Minggu, 13 Juni 2021

Cara Membuat Portofolio Digital Siswa dengan Google Sites

Pembelajaran selama pandemi ini mengharuskan guru untuk kreatif dalam melakukan pembelajaran dan penilaian. Guru diharapkan terutama untuk pembelajaran jarak jauh jangan hanya memberikan tugas yang bersifat menjawab pertanyaan saja. Biasakan siswa dengan penugasan yang menghasilkan produk seperti karangan/esai, poster, video, hasil wawancara, audio, grafik, gambar, dan produk lainnya. Sehingga siswa tersebut masih dapat melatih keterampilan dan karakternya di dalam pembelajaran.

Disamping itu juga siswa dapat meletakkan produk-produk pembelajaran mereka tersebut ke dalam suatu wadah dalam bentuk portfolio digital. Maka dengan car aini siswa memperoleh juga keterampilan dalam literasi teknologi informasi dan juga guru mempunyai sarana untuk menilai dari sisi perencanaan, perkembangan proses, sampai produk pembelajaran secara keseluruhan.

Portofolio siswa secara online adalah cara yang bagus untuk menampilkan pekerjaan siswa dan menunjukkan perkembangan dari waktu ke waktu. Google Sites adalah alat yang sempurna bagi Anda dan siswa Anda untuk membuat Portofolio digital.

Portofolio adalah cara terbaik bagi siswa untuk tidak hanya mendemonstrasikan pembelajaran kepada guru dan orang lain tetapi juga untuk belajar dan merefleksikan pertumbuhan dan kemajuan mereka sendiri dari waktu ke waktu.

Baca juga “Penilaian Portfolio, Salah Satu Penilaian Berbasis Performan atau Kinerja

Apa itu Portofolio Digital?

(nama lainnya adalah ePortfolio, Electronic Portfolio, atau Learning Portfolio)

Portofolio adalah kumpulan dokumen yang menunjukkan hasil pembelajaran dan perkembangan dari waktu ke waktu. Ada berbagai jenis portofolio, dan banyak cara berbeda untuk menggunakan strategi ini untuk sekolah menengah sampai ke perguruan tinggi.

Portofolio bukanlah hal baru. Mereka telah ada selama beberapa dekade dan kembali ke file kertas dan buku catatan, tetapi versi digital saat ini jauh lebih mudah untuk dikelola dan dibagikan.

Portofolio Etalase Siswa

Jika Anda ingin memulai dengan portofolio, salah satu cara untuk memulainya adalah dengan portofolio etalase. Portofolio etalase adalah wadah bagi siswa untuk mempresentasikan dokumen yang menunjukkan penguasaan standar atau keterampilan. Portofolio etalase bekerja dengan sangat baik di akhir semester atau sebagai ujian akhir mereka. Ini adalah tempat yang baik untuk memulai dengan portofolio karena tidak memerlukan pembaruan rutin portofolio pembelajaran.

Proses pembuatan portofolio tidak hanya sekedar memasukkan judul pada halaman dan memasukkan dokumen. Tujuannya agar siswa dapat menjelaskan standar yang mereka tangani. Kemudian, siswa menyajikan bukti mereka dengan konteks dan menjelaskan bagaimana itu memenuhi standar.

Untuk setiap keterampilan atau standar siswa diminta untuk membahas, guru harus memastikan bahwa peserta didik memiliki berbagai dokumen potensial untuk dipilih. Ini memaksa siswa untuk berpikir tentang pekerjaan apa yang mereka lakukan yang paling menunjukkan keterampilan atau standar itu.

Baca juga “Porotfolio Digital, Cara Mudah Mengelola dan Menilai Portfolio

Portofolio Pembelajaran Siswa

Jenis portofolio lainnya adalah portofolio pembelajaran di mana siswa melacak dan merefleksikan proses pembelajaran.

Dengan Google Sites menyimpan situs dalam Google Drive. Artinya, file tersebut dapat diakses dengan mudah seperti file GSuite lainnya. Dan memasukkan teks atau file baru adalah proses yang sederhana.

Dalam portofolio pembelajaran, kami mengatur setiap unit sebagai halaman individual. Siswa menempatkan karya dari unit dan memperkenalkan karya tersebut.

Juga, ini adalah tempat bagi siswa untuk merefleksikan penilaian formatif seperti kuis. Dengan menggulir ke bawah halaman, seseorang dapat melacak kemajuan siswa melalui penilaian unit termasuk refleksi akhir pada unit tersebut.

Salah satu bagian yang paling menantang bagi siswa yang menggunakan jenis portofolio ini adalah refleksi mendalam yang diperlukan dan melihat manfaat merefleksikan kinerja mereka. Bagian dari refleksi yang kuat tidak hanya melihat kinerja masa lalu, tetapi menggunakannya sebagai platform untuk merencanakan tindakan di masa depan. Saya telah mencoba untuk menyesuaikan refleksi siswa saya agar diakhiri dengan bagaimana kinerja di masa lalu akan memengaruhi praktik di masa mendatang.

