Slide 1

Berbagai macam moda pembelajaran

Slide 2

Literasi

Slide 3

Kegiatan Pramuka

Slide 4

Kerucut Pengalaman

Slide 5

Pembelajaran Aktif

Minggu, 21 Agustus 2022

LIMA BENTUK PENILAIAN BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK SESUAI DENGAN KURIKULUM MERDEKA

Tujuan penilaian berbasis kelas secara seimbang, berpusat pada siswa adalah untuk memberikan informasi yang tepat waktu kepada siswa dan guru tentang di mana siswa dalam pembelajaran mereka, kesenjangan apa dalam pengetahuan dan pemahaman yang ada, dan bagaimana guru dan siswa dapat bekerja sama untuk memperdalam pembelajaran. Bentuk penilaian kelas yang berpusat pada siswa terutama mencakup penilaian diri sendiri dan teman sebaya penilaian, portofolio proses, dan tes formatif/sumatif.

Minggu, 14 Agustus 2022

Cara Menciptakan Lingkungan Belajar yang Optimal bagi Siswa Sesuai dengan Kurