesehatan fisik.

c.  Doa Bersama: Berdoa sesuai keyakinan masing-masing sebagai bentuk rasa syukur dan harapan positif.

d. Permainan Interaktif & Ice Breaking: Menggunakan kuis ringan atau permainan gerak sederhana untuk membantu siswa saling mengenal dan mengurangi kejenuhan.

e.  Refleksi atau Storytelling: Guru membagikan kisah inspiratif atau memberikan motivasi singkat yang menggugah minat belajar siswa.

f.   Sistem Apresiasi: Memberikan penghargaan sederhana, seperti pujian atau gelar "Anak Rajin", bagi siswa yang datang tepat waktu dan bersemangat mengikuti kegiatan.

Seluruh rangkaian ini bertujuan untuk mewujudkan asas Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang menjadi landasan utama MPLS 2026.

 

Tautan: YEL-YEL, SENAM, LAGU INDONESIA RAYA

Tautan Materi: MATERI PRESENTASI PPT

Tautan: INFOGRAFIS PAGI CERIA

 

Baca Juga: Jeda Ceria, Aktivitas untuk Meningkatkan Fokus dan Mengurangi Strees Siswa dalam Pembelajaran

3.  Sopan dan Santun Bermedia Sosial

Materi ini adalah salah satu pilar materi utama wajib dalam MPLS 2026 yang bertujuan untuk membangun Kewarganegaraan Digital yang bertanggung jawab sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.

 

Berikut adalah strategi dan rincian kegiatan yang bisa diterapkan:

 

Strategi Penyampaian

a. Diskusi Terbuka dan Empatik: Hindari metode ceramah yang membosankan. Gunakan pendekatan diskusi yang memancing pemikiran kritis agar siswa sadar akan batasan dan dampak dari setiap tindakan mereka di dunia maya.

b. Prinsip Utama: Tekankan slogan "Saring sebelum Sharing" dan prinsip "Berpikir sebelum mengepos" untuk menjaga jejak digital yang positif.

Contoh Kegiatan MPLS

a. Latihan Verifikasi 3C: Siswa diajarkan mempraktikkan Cek sumber, Cek fakta, dan Cek tanggal terhadap berita yang mereka temukan di internet untuk menghindari hoaks.

b.  Simulasi Etika Grup Chat: Melakukan bermain peran (role play) tentang tata cara masuk ke grup percakapan digital, cara menyapa yang sopan, serta meminta izin sebelum membagikan foto atau data orang lain.

c.  Analisis Pesan Media: Guru menyajikan sebuah konten populer, lalu siswa diminta menganalisis: Siapa pembuatnya? Apa tujuannya? Apa dampaknya bagi audiens?.

d.  Kampanye Konten Positif: Siswa secara berkelompok membuat draf konten edukatif atau motivasi sederhana untuk diunggah di akun media sosial mereka sendiri sebagai agen perubahan positif.

e.  Workshop Keamanan Data: Sesi praktis cara mengelola privasi, menggunakan kata sandi yang kuat, dan cara melaporkan aktivitas mencurigakan atau perundungan siber (cyberbullying).

f. Terakhir, Kegiatan Kontrak Komitmen Etika Digital. Dokumen ini dirancang sebagai bentuk kesepakatan nyata agar siswa memiliki tanggung jawab penuh atas tindakan mereka di ruang digital sejak hari pertama sekolah. Isi dari kontrak tersebut mencakup poin-poin krusial seperti prinsip "Saring sebelum sharing", komitmen menjaga privasi, hingga penerapan verifikasi 3C untuk memerangi hoaks.

Seluruh rangkaian ini bertujuan agar siswa tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga memiliki budi pekerti luhur di ruang digital.

 

Tautan Materi: MATERI 1:PRINSIP 3S, MATERI 2: PENCEGAHAN JUDI DARING

Tautan Materi: MATERI PRESENTASI PPT

Tautan: IINFOGRAFIS SOPAN DAN SANTUN BERMEDIA SOSIAL

 

Baca Juga: Dampak Negatif Penggunaan Telepon Pintar (Smart Phone) Terhadap Prestasi Akademik

4.  Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S)

Materi Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) bertujuan membangun interaksi sosial yang harmonis untuk mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman sesuai paradigma baru MPLS 2026. 

Berikut adalah strategi dan kegiatannya:

 

Strategi Penyampaian

a.  Keteladanan Pendidik: Guru dan tenaga kependidikan wajib menjadi contoh nyata dengan mempraktikkan 5S secara konsisten sejak siswa tiba di sekolah.

b.  Habituasi Langsung: 5S diterapkan sebagai pembiasaan harian yang berkelanjutan, bukan sekadar hafalan materi di dalam kelas.

Rangkaian Kegiatan yang Disarankan

a. Penyambutan di Gerbang: Guru menyambut siswa di pintu masuk dengan energi positif, senyuman, dan salam hangat untuk membangun suasana hati yang baik.

b. Bermain Peran (Role Play): Siswa melakukan simulasi etika bersosialisasi, seperti cara menyapa guru, meminta tolong dengan sopan, serta cara lewat di depan orang tua dengan sedikit menunduk.

c. Visualisasi Budaya: Sekolah memasang poster, banner, atau mural kreatif tentang 5S di area strategis untuk mengingatkan warga sekolah secara terus-menerus.

d. Sistem Apresiasi: Memberikan penghargaan sederhana seperti stiker atau penulisan nama di "Papan Pujian" bagi siswa yang konsisten menunjukkan sikap santun.

Tautan Materi: MATERI PRESENTASI PPT

Tautan: IINFOGRAFIS BUDAYA SENYUM, SALAM, SAPA, SOPAN, DAN SANTUN

 

5.  Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)

Materi Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) merupakan bagian dari pengenalan lingkungan sekolah yang bertujuan membangun budaya sekolah kondusif. 

Berikut adalah strategi dan kegiatannya berdasarkan panduan MPLS Ramah SMA/SMK 2026:

 

Strategi Penyampaian

a. Berbasis Aksi Nyata: Materi tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi langsung dipraktikkan melalui kegiatan pengelolaan lingkungan.

b. Kolaboratif: Melibatkan seluruh siswa baru dengan pembagian zona kerja agar mereka merasa memiliki tanggung jawab terhadap kebersihan sekolah.

Rencana Kegiatan (Estimasi 105 Menit)

a.  Pengarahan & Pembagian Zona (15 Menit): Guru menjelaskan filosofi ASRI dan membagi kelompok siswa ke area tertentu di sekolah (kelas, taman, atau lapangan).

b. Aksi Lingkungan (90 Menit): Siswa melakukan kerja bakti dengan membawa peralatan sendiri dari rumah. Aktivitasnya meliputi:

·     Aman & Sehat: Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok dan praktik cuci tangan pakai sabun.

· Resik: Melakukan piket bersama, memilah sampah (organik/anorganik), dan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

·   Indah: Merawat taman, menanam pohon, atau menata ruang kelas agar rapi dan nyaman.

c. Refleksi: Di akhir sesi, guru memberikan penguatan tentang pentingnya menjaga estetika dan keberlanjutan lingkungan sekolah.

Kegiatan ini bersifat fleksibel; sekolah bisa menggantinya dengan proyek kreatif seperti daur ulang sampah menjadi benda fungsional. Kegiatan ini akan memperkuat karakter sosial siswa dan menciptakan iklim sekolah yang saling mengharga.

 

Tautan Materi: MATERI PRESENTASI PPT

Tautan: INFOGRAFIS GERAKAN INDONESIA AMAN, SEHAT, RESIK, DAN INDAH

 

 

6.  Gerakan Rukun Sama Teman (GRST)

Gerakan Rukun Sama Teman (GRST) adalah materi wajib terakhir yang bertujuan membangun hubungan sehat, saling menghargai, dan peduli sesama untuk mencegah perundungan serta kekerasan di sekolah.