Portofolio Profil Siswa

Jika portofolio akan menjadi lebih dari sekadar lemari arsip untuk pekerjaan siswa, ia tidak hanya harus mencerminkan pekerjaan yang dilakukan siswa tetapi juga mencakup aspek orang yang mungkin tidak termuat dalam dokumen kelas.

Sebagaimana dijelaskan oleh Institute for Personalised Learning, profil pelajar berisi informasi demografis dan akademis. Tapi, itu juga menampung informasi tentang keahlian dan pendorong untuk belajar. Itulah mengapa saya ingin siswa memasukkan informasi tentang minat dan aspirasi mereka di Halaman Semangat” dengan memasukkan video YouTube.

Pada halaman, "Saya sebagai Pembelajar,", siswa suka mengomunikasikan kekuatan mereka sebagai pembelajar dan menyajikan dokumen sebagai buktinya.

Portofolio digital juga merupakan tempat di mana siswa dapat menyimpan dokumen proyek minat mereka.

Guru dapat mendorong siswa untuk terus berbagi pekerjaan dan minat mereka bahkan setelah mereka meninggalkan kelas. Ketika siswa siap untuk membagikan portofolionya, mereka memiliki beberapa pilihan. Mereka dapat membagikan situs seperti halnya file G Suite yang memberikan hak melihat kepada individu tertentu. Jika siswa ingin mempublikasikan karyanya, mereka dapat mempublikasikan ke domain tertentu atau dunia.

Setelah Anda memutuskan gaya portofolio yang Anda rencanakan untuk diterapkan dengan siswa Anda, dan halaman yang perlu mereka buat, Anda dapat memandu siswa melalui langkah-langkahnya.

Saat siswa mempelajari keterampilan membuat portofolio, mereka mempelajari keterampilan desain web. Itulah kekuatan menggunakan Google Sites untuk portofolio.

Berikut adalah langkah-langkah cara menggunakan Google Sites untuk membuat portofolio siswa.

Langkah 1 : Silahkan Login ke Akun Google sites

Untuk memulai pembuatan website dengan Google Sites dengan cara login menggunakan akun Gmail biasa atau akun belajar.id Kemdikbud. Untuk email yang berupa Gmail biasa dengan cara Anda login ke google sites terlebih dahulu melalui URL berikut ini: https://sites.google.com/.

Sedangkan yang menggunakan akun belajar.id selanjutnya klik menu Google Aps yang berupa titik sembilan dan pilih Sites.

Langkah 2 : Membuat portfolio digital pada halaman google site

Setelah Anda berhasil login, selanjutnya Anda akan otomatis dibawa ke halaman utama google sites seperti gambar dibawah ini :


Pada laman ini seperti dapat kita lihat terdapat beberapa gambar dibawah tulisan “Star a new site” dan pilih saja “Student Portfolio” untuk membuat situs web baru, sementara menu lainnya adalah sebagai berikut:

  • Template gallery. menu ini digunakan untuk melihat contoh template lainnya sesuai dengan keinginan dan jenis pekerjaan kita.
  • Recent Sites menu ini digunakan untuk melihat sejumlah situs yang sudah pernah kita buat sebelumnya.
  • Search digunakan untuk menjelajah daftar situs yang dapat di lihat berdasarkan kategori dari semua orang pada institusi kamu yang hak aksesnya dapat kamu lihat.

Selain tombol dan link tadi terdapat juga form pencarian yang dapat kita gunakan untuk menelusuri situs sesuai dengan kata kunci yang kita masukan.

Untuk memulai membuat situs web, klik tombol Student Portfolio, laman akan menyajikan form pembuatan situs seperti pada gambar di bawah ini


Pada form di laman ini kita dapat menentukan nama situs yang dikehendaki siswa dengan cara klik pada tulisan “[Name]’s Learning Jorney” dan pada pojok kiri atas ada tulisan “Your Name” menu ini untuk membuat nama sites-nya sesuai dengan nama siswa serta ini menjadi nama file sites pada Google Drive. Sedangkan pada bagian kanan terdapat beberapa menu seperti Insert; Pages, dan Themes. “Insert” merupakan menu untuk memasukkan semua bahan yang kita butuhkan seperti memasukan tulisan, gambar, ataupun video. Sedangkan “Pages” untuk membuat halaman dan sub halaman situs atau web kita dan kemudian jika kita ingin menggunakan tema desain tertentu, klik menu “Themes”, akan tersaji sejumlah tema yang dapat kita gunakan, klik salah satu yang diinginkan.


Langkah 4 : Memilih tata letak atau layout untuk portofolio siswa Anda

Memilih layout pada situs Anda akan sangat penting untuk diperhatikan, karena ini akan menampilkan untuk desain dari tampilan tata letak pada konten website Anda.

Untuk memilih dan menggunakan layout desain silahkan Anda drag desain layout yang Anda inginkan ke halaman website Anda.

