Selama
bertahun-tahun, ruang guru sering kali dipenuhi dengan tumpukan berkas
administrasi yang kaku. Guru kelas dan wali kelas kerap terjebak dalam
rutinitas mencatat absensi, mengatur denah tempat duduk, hingga merekap nilai tugas-tugas
yang meski penting, terkadang mengalihkan fokus utama mereka: menyentuh jiwa
sang murid. Di sisi lain, siswa sering merasa sekolah hanyalah sebuah "pabrik
nilai" di mana keberadaan mereka hanya dipandang sebagai angka-angka
statis di dalam buku leger.
Sosmed
Tampilkan postingan dengan label Mentoring Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mentoring Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 09 Mei 2026
Langganan:
Postingan (Atom)
