Anak
dengan usia 16 hingga 18 tahun adalah masa-masa krusial dalam pembentukan masa
depan seorang remaja. Di jenjang SMA/SMK, mereka seharusnya berada pada titik
puncak eksplorasi minat dan persiapan menuju jenjang dewasa. Namun, realita di
lapangan justru menunjukkan potret yang berbeda. Angka putus sekolah
pada rentang usia ini masih menjadi tantangan besar
dengan jumlah sekitar 1.131.429 Anak Tidak Sekolah (ATS). Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk usia 16-18
tahun ini baru mencapai 73,42%, yang berarti jutaan anak berisiko putus
sekolah permanen di usia produktif.
Faktor ekonomi
menjadi penyebab terbesar (22,5%), di mana banyak anak terpaksa bekerja untuk
membantu keluarga atau terkendala biaya transportasi yang mencapai
18-22% dari total biaya sekolah. Tuntutan
ekonomi dan realitas hidup sering kali memaksa mereka untuk memilih antara
"pendidikan" atau "bertahan hidup."
Sosmed
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Inklusif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Inklusif. Tampilkan semua postingan
Jumat, 19 Juni 2026
Langganan:
Postingan (Atom)