Langkah 5: Pilih gambar Background, jenis header, dan tema

Pilih tampilan untuk situs Anda. Setiap tema dilengkapi dengan latar belakang yang telah ditetapkan, skema warna, dan pemilihan font. Anda dapat menyesuaikan font, warna, dan latar belakang nanti, dan Anda selalu dapat mengubah tema setelah situs dibuat. Jika Anda perlu membuat perubahan apa pun, klik Undo undo , atau Redo redo .

 

1.    Ubah gambar latar belakang:

1.  Buka Situs dan buka situs Anda.

2.  Arahkan ke gambar latar belakang (background) dan klik 
Change Image .

3.  Pilih satu opsi:

·      Untuk mengunggah gambar dari komputer Anda, klik Unggah .

·      Untuk memilih gambar dari galeri atau lokasi lain, klik Change Image .

4.  (Opsional) Untuk kembali ke gambar latar belakang asli, klik Setel ulang  segarkan.

2.    Ubah jenis header :

1.      Arahkan ke gambar latar belakang (background) dan klik jenis Header .

2.      Pilih satu opsi:

·      Cover ( penutup )

·      Large banner ( Spanduk Besar )

·      Banner

·      Title only( Hanya Judul )

3.    Ubah tema dan gaya font:

1.      Di pojok kanan atas, klik Tema .

2.      Pilih opsi tema dan pilih warna.

3.      Klik Gaya font dan pilih gaya.

 

Langkah 6: Membuat halaman

Untuk membuat halam pada website kita dengan cara klik “Pages” pada kanan atas dan pada kanan bawah terdapat tanda tambah (+) untuk menambahkan halaman. Untuk sites yang kita pilih tadi merupakan sites yang sudah template bawaannya dari sites ini. Sehingga sudah beberapa halaman yang telah disediakan. Setelah di klik akan muncul menu untuk menuliskan nama halaman dan jangan lupa untuk meng-klik “Done


Maka akan muncul halaman pada bagian atas setelah kita tambahkan halamannya. Kalau kita mau menambahkan sub halaman, maka kita klik titik tiga pada judul halaman setelah kursor kita arahkan kesana dan akan muncul beberapa menu dan silakan klik “Add subpage” dan nanti akan muncul tanda panah kecil di sekitar halaman kita tersebut seperti pada gambar di bawah ini.


Langkah 7 : Mengisi halaman website

Untuk mengisi halaman kita dengan berbagai bahan, maka Langkah pertama kali dengan meng-klik menu “Insert” dan akan muncul beberapa menu lagi seperti Text box; Images, Embed, dan Drive seperti pada gambar dibawah ini.

Text box untuk memasukkan bahan yang berupa teks dalam bentuk kalimat bisa dengan menulis atas mengkopypastekan dari dokumen lainnya.

Images untuk memasukkan berbagai macam gambar ke dalam website kita. Images ini mempunyai dua cara untuk memasukkan gambar ke website, yaitu melalui “Upload” dan “Select”. Bedanya untuk upload merupakan gambar yang berada dalam laptop kita sedangkan select bisa mengambil dari luar misalnya dari internet atau sumber lain.

Embed untuk memasukkan bahan atau sumber dengan cara membuat tautan atau URL dan kode embed. Bedanya kalau berupa tautan (URL) hanya bisa dengan klik baru masuk ke website yang kita tuju, sedangkan kode embed bahan/sumber tersebut bisa kita langsung akses di dalam website kita.

Drive untuk memasukkan bahan/sumber yang berada dalam penyimpanan data email kita yang sebelumnya sudah kita upload ke dalam penyimpanan data email kita.

Langkah 7 : Menerbitkan/Publish Agar website Anda bisa diakses secara Global di internet

Apabila Anda sudah selesai dalam berkreasi mendesain website Anda maka tahap terakhir adalah menerbitkan ( publish) website Anda.Ini diperlukan agar orang bisa akses website yang Anda buat.

Untuk publish silahkan Anda klik tombol ” Publish ” pada bagian kanan atas halaman google sites.

Berikutnya, Anda diminta untuk menentukan nama alamat website tersebut seperti gambar berikut yang diberi kotak merah. Sedangkan kalau ingin mengelola maka silakan klik “MANAGE”. Menu ini bisa kita atur untuk sites ini bisa diakses secara terbatas, yang mempunyai akun belajar.id, atau bisa oleh semua orang.


Kalau sudah di-publish maka gambar tautan yang berupa gambar rantai akan aktif dan jika menu tersebut di klik maka akan muncul tautan yang akan dibuat ke tempat lain atau memberikannya ke guru.


Demikianlah cara membuat portofolio digital untuk siswa dan diharapkan siswa beserta guru menjadi lebih baik dalam mendokumentasikan dan mengelola penilaian dengan menggunakan portofolio digital ini.

Sumber:

https://shakeuplearning.com/blog/how-to-create-powerful-student-eportfolios-with-google-sites/

0 comments:

Posting Komentar