Berikut adalah strategi dan rincian kegiatannya:

 

Strategi Penyampaian

a. Pendekatan Empati: Fokus pada pengembangan kecerdasan emosional dan kesehatan mental murid.

b. Dukungan Teman Sebaya: Melatih murid untuk memberikan Dukungan Psikologis Awal (DPA) melalui prinsip Look, Listen, Link (Lihat, Dengar, Hubungkan).

Rincian Kegiatan (Estimasi 85 Menit)

a.  Sesi "Sahabat Hebat" (15 Menit): Murid berdiskusi kelompok untuk mengenali tanda-tanda teman yang sedang tidak baik-baik saja dan mempelajari kalimat kepedulian seperti, "Apa kabar? Aku bersedia mendengarkan kalau kamu mau cerita".

b.Praktik Mendengarkan dengan Empati (40 Menit): Menggunakan akronim HADAP sebagai respons nonverbal:

·     H: Hadapkan badan ke arah teman.

·     A: Arahkan kontak mata yang nyaman.

·     D: Dengarkan tanpa menyela.

·     A: Anggukkan kepala sebagai tanda paham.

·     P: Ponsel disimpan.

c. Identifikasi Sumber Bantuan (15 Menit): Murid memetakan siapa saja orang dewasa terpercaya (Guru BK, wali kelas, orang tua) yang bisa dihubungi jika masalah teman mengarah pada risiko bahaya.

Tautan: KARTU BAHAN KAPAN MEMINTA BANTUAN

d.Deklarasi Komitmen (15 Menit): Murid menuliskan dan membacakan komitmen pribadi, seperti "Mulai hari ini, saya akan menjadi teman yang menghargai perbedaan"

Tautan Materi: MATERI PRESENTASI PPT

Tautan: INFOGRAFIS GERAKAN RUKUN SAMA TEMAN

 

B. Materi Pilihan yang Bisa Ditambah Sekolah

Sekolah dapat menambahkan Materi Pilihan yang disesuaikan dengan ciri khas, kebutuhan, serta materi lain yang dianggap penting bagi murid baru.

Panduan ini disusun untuk membantu Anda merancang MPLS yang edukatif, interaktif, dan berkesan bagi peserta didik baru. Fokus utama dari rancangan ini adalah pembelajaran aktif (active learning) agar materi tidak membosankan dan benar-benar tertanam dalam diri siswa.

1.  Ciri Khas Sekolah: Membangun Identitas & Kebanggaan

Materi ini bertujuan agar siswa merasa menjadi bagian dari keluarga besar sekolah sejak hari pertama.

          a.  Materi Utama:

· Sejarah dan Tokoh: Profil singkat pendiri sekolah dan pencapaian historis.

·  Budaya & Tradisi: Tata krama, tata tertib, jargon/yel-yel sekolah, dan lagu wajib sekolah.

·  Keunggulan Lokal: Jika sekolah berada di daerah dengan kearifan lokal yang kuat (misal: batik, seni tradisi, atau lingkungan alam), integrasikan nilai tersebut ke dalam profil lulusan.

b.  Strategi Penyampaian:

· Inside Class: "Storytelling Malam Keakraban" atau sesi presentasi multimedia yang dinamis dengan video profil sekolah yang menggugah semangat.

·    Outside Class: "School Treasure Hunt". Siswa dibagi menjadi kelompok untuk mencari titik-titik penting di sekolah (kantin, perpustakaan, bengkel, lab) dan menjalankan misi yang berkaitan dengan sejarah atau nilai sekolah di setiap pos.

2.  Pencegahan Bahaya NAPZA: Membangun Resiliensi Diri

Materi ini harus disampaikan dengan pendekatan yang tidak menakut-nakuti, melainkan memberdayakan siswa untuk berani menolak.

          a.  Materi Utama:

·    Dampak: Kerusakan saraf, ketergantungan, dan konsekuensi hukum.

