Masa
Pengenalan Lingkungan Sekolah atau nama lainnya yang selanjutnya disebut MPLS
adalah kegiatan pertama bagi murid baru yang dilakukan oleh sekolah untuk menumbuhkan
dan memperkuat karakter serta profil lulusan. Pada tahun 2026, Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan tema kegiatan MPLS “Ramah”.
MPLS
Ramah adalah kegiatan pertama bagi murid baru yang dilakukan oleh sekolah
untuk menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan dengan
memuliakan dan menghormati hak anak melalui pemberian pengalaman belajar yang
berkesadaran, bermakna, dan bergembira.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka terdapat dua macam materi, yaitu
materi utama dan materi pilhan. Selain itu juga terdapat kegiatan tambahan yang
berupa Identifikasi Masa Tubuh, Cek Kesehatan Gratis, dan Deteksi Dini &
Survey Karakteristik. Pada tulisan ini akan dipaparkan strategi
penyampaian ketiga jenis materi tersebut beserta sumber (PPT,
Infografis, Video, Lagu, Jingle, Yel-Yel) yang dapat diunduh melalui
tautan yang diberikan.
Baca Juga: Panduan Lengkap MPLS Ramah 2026: Persiapan Matang untuk Menyambut Tahun Ajaran Baru
Sebenarnya sebelum melaksanakan MPLS, sesuai dengan Permendikdasmen No 12 Tahun 2026 sekolah harus melaksanakan sosialisasi terlebih dahulu paling tidak lima hari menjelang pelaksanaan. Materi sosialisasi terkait dengan pengasuhan anak dapat dilihat pada tautan POLA PENGASUHAN ANAK dan edukasi penguatan karakter melalui makan sehat bergizi pada tautan MAKAN SEHAT BERGIZI.
Selanjutnya
materi dalam pelaksanaan MPLS Ramah terdiri atas materi utama, materi pilihan,
dan materi tambahan sebagai berikut.
Kegiatan MPLS Ramah 2026 ini terdiri dari lima hari kegiatan yang diisi
dengan berbagai macam materi seperti yang terdapat pada gambar di atas. Berikut
tabel tautan berbagai sumber belajar atau informasi yang digunakan selama pelaksanaan
MPLS.
|
No. |
Nama Sumber Belajar/Informasi |
Tautan |
Keterangan |
|
1 |
Jinggel MPLS Ramah yang
berjudul “Hari Baru” |
Digunakan saat penyambutan
pada hari pertama MPLS |
|
|
2 |
Lagu “Rukun Sama Teman” |
Digunakan saat penyambutan
pada hari pertama MPLS |
|
|
3 |
Lagu Indonesia Raya |
Digunakan saat upacara bendera
dan Kegiatan Pagi Ceria |
|
|
4 |
Surat Edaran Bersama (SEB) No. 9 Tahun 2026 tentang pelaksanaan upacara bendera di
satuan pendidikan |
Referensi pelaksanaan upacara
bendera dan termasuk susunan upacaranya |
|
|
5 |
Pemecah kebekuan gerak dan lagu, Gerakan ringan, |
Untuk
kegiatan mencairkan suasana, membangun keakraban,
rasa aman, saling kenal, dan gembira dengan pemecah kebekuan (ice breaking) |
|
|
6 |
Pemecah kebekuan (ice breaking) berupa yel-yel Anak Indonesia Hebat
(Sehat, Cerdas, Berkarakter) |
Untuk
memulai sesi sebagai pemecah kebekuan |
|
|
7 |
Kegiatan awal setiap pagi |
Untuk
kegiatan Pagi Ceria |
|
|
8 |
Rujukan materi untuk guru dan materi edukasi untuk warga sekolah |
Untuk
kegiatan membangun kesiapsiagaan
bencana di lingkungan sekolah |
Baca
Juga: 30 Contoh Jingle dan Yel-Yel MPLS Ramah
A. Materi Utama yang Wajib Ada di
MPLS
Materi Utama yang Lebih
Spesifik: Dalam aturan tahun 2026, terdapat "Materi Utama" yang wajib
dilaksanakan, di antaranya: Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan
Menengah Nomor 12 Tahun 2026, materi utama adalah rangkaian materi yang wajib
dilaksanakan oleh sekolah selama masa pengenalan lingkungan sekolah.
Uraian materi utama tersebut paling sedikit
meliputi 6 poin berikut:
·
Gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat
·
Pagi ceria
·
Sopan dan santun bermedia sosial
·
Budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun (5S)
·
Gerakan Indonesia
Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)
·
Gerakan Rukun Sama Teman (GRST)
Penyampaian materi-materi
tersebut bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi
seluruh warga sekolah. Selain materi utama yang bersifat wajib, sekolah juga
dapat memberikan materi pilihan yang disusun berdasarkan ciri khas dan
kebutuhan spesifik sekolah masing-masing.
Jadwal Harian Materi Utama
Jadwal harian selama 5 hari
untuk menyisipkan enam materi utama dalam MPLS Ramah 2026 (berdasarkan rujukan
jenjang SMP/SMA/SMK):
Jadwal ini memastikan setiap
materi wajib tersampaikan secara proporsional dan untuk lebih jelasnya dapat
dilihat dari infografis di bawah ini.
Keenam materi ini dirancang
untuk mewujudkan asas "Budaya Sekolah Aman dan Nyaman".
Berikut penjelasan singkat strategi penyampaian untuk materi utama tersebut.
1. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia
Hebat (7KAIH)
Materi Gerakan Tujuh Kebiasaan
Anak Indonesia Hebat (7KAIH) sebaiknya disajikan sebagai "detak
jantung" MPLS yang dipraktikkan langsung, bukan sekadar teori di atas
kertas.
Berikut adalah cara terbaik untuk mengemas materi tersebut:
a. Penyampaian yang Menyenangkan: Gunakan pendekatan yang penuh
kesadaran (mindfulness), bermakna (meaningful), dan
menggembirakan (joyful). Materi bisa disampaikan melalui lagu dari album
khusus 7KAIH, senam, yel-yal penyemangat, hingga refleksi harian.
b. Visualisasi Karakter: Jelaskan makna logo 7KAIH,
seperti kepala biru yang melambangkan semangat belajar, badan hijau untuk
kesehatan, dan cahaya emas untuk budi pekerti luhur menuju Indonesia Emas 2045.
c. Media Pengingat: Sekolah perlu memasang poster,
banner di kelas, atau media publikasi lainnya agar siswa terpapar nilai-nilai 7
kebiasaan ini setiap hari.
d.Sistem Pemantauan Kolaboratif: Perkenalkan penggunaan jurnal
harian atau formulir pemantauan (bisa berupa buku penghubung atau Google
Forms). Evaluasi ini bertujuan untuk diskusi perkembangan karakter antara guru
dan orang tua, bukan untuk memberikan hukuman.
e. Apresiasi: Berikan penghargaan sederhana
seperti pujian, stiker (gamifikasi), atau pengakuan di depan kelas bagi siswa
yang konsisten menerapkan kebiasaan baik tersebut.
Tautan Materi: MATERI PRESENTASI PPT 1, MATERI PRESENTASI PPT 2 Tautan: INFOGRAFIS G7KAIH
Tautan Lagu: ALBUM LAGU 7KAIH
Tautan Yel-Yel: YEL-YEL 7KAIH
Baca
Juga: Apa Saja 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
2. Pagi Ceria.
Kegiatan Pagi Ceria dalam
MPLS 2026 merupakan materi wajib yang dirancang untuk menciptakan lingkungan
belajar yang ramah, aman, dan menggembirakan sejak jam pertama sekolah. Fokus
utamanya adalah membangun suasana hati positif dan memberikan energi penuh bagi
siswa sebelum memulai proses belajar.
Berikut adalah strategi dan
rincian kegiatan untuk menyampaikan materi ini sesuai dengan Permendikdasmen
Nomor 12 Tahun 2026:
Strategi Penyampaian
a. Penyambutan Hangat: Satuan pendidikan harus
menetapkan kebijakan agar pendidik dan tenaga kependidikan datang lebih awal
untuk menyambut siswa di gerbang sekolah dengan semangat dan kasih sayang.
b. Lingkungan yang Mendukung: Ruang kelas perlu didekorasi
dengan warna cerah dan media permainan yang menarik agar siswa merasa nyaman
dan betah.
c. Integrasi Pembiasaan: Pagi Ceria tidak hanya menjadi
teori, tetapi dipraktikkan sebagai rutinitas harian yang menyenangkan,
bermakna, dan penuh kesadaran (mindfulness).
Rangkaian Kegiatan yang Disarankan
a.
Menyanyikan Lagu Kebangsaan: Mengawali hari dengan lagu Indonesia Raya untuk menumbuhkan rasa
kebangsaan.
b.
Senam Anak Indonesia Hebat: Melakukan aktivitas fisik atau senam berirama secara bersama-sama untuk
membangkitkan semangat dan kesehatan fisik.
c.
Doa Bersama: Berdoa sesuai keyakinan masing-masing sebagai bentuk rasa syukur dan
harapan positif.
d. Permainan Interaktif & Ice Breaking: Menggunakan kuis ringan atau
permainan gerak sederhana untuk membantu siswa saling mengenal dan mengurangi
kejenuhan.
e.
Refleksi atau Storytelling: Guru membagikan kisah inspiratif atau memberikan
motivasi singkat yang menggugah minat belajar siswa.
f.
Sistem Apresiasi: Memberikan penghargaan sederhana, seperti pujian atau gelar "Anak
Rajin", bagi siswa yang datang tepat waktu dan bersemangat mengikuti
kegiatan.
Seluruh rangkaian ini bertujuan
untuk mewujudkan asas Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang menjadi
landasan utama MPLS 2026.
Tautan: YEL-YEL, SENAM, LAGU INDONESIA RAYA
Tautan Materi: MATERI PRESENTASI PPT
Tautan: INFOGRAFIS PAGI CERIA
Baca Juga: Jeda Ceria, Aktivitas untuk Meningkatkan Fokus dan
Mengurangi Strees Siswa dalam Pembelajaran
3. Sopan dan Santun Bermedia Sosial
Materi ini adalah salah satu
pilar materi utama wajib dalam MPLS 2026 yang bertujuan untuk membangun Kewarganegaraan
Digital yang bertanggung jawab sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun
2026.
Berikut adalah strategi dan rincian kegiatan yang bisa diterapkan:
Strategi Penyampaian
a. Diskusi Terbuka dan Empatik: Hindari metode ceramah yang membosankan. Gunakan pendekatan diskusi
yang memancing pemikiran kritis agar siswa sadar akan batasan dan dampak dari
setiap tindakan mereka di dunia maya.
b. Prinsip Utama: Tekankan slogan "Saring sebelum Sharing" dan
prinsip "Berpikir sebelum mengepos" untuk menjaga jejak
digital yang positif.
Contoh Kegiatan MPLS
a. Latihan Verifikasi 3C: Siswa diajarkan mempraktikkan Cek sumber, Cek fakta, dan Cek tanggal
terhadap berita yang mereka temukan di internet untuk menghindari hoaks.
b.
Simulasi Etika Grup Chat: Melakukan bermain peran (role play) tentang tata cara masuk ke
grup percakapan digital, cara menyapa yang sopan, serta meminta izin sebelum
membagikan foto atau data orang lain.
c.
Analisis Pesan Media: Guru menyajikan sebuah konten populer, lalu siswa diminta menganalisis:
Siapa pembuatnya? Apa tujuannya? Apa dampaknya bagi audiens?.
d.
Kampanye Konten Positif: Siswa secara berkelompok membuat draf konten edukatif atau motivasi
sederhana untuk diunggah di akun media sosial mereka sendiri sebagai agen
perubahan positif.
e.
Workshop Keamanan Data: Sesi praktis cara mengelola privasi, menggunakan kata sandi yang kuat,
dan cara melaporkan aktivitas mencurigakan atau perundungan siber (cyberbullying).
f. Terakhir, Kegiatan Kontrak Komitmen Etika Digital. Dokumen ini dirancang sebagai
bentuk kesepakatan nyata agar siswa memiliki tanggung jawab penuh atas tindakan
mereka di ruang digital sejak hari pertama sekolah. Isi dari kontrak tersebut
mencakup poin-poin krusial seperti prinsip "Saring sebelum sharing",
komitmen menjaga privasi, hingga penerapan verifikasi 3C untuk memerangi hoaks.
Seluruh rangkaian ini bertujuan
agar siswa tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga memiliki budi pekerti
luhur di ruang digital.
Tautan Materi: MATERI 1:PRINSIP 3S, MATERI 2: PENCEGAHAN JUDI DARING
Tautan Materi: MATERI PRESENTASI PPT
Tautan: IINFOGRAFIS SOPAN DAN SANTUN BERMEDIA SOSIAL
Baca Juga: Dampak Negatif Penggunaan Telepon Pintar (Smart
Phone) Terhadap Prestasi Akademik
4. Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan,
dan Santun (5S)
Materi Budaya 5S (Senyum, Salam,
Sapa, Sopan, Santun) bertujuan membangun interaksi sosial yang harmonis
untuk mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman sesuai paradigma baru MPLS 2026.
Berikut adalah strategi dan kegiatannya:
Strategi Penyampaian
a.
Keteladanan Pendidik: Guru dan tenaga kependidikan wajib menjadi contoh nyata dengan
mempraktikkan 5S secara konsisten sejak siswa tiba di sekolah.
b.
Habituasi Langsung: 5S diterapkan sebagai pembiasaan harian yang berkelanjutan, bukan
sekadar hafalan materi di dalam kelas.
Rangkaian Kegiatan yang Disarankan
a. Penyambutan di Gerbang: Guru menyambut siswa di pintu masuk dengan energi positif, senyuman,
dan salam hangat untuk membangun suasana hati yang baik.
b. Bermain Peran (Role Play): Siswa melakukan simulasi etika bersosialisasi, seperti
cara menyapa guru, meminta tolong dengan sopan, serta cara lewat di depan orang
tua dengan sedikit menunduk.
c. Visualisasi Budaya: Sekolah memasang poster, banner, atau mural kreatif tentang 5S di area
strategis untuk mengingatkan warga sekolah secara terus-menerus.
d. Sistem Apresiasi: Memberikan penghargaan sederhana seperti stiker atau penulisan nama di
"Papan Pujian" bagi siswa yang konsisten menunjukkan sikap santun.
Tautan Materi: MATERI PRESENTASI PPT
Tautan: IINFOGRAFIS BUDAYA SENYUM, SALAM, SAPA, SOPAN, DAN
SANTUN
5.
Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)
Materi Gerakan Indonesia
Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) merupakan bagian dari pengenalan
lingkungan sekolah yang bertujuan membangun budaya sekolah kondusif.
Berikut adalah strategi dan
kegiatannya berdasarkan panduan MPLS Ramah SMA/SMK 2026:
Strategi Penyampaian
a. Berbasis Aksi Nyata: Materi tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi langsung
dipraktikkan melalui kegiatan pengelolaan lingkungan.
b. Kolaboratif: Melibatkan seluruh siswa baru dengan pembagian zona kerja agar mereka
merasa memiliki tanggung jawab terhadap kebersihan sekolah.
Rencana Kegiatan (Estimasi 105 Menit)
a.
Pengarahan & Pembagian Zona (15 Menit): Guru menjelaskan filosofi ASRI
dan membagi kelompok siswa ke area tertentu di sekolah (kelas, taman, atau
lapangan).
b. Aksi Lingkungan (90 Menit): Siswa melakukan kerja bakti dengan membawa peralatan sendiri dari
rumah. Aktivitasnya meliputi:
·
Aman & Sehat: Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok dan praktik cuci tangan pakai sabun.
· Resik: Melakukan piket bersama, memilah sampah (organik/anorganik), dan
menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
· Indah: Merawat taman, menanam pohon, atau menata ruang kelas agar rapi dan
nyaman.
c. Refleksi: Di akhir sesi, guru memberikan
penguatan tentang pentingnya menjaga estetika dan keberlanjutan lingkungan
sekolah.
Kegiatan ini bersifat fleksibel;
sekolah bisa menggantinya dengan proyek kreatif seperti daur ulang sampah
menjadi benda fungsional. Kegiatan ini akan memperkuat karakter sosial siswa
dan menciptakan iklim sekolah yang saling mengharga.
Tautan Materi: MATERI PRESENTASI PPT
Tautan: INFOGRAFIS GERAKAN INDONESIA AMAN, SEHAT, RESIK,
DAN INDAH
6. Gerakan Rukun Sama Teman (GRST)
Gerakan Rukun Sama Teman (GRST) adalah materi wajib terakhir
yang bertujuan membangun hubungan sehat, saling menghargai, dan peduli sesama
untuk mencegah perundungan serta kekerasan di sekolah.
Berikut adalah strategi dan rincian kegiatannya:
Strategi Penyampaian
a. Pendekatan Empati: Fokus pada pengembangan kecerdasan emosional dan kesehatan mental
murid.
b. Dukungan Teman Sebaya: Melatih murid untuk memberikan Dukungan Psikologis Awal (DPA) melalui
prinsip Look, Listen, Link (Lihat, Dengar, Hubungkan).
Rincian Kegiatan (Estimasi 85 Menit)
a.
Sesi "Sahabat Hebat" (15 Menit): Murid berdiskusi kelompok
untuk mengenali tanda-tanda teman yang sedang tidak baik-baik saja dan mempelajari
kalimat kepedulian seperti, "Apa kabar? Aku bersedia mendengarkan kalau
kamu mau cerita".
b.Praktik Mendengarkan dengan Empati (40 Menit): Menggunakan akronim HADAP
sebagai respons nonverbal:
·
H: Hadapkan badan ke arah teman.
·
A: Arahkan kontak mata yang nyaman.
·
D: Dengarkan tanpa menyela.
·
A: Anggukkan kepala sebagai tanda paham.
·
P: Ponsel disimpan.
c. Identifikasi Sumber Bantuan (15
Menit): Murid
memetakan siapa saja orang dewasa terpercaya (Guru BK, wali kelas, orang tua)
yang bisa dihubungi jika masalah teman mengarah pada risiko bahaya.
Tautan: KARTU BAHAN KAPAN MEMINTA BANTUAN
d.Deklarasi Komitmen (15 Menit): Murid menuliskan dan membacakan
komitmen pribadi, seperti "Mulai hari ini, saya akan menjadi teman yang
menghargai perbedaan"
Tautan Materi: MATERI PRESENTASI PPT
Tautan: INFOGRAFIS GERAKAN RUKUN SAMA TEMAN
B. Materi Pilihan yang Bisa
Ditambah Sekolah
Sekolah dapat menambahkan Materi Pilihan
yang disesuaikan dengan ciri khas, kebutuhan, serta materi lain yang dianggap
penting bagi murid baru.
Panduan ini disusun untuk membantu Anda merancang MPLS yang edukatif,
interaktif, dan berkesan bagi peserta didik baru. Fokus utama dari rancangan
ini adalah pembelajaran aktif (active learning) agar materi tidak
membosankan dan benar-benar tertanam dalam diri siswa.
1. Ciri Khas Sekolah: Membangun Identitas &
Kebanggaan
Materi ini bertujuan agar siswa merasa menjadi bagian dari keluarga
besar sekolah sejak hari pertama.
a. Materi Utama:
· Sejarah dan Tokoh: Profil singkat pendiri sekolah dan pencapaian
historis.
· Budaya & Tradisi: Tata krama, tata tertib, jargon/yel-yel sekolah,
dan lagu wajib sekolah.
· Keunggulan Lokal: Jika sekolah berada di daerah dengan kearifan lokal yang kuat (misal:
batik, seni tradisi, atau lingkungan alam), integrasikan nilai tersebut ke
dalam profil lulusan.
b. Strategi Penyampaian:
· Inside Class: "Storytelling Malam Keakraban" atau sesi presentasi
multimedia yang dinamis dengan video profil sekolah yang menggugah semangat.
· Outside Class: "School Treasure Hunt". Siswa dibagi menjadi kelompok
untuk mencari titik-titik penting di sekolah (kantin, perpustakaan, bengkel,
lab) dan menjalankan misi yang berkaitan dengan sejarah atau nilai sekolah di
setiap pos.
2. Pencegahan Bahaya NAPZA: Membangun Resiliensi Diri
Materi ini harus disampaikan dengan pendekatan yang tidak
menakut-nakuti, melainkan memberdayakan siswa untuk berani menolak.
a. Materi Utama:
· Dampak: Kerusakan
saraf, ketergantungan, dan konsekuensi hukum.
· Modus Operandi: Bagaimana oknum mendekati remaja (melalui jajanan, ajakan
"coba-coba", atau peer pressure).
b. Strategi Penyampaian:
· Inside Class: Role-Playing "Say No!". Buat skenario di mana siswa
harus berlatih menolak tawaran dari "orang asing" atau
"teman" yang menawarkan makanan/minuman mencurigakan dengan percaya
diri.
· Outside Class: Workshop Interaktif. Undang perwakilan BNN atau tenaga medis
setempat. Gunakan alat peraga untuk membedakan permen/jajanan sehat dan yang
mencurigakan (jika ada sampel edukasi yang aman).
Tautan: FILM PENDEK: MILENIAL ANTI NARKOBA 1, MILENIAL ANTI NARKOBA 2, MILENIAL ANTI NARKOBA 3, MILENIAL ANTI NARKOBA 4, MILENIAL ANTI NARKOBA 5
3. Pendidikan Anti-Korupsi: Integritas Sehari-hari
Materi ini paling efektif jika dikaitkan dengan perilaku integritas di
lingkungan sekolah.
a. Materi Utama:
· 9 Nilai Integritas: Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, Tanggung Jawab,
Kerja Keras, Sederhana, Berani, dan Adil.
· Kontekstual: Menyontek, membolos, dan memanipulasi laporan keuangan organisasi siswa
sebagai bentuk korupsi dini.
b. Strategi Penyampaian:
· Inside Class: Studi Kasus/Debat. Berikan skenario dilemma etika, misalnya:
"Menemukan dompet di area sekolah, apa yang dilakukan?"
· Outside Class: Simulasi "Kantin Kejujuran". Siswa menjalankan
simulasi transaksi jual beli di mana mereka harus jujur membayar dan mengambil
kembalian tanpa pengawasan langsung, lalu refleksikan hasilnya bersama.
4. Fenomena Sosial: Bijak di Dunia Maya &
Pergaulan
Khusus untuk SMA/SMK, fokus pada kedewasaan digital dan kesehatan
mental.
a. Materi Utama:
· Jejak Digital: Menanamkan bahwa apa yang diunggah hari ini akan dilihat oleh perekrut
kerja di masa depan.
· Etika Digital: Bahaya cyberbullying, penyebaran hoaks, dan FOMO (Fear of
Missing Out).
· Pergaulan Sehat: Membangun batasan diri (boundaries) dalam berelasi.
b. Strategi Penyampaian:
· Inside Class: "Social Media Detox & Audit". Ajak siswa meninjau
profil media sosial mereka sendiri (bukan untuk diperiksa, tapi untuk
introspeksi) apakah sudah mencerminkan profil pelajar yang baik.
· Outside Class: Talkshow Teman Sebaya. Mengundang alumni yang sukses secara
akademis maupun karier untuk berbagi cerita tentang bagaimana mereka menjaga
pergaulan tetap positif.
5. Materi Khusus SMK: Menyiapkan Masa Depan
Penting untuk menanamkan mindset bahwa lulusan SMK adalah tenaga
kerja profesional atau entrepreneur masa depan.
a. BMW (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha)
|
Jalur |
Fokus
Materi |
Strategi
Penyampaian |
|
Bekerja |
Cara membuat CV, sikap
profesional, soft skill di industri. |
Simulasi wawancara kerja
singkat (mock interview). |
|
Melanjutkan |
Informasi PTN/PTS,
beasiswa, dan karier akademis. |
Sharing session dengan alumni yang sukses di bangku kuliah. |
|
Wirausaha |
Dasar-dasar bisnis,
kreativitas, dan peluang pasar. |
Kompetisi ide bisnis 5
menit (Elevator Pitch). |
b. Budaya K3 (5R/5S: Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin)
1) Materi Utama: Keselamatan kerja adalah harga mati. K3 bukan sekadar aturan, tapi gaya
hidup untuk efisiensi dan keamanan.
