Sesuai dengan dimensi profil
lulusan kemandirian pada Pendekatan Pembelajaran Mendalam berfokus pada kemampuan
peserta didik untuk bertanggung jawab atas proses belajar, mengambil
inisiatif, mengatur diri (regulasi diri), dan menyelesaikan tugas tanpa
tergantung orang lain, yang diwujudkan melalui kesadaran diri (refleksi diri)
dan kemampuan adaptasi, menjadikannya pribadi yang proaktif dan mampu belajar
mandiri sepanjang hayat. Berdasarkan dimensi ini seharusnya melatih lulusan
untuk menjadi pembelajar aktif yang mampu menghadapi tantangan dan terus
mengembangkan diri secara mandiri. Maka yang paling tepat strategi atau model
pembelajarannya adalah Model Flipped Classroom. Maka melalui
artikel ini penulis akan menjelaskan pengertian, peran guru, langkah
pembelajaran, tantangan atau kendala, dan strategi untuk pertama kali
penerapannya di dalam kelas. Artikel ini dilengkapi dangan gambar, tabel, dan
video untuk memaparkan tentang Model Flipped Classroom.
Jumat, 26 Desember 2025
Revolusi Kelas: Panduan Strategis Model Flipped Classroom untuk Pembelajaran Era Digital
Minggu, 27 Agustus 2023
CONTOH PENERAPAN MODEL ROTASI STASIUN SEDERHANA
Bagaimana
Anda bisa menggunakan teknologi untuk melakukan rotasi stasiun di pendidikan menengah? Mudah!
Model Rotasi Stasiun sederhana ini, yang sangat mirip dengan apa yang biasa
digunakan di sekolah dasar, adalah cara yang bagus untuk menggabungkan
setidaknya satu stasiun digital sambil membuat siswa Anda bergerak dan melatih
berbagai keterampilan.
Kami
memadukan pena dan kertas dengan digital di ruang kelas campuran kami, dan
semuanya berjalan dengan baik. Pada awalnya (bagi saya) ini hanya tentang
memasukkan beberapa sumber daya digital. Anak-anak menyukainya. Itu mudah bagi
saya. Namun sekarang setelah saya merasa lebih nyaman dengan hal itu, saya
mulai bereksperimen dengan berbagai cara untuk melakukannya.
Saya memulai perjalanan digital saya dengan model yang paling fleksibel. Siswa saya pada dasarnya mengerjakan tugas mereka di Google Classroom dengan kecepatan mereka sendiri. Saya ada di sana untuk membantu mereka secara individu. Saat mereka menyerahkan tugas, saya akan melakukan umpan balik.
Rabu, 26 Mei 2021
MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI 5 E
Inkuiri dapat
dilaksanakan dalam pembelajaran dengan menggunakan berbagai model sesuai dengan
mata pelajaran yang sesuai. Namun begitu Model Pembelajaran 5E adalah model
umum yang sesuai untuk diadaptasi dengan semua mata pelajaran.
Model
Pembelajaran 5E merupakan model yang sering digunakan dalam melaksanakan
Inkuiri. Model pembelajaran 5E merupakan adaptasi model Biological Sciences Curricullum Study ( BSCS)
5E Instructional Model [New Designs for Elementary School Science and Health
(BSCS,1989)]. 5E merujuk kepada lima
tahap pembelajaran yaitu Pelibatan ( Engagement), Penyelidikan (Exploration), Penjelasan
(Explanation), Pengembangan (Elaboration) dan Penilaian (Evaluation) .
Model
Pembelajaran 5E berisikan kegiatan yang
berpusat kepada siswa. Siswa akan melibatkan diri, menyelidiki, menjelaskan,
mengembangkan dan membuat penilaian seperti yang diterangkan pada tabel di
bawah ini.
Senin, 17 Mei 2021
PEMBELAJARAN DIFERENSIASI, PEMBELAJARAN MELAYANI KEUNIKAN SISWA
Pendidikan
yang bermutu adalah pendidikan yang bisa memberikan dan memfasilitasi kebutuhan dari setiap siswanya.
Berpuluh-puluh tahun yang lalu sampai dengan sekarang ini, pendidikan di Indonesia
masih belum banyak perubahan, di mana masih menerapkan sistem pembelajaran lama
yang menganggap semua siswa adalah sama, lebih berpusat pada guru, tanpa
memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.
