Siswa memiliki kapasitas belajar
yang luas, tetapi juga membutuhkan istirahat untuk perkembangan
pikirannya. Duduk terlalu lama di sekolah atau di rumah dapat mengakibatkan kebosanan,
frustrasi, dan penurunan fokus. Aktivitas rehat otak memiliki
pengaruh yang signifikan. Singkat, sederhana, dan menyenangkan, rehat ini
memungkinkan anak-anak untuk bersantai, melepaskan stres, dan kembali
belajar dengan segar. Maka untuk mecapai tujuan tersebut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan aktivitas dalam pembelajaran yang disebut dengan "Jeda Ceria". Pada tulisan ini akan dijelaskan apa itu Jeda Ceria, langkah-langkan aktivitasnya, dan kegiatan lain yang dapat digunakan sebagai aktivitas sejenis dengan jeda ceria sebagai variasi kegiatan bagi guru di dalam kelas.
Sosmed
Tampilkan postingan dengan label Regulasi Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Regulasi Diri. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Oktober 2025
Selasa, 04 Maret 2025
Metakognisi, Menumbuhkan Refleksi untuk Membantu Siswa Menjadi Pembelajar yang Terbiasa Menerapkan Regulasi Diri dalam Pembelajaran
10.38
adisaputra
Metakognisi, Metakognitif, Pembelajaran Mendalam, Pengaturan Diri, Refleksi, Regulasi Diri, Umpan Balik
No comments
Di dalam Naskah Akademik
Pembelajaran Mendalam yang dikeluarkan Kemendikdasmen bahwa ada tiga
peran guru dalam implementasi Pembelajaran Mendalam yaitu sebagai aktivator,
pembangun budaya, dan kolaborator. Sebagai kolaborator, guru bersikap
aktif memberikan respon terhadap setiap proses belajar peserta didik. Umpan
balik sangat penting diberikan oleh guru kepada peserta didik, untuk mendorong
munculnya metakognisi dan regulasi diri, yaitu kemampuan untuk
menganalisis, mengevaluasi, serta melakukan perbaikan dan tindak lanjut.
Langganan:
Komentar (Atom)