2) Strategi Penyampaian:
a) Outside Class (Praktik Bengkel/Lab): "The 5S Challenge".
b) Ringkas: Sortir
barang yang perlu dan tidak di area praktik.
c) Rapi: Menata
alat sesuai tempatnya (menggunakan shadow board).
d) Resik:
Membersihkan area kerja setelah digunakan.
e) Rawat: Menjaga
kebersihan dan ketertiban.
f) Rajin: Menjadikan
4 poin di atas sebagai kebiasaan.
C. Kegiatan Tambahan Lainnya
Kegiatan pada hari kedua dan
ketiga MPLS Ramah 2026 dirancang untuk memetakan
kondisi kesehatan dan kebutuhan perkembangan murid secara menyeluruh melalui
beberapa instrumen berikut:
1.
Identifikasi Massa Tubuh (IMT)
a.Hari Kedua: Pada jenjang SMP, SMA, dan SMK, murid melakukan pengukuran tinggi dan
berat badan untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) guna mengetahui status
gizi.
Contoh kegiatan pelakasanaan Tes Fleksibilitas:
a.
Hari Ketiga: Hasil pengukuran tersebut diinput oleh murid atau guru ke laman: karakter.data.kemendikdasmen.go.id bersamaan dengan rangkaian tes
lainnya. Untuk jenjang SD, data ini umumnya diisi oleh orang tua selama masa
sosialisasi.
Tautan: ASESMEN KEBUGARAN, FORMULIR PENCATATAN
2.
Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis (CKG)
Pendaftaran ini dilakukan
melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile untuk mendeteksi dini kondisi
kesehatan umum, gizi, dan indra murid. Bagi murid SD dan SMP, pendaftaran
dilakukan oleh orang tua, sementara murid SMA/SMK dapat mendaftar secara mandiri.
Sekolah kemudian mendata jumlah murid yang sudah terdaftar hingga hari terakhir
MPLS.
Tautan: HALAMAN PENDAFTARAN CKG, PANDUAN PENDAFTARAN CKG
3.
Deteksi Dini & Survei Karakteristik
Kegiatan ini bertujuan mengenali
karakteristik personal, gaya belajar, hingga latar belakang keluarga murid.
Instrumen yang digunakan meliputi:
a.
Instrumen Data Murid: Formulir data dasar mengenai identitas murid, kondisi sosial-ekonomi,
dan dokumen kependudukan.
b.Survei Pengenalan Karakteristik dan Kebutuhan Perkembangan Murid: Survei untuk memahami minat,
pengalaman belajar, kesehatan, serta kebutuhan dukungan khusus agar sekolah
dapat menyiapkan layanan pendidikan yang sesuai.
Tautan: DETEKSI DINI, INSTRUMEN TES & SURVEY
Untuk pelaksanaan setiap jenjang
berbeda siapa yang mengisi dan jadwal pelaksanaannya seperti pada gambar di
bawah ini.
Siapa yang mengisi instrument MPLS Ramah 2026
Jadwal Pelaksanaan Cek/Tes/Asesmen MPLS Ramah 2026:
Data-data tersebut bersifat
rahasia dan hanya digunakan guru untuk merancang pembelajaran yang inklusif serta
nyaman bagi setiap individu.
Perlu ditekankan bahwa hasil tes
ini bukan berupa skor atau peringkat dan tidak digunakan untuk melabeli
murid. Tujuannya murni untuk membantu guru memetakan kebutuhan belajar dan
merancang layanan pendampingan yang tepat sasaran.
Khusus untuk jenjang SD,
rangkaian identifikasi ini tidak dilakukan murid pada hari ketiga, melainkan
diisi oleh orang tua/wali murid selama masa sosialisasi (rentang 6-26 Juli
2026).
Catatan
Penting: Untuk
keberhasilan MPLS, hindari ceramah satu arah yang terlalu lama. Gunakan
proporsi 30% teori dan 70% aktivitas/simulasi. Pastikan kakak kelas
(OSIS/MPK) dilibatkan sebagai fasilitator yang memberikan contoh teladan, bukan
sebagai senior yang melakukan perpeloncoan.
Tautan
Download:
· Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026
· Bahan Presentasi MPLS Ramah 2026
· Rujukan MPLS Ramah SMA dan SMK
· FAQ (Pertanyaan yang Banyak Ditanyakan) MPLS Ramah 2026
















0 comments:
Posting Komentar