Siswa
hanya duduk diam mendengarkan guru tanpa melakukan sesuatu yang akan menambah pengalaman
belajar bagi mereka. Guru seolah-olah hanya mengajar satu orang siswa saja
dalam satu kelas, sedangkan di dalam kelas ada kurang lebih 30-40 siswa yang
mempunyai keunikan, kemampuan dan keberagaman pengalaman belajar yang berbeda.
Tidak jarang anak-anak merasa frustasi dan akhirnya tidak memiliki motivasi
untuk belajar, karena mereka datang ke sekolah hanya untuk ujian, ujian dan
ujian. Maka dengan adanya pembelajaran diferensiasi semoga merubah kondisi
tersebut.
Diferensiasi adalah praktik dimana guru menyampaikan pembelajaran dengan penyesuaian pada kesiapan, minat, jenis kecerdasan dan gaya belajar siswa.
Guru dapat memodifikasi strategi mengajarnya pada konten, proses, dan produk. Tapi sebelumnya, guru perlu melakukan asesmen agar punya informasi mengenai tingkat kesiapan siswa dan apa minat serta gaya belajar yang mereka miliki. Untuk lebih memahami tentang pembelajaran diferensiasi dapat disimak pada pemaparan di bawah ini termasuk juga bagaimana menentukan gaya belajar, jenis kecerdasan, dan lainnya serta bagaimana melaksanakan pembelajaran diferensiasi secara online.
Selasa, 11 Mei 2021
KUPAS TUNTAS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI
Sesuai dengan pembelajaran pada kurikulum 2013 terdapat empat
model pembelajaran yang disarankan yaitu model pembelajaran berbasis
inkuiri, pembelajaran discovery learning, pembelajaran berbasis masalah,
dan pembelajaran berbasis proyek. Ke depan juga model-model pembelajaran ini memang harus kita
terapkan dalam pembelajaran di kelas sekolah-sekolah kita. Misalnya untuk
pembelajaran pada sekolah penggerak akan mengedepankan pembelajaran
berbasis inkuiri ini selain juga penekanannya pada model pembelajaran
berbasis proyek.
Sayangnya selama ini, sistem pendidikan
tradisional telah membuat guru kita susah untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran sehingga menghambat proses alami penyelidikan. Siswa menjadi kurang
untuk mengajukan pertanyaan saat mereka di dalam kelas, kalaupun iya guru bertanya
dengan jawaban siswa yang serempak. Di sekolah tradisional, siswa belajar
untuk tidak terlalu banyak bertanya, melainkan mendengarkan dan mengulang
jawaban yang diharapkan.
Pembelajaran berbasis inkuiri merupakan pendekatan pedagogis yang
mengajak siswa untuk bereksplorasi konten
akademis melalui unjuk kerja, menyelidiki, dan menjawab pertanyaan. Juga dikenal sebagai pengajaran berbasis masalah atau hanya
sebagai 'inkuiri', pendekatan ini menempatkan 'pertanyaan siswa’ di tengah
kurikulum, dan menempatkan nilai pada keterampilan komponen penelitian seperti
yang dilakukannya pada pengetahuan dan pemahaman konten.
Penelitian tentang pengajaran berbasis
inkuiri sering difokuskan pada penerapannya dalam sains dan pendidikan matematika, tetapi pendekatannya sama-sama cocok untuk
pengajaran di sastra. Demikian pula, beberapa orang
percaya bahwa pendekatan berbasis penyelidikan tidak mungkin dilaksanakan sampai akhir karir sekolah siswa, tetapi proses mengajar dan belajar melalui penyelidikan pribadi cocok untuk siswa dari prasekolah melalui sekolah pascasarjana.
Peran guru dalam kelas berbasis inkuiri
sangat berbeda dengan guru di ruang kelas konvensional. Alih-alih memberikan
instruksi langsung kepada siswa, guru membantu siswa membuat pertanyaan
terkait konten mereka sendiri dan memandu investigasi
yang mengikuti prosedur. Karena peran guru dalam berbasis inkuiri pada ruang
kelas tidak konvensional, terkadang disalahpahami. Pihak sekolah, orang tua, atau bahkan siswa mungkin tidak menyadari
kerja keras yang dilakukan untuk perencanaan dan menerapkan
pendekatan berbasis inkuiri pada kenyataannya, mungkin tampak bahwa
guru “tidak melakukan apa saja ”saat siswa berjuang
untuk merumuskan pertanyaan dan mencari jawaban.