· Modus Operandi: Bagaimana oknum mendekati remaja (melalui jajanan, ajakan "coba-coba", atau peer pressure).

b.  Strategi Penyampaian:

·    Inside Class: Role-Playing "Say No!". Buat skenario di mana siswa harus berlatih menolak tawaran dari "orang asing" atau "teman" yang menawarkan makanan/minuman mencurigakan dengan percaya diri.

·    Outside Class: Workshop Interaktif. Undang perwakilan BNN atau tenaga medis setempat. Gunakan alat peraga untuk membedakan permen/jajanan sehat dan yang mencurigakan (jika ada sampel edukasi yang aman).

Tautan: FILM PENDEK: MILENIAL ANTI NARKOBA 1, MILENIAL ANTI NARKOBA 2, MILENIAL ANTI NARKOBA 3, MILENIAL ANTI NARKOBA 4, MILENIAL ANTI NARKOBA 5

3.  Pendidikan Anti-Korupsi: Integritas Sehari-hari

Materi ini paling efektif jika dikaitkan dengan perilaku integritas di lingkungan sekolah.

          a.  Materi Utama:

·     9 Nilai Integritas: Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, Tanggung Jawab, Kerja Keras, Sederhana, Berani, dan Adil.

· Kontekstual: Menyontek, membolos, dan memanipulasi laporan keuangan organisasi siswa sebagai bentuk korupsi dini.

b.  Strategi Penyampaian:

·  Inside Class: Studi Kasus/Debat. Berikan skenario dilemma etika, misalnya: "Menemukan dompet di area sekolah, apa yang dilakukan?"

· Outside Class: Simulasi "Kantin Kejujuran". Siswa menjalankan simulasi transaksi jual beli di mana mereka harus jujur membayar dan mengambil kembalian tanpa pengawasan langsung, lalu refleksikan hasilnya bersama.

4.  Fenomena Sosial: Bijak di Dunia Maya & Pergaulan

Khusus untuk SMA/SMK, fokus pada kedewasaan digital dan kesehatan mental.

          a.  Materi Utama:

·    Jejak Digital: Menanamkan bahwa apa yang diunggah hari ini akan dilihat oleh perekrut kerja di masa depan.

·  Etika Digital: Bahaya cyberbullying, penyebaran hoaks, dan FOMO (Fear of Missing Out).

·   Pergaulan Sehat: Membangun batasan diri (boundaries) dalam berelasi.

b.  Strategi Penyampaian:

· Inside Class: "Social Media Detox & Audit". Ajak siswa meninjau profil media sosial mereka sendiri (bukan untuk diperiksa, tapi untuk introspeksi) apakah sudah mencerminkan profil pelajar yang baik.

·    Outside Class: Talkshow Teman Sebaya. Mengundang alumni yang sukses secara akademis maupun karier untuk berbagi cerita tentang bagaimana mereka menjaga pergaulan tetap positif.

5.  Materi Khusus SMK: Menyiapkan Masa Depan

Penting untuk menanamkan mindset bahwa lulusan SMK adalah tenaga kerja profesional atau entrepreneur masa depan.

a.  BMW (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha)

Jalur

Fokus Materi

Strategi Penyampaian

Bekerja

Cara membuat CV, sikap profesional, soft skill di industri.

Simulasi wawancara kerja singkat (mock interview).

Melanjutkan

Informasi PTN/PTS, beasiswa, dan karier akademis.

Sharing session dengan alumni yang sukses di bangku kuliah.

Wirausaha

Dasar-dasar bisnis, kreativitas, dan peluang pasar.

Kompetisi ide bisnis 5 menit (Elevator Pitch).

b.  Budaya K3 (5R/5S: Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin)

1)  Materi Utama: Keselamatan kerja adalah harga mati. K3 bukan sekadar aturan, tapi gaya hidup untuk efisiensi dan keamanan.

2)  Strategi Penyampaian:

a)   Outside Class (Praktik Bengkel/Lab): "The 5S Challenge".

b) Ringkas: Sortir barang yang perlu dan tidak di area praktik.

c)   Rapi: Menata alat sesuai tempatnya (menggunakan shadow board).

d)   Resik: Membersihkan area kerja setelah digunakan.

e)   Rawat: Menjaga kebersihan dan ketertiban.

f) Rajin: Menjadikan 4 poin di atas sebagai kebiasaan.

 

C. Kegiatan Tambahan Lainnya

 

Kegiatan pada hari kedua dan ketiga MPLS Ramah 2026 dirancang untuk memetakan kondisi kesehatan dan kebutuhan perkembangan murid secara menyeluruh melalui beberapa instrumen berikut:


1.  Identifikasi Massa Tubuh (IMT)

a.Hari Kedua: Pada jenjang SMP, SMA, dan SMK, murid melakukan pengukuran tinggi dan berat badan untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) guna mengetahui status gizi.

Contoh kegiatan pelakasanaan Tes Fleksibilitas:

a.  Hari Ketiga: Hasil pengukuran tersebut diinput oleh murid atau guru ke laman: karakter.data.kemendikdasmen.go.id bersamaan dengan rangkaian tes lainnya. Untuk jenjang SD, data ini umumnya diisi oleh orang tua selama masa sosialisasi.

Tautan: ASESMEN KEBUGARAN, FORMULIR PENCATATAN

2.  Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis (CKG)

Pendaftaran ini dilakukan melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan umum, gizi, dan indra murid. Bagi murid SD dan SMP, pendaftaran dilakukan oleh orang tua, sementara murid SMA/SMK dapat mendaftar secara mandiri. Sekolah kemudian mendata jumlah murid yang sudah terdaftar hingga hari terakhir MPLS.

 

Tautan: HALAMAN PENDAFTARAN CKG, PANDUAN PENDAFTARAN CKG

 

3.  Deteksi Dini & Survei Karakteristik

Kegiatan ini bertujuan mengenali karakteristik personal, gaya belajar, hingga latar belakang keluarga murid. Instrumen yang digunakan meliputi:

a.  Instrumen Data Murid: Formulir data dasar mengenai identitas murid, kondisi sosial-ekonomi, dan dokumen kependudukan.

b.Survei Pengenalan Karakteristik dan Kebutuhan Perkembangan Murid: Survei untuk memahami minat, pengalaman belajar, kesehatan, serta kebutuhan dukungan khusus agar sekolah dapat menyiapkan layanan pendidikan yang sesuai.

Tautan: DETEKSI DINI, INSTRUMEN TES & SURVEY  

Untuk pelaksanaan setiap jenjang berbeda siapa yang mengisi dan jadwal pelaksanaannya seperti pada gambar di bawah ini.

Siapa yang mengisi instrument MPLS Ramah 2026

Jadwal Pelaksanaan Cek/Tes/Asesmen MPLS Ramah 2026:

Data-data tersebut bersifat rahasia dan hanya digunakan guru untuk merancang pembelajaran yang inklusif serta nyaman bagi setiap individu.

Perlu ditekankan bahwa hasil tes ini bukan berupa skor atau peringkat dan tidak digunakan untuk melabeli murid. Tujuannya murni untuk membantu guru memetakan kebutuhan belajar dan merancang layanan pendampingan yang tepat sasaran.

Khusus untuk jenjang SD, rangkaian identifikasi ini tidak dilakukan murid pada hari ketiga, melainkan diisi oleh orang tua/wali murid selama masa sosialisasi (rentang 6-26 Juli 2026).

Catatan Penting: Untuk keberhasilan MPLS, hindari ceramah satu arah yang terlalu lama. Gunakan proporsi 30% teori dan 70% aktivitas/simulasi. Pastikan kakak kelas (OSIS/MPK) dilibatkan sebagai fasilitator yang memberikan contoh teladan, bukan sebagai senior yang melakukan perpeloncoan.

Tautan Download:

·       Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026

·       Bahan Presentasi MPLS Ramah 2026

·       Rujukan MPLS Ramah SMA dan SMK

·       FAQ (Pertanyaan yang Banyak Ditanyakan) MPLS Ramah 2026

0 comments:

Posting Komentar