Minggu, 28 Maret 2021
PEMBELAJARAN CAMPURAN (BLENDED LEARNING) SEBAGAI PEMBELAJARAN TERBAIK DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Perkembangan
teknologi dan masa pandemi Covid-19 ini mendorong guru untuk lebih kreatif dan
memahami serta memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran agar bisa menciptakan
lingkungan belajar yang dinamis. Apa lagi saat ini siswa sudah mulai
pembelajaran tatap muka di beberapa daerah dengan pembelajaran secara bergilir
dan bisa jadi setiap siswa sekali dalam seminggu ke sekolah dengan waktu yang
terbatas. Sehingga kalau kita guru atau pihak sekolah tidak merancang pembelajaran
dengan baik, maka tujuan pembelajaran tidak akan tercapai sesuai dengan
perencanaan yang sudah dibuat. Guru ataupun pihak sekolah pasti sudah mencoba
dengan berbagai strategi/metode ataupun model pembelajaran yang berkembang saat
ini. Salah satu contohnya mulai berkembangnya model pembelajaran seperti model Blended
Learning.
Blended Learning ini sejalan dengan Era
Revolusi Industri 4.0 termasuk dalam dunia pendidikan harus menyesuaikan.
Di samping itu juga dari beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa Blended
Learning lebih baik hasil pembelajaran yang didapatkan dibandingkan tatap
muka ataupun pembelajaran online semata.
Pada awalnya istilah Blended Learning digunakan untuk menggambarkan pembelajaran yang mencoba untuk menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online. Konsep Blended Learning pun mulai berkembang dengan adanya beberapa ahli yang mengembangkan dan mendefinisikan model Blended Learning. Maka pada tulisan ini penulis akan memaparkan tentang pengertian, tantangan, tujuan, jenis, sampai penerapannya di kelas ataupun sekolah.
Minggu, 21 Maret 2021
MODEL PEMBELAJARAN TERBALIK (FLIPPED CLASSROOM) SEBAGAI PEMBELAJARAN TERBAIK UNTUK PEMBELAJARAN TATAP MUKA PADA TATANAN BARU TAHUN 2021
Dampak pandemi
Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) masih berkepanjangan dan sangat dirasakan
dunia pendidikan. Sistem pembelajaran tatap muka di sekolah pada tahun ajaran
2020/2021 yang telah dimulai pada Bulan
Januari 2021 pun belum berjalan normal. Masih banyak daerah tergolong zona
merah, kuning dan oranye belum bisa melakukan sistem pembelajaran secara tatap
muka. Tentu saja hal ini membuat kepala sekolah dan guru berpikir keras apa
yang harus dilakukan agar layanan pendidikan tetap berjalan dengan baik.
Dengan kondisi tersebut,
sangat mungkin kedatangan siswa ke sekolah akan dibatasi, baik jumlah hari
maupun jumlah siswa per kelas. Bisa jadi, siswa hanya belajar 2 atau 3 hari di
sekolah, selebihnya belajar di rumah. Begitu juga agar jaga jarak bisa
dilakukan, setiap kelas diisi separuh siswa saja, separuh lagi masuk hari
berikutnya. Kemudian juga ketika siswa tatap muka di sekolah hanya 3,5 jam
berada di sekolah dengan 3 mata pelajaran. Kalau hanya mengandalkan
pembelajaran di sekolah ketika tatap muka maka tidak akan cukup waktu dalam
pembelajaran tersebut. Dengan kondisi seperti ini, para kepala sekolah dan guru
terus mencari model pembelajaran efektif dan efisien digunakan pada kondisi di
tersebut.
Untuk mengatasi hal
tersebut agar pembelajaran yang dilaksanakan dapat menghasilkan hasil belajar
yang sesuai dengan tuntutan kurikulum maka ada beberapa model pembelajaran yang
dapat digunakan. Model tersebut adalah model pembelajaran terbalik (Flipped
Classroom). Pada tulisan ini penulis akan menjelaskan apa itu pembelajaran
terbalik, seperti apa prosedurnya, langkah-langkahnya, sampai tautan video, dan
video yang menjelaskan tentang pembelajaran terbalik ini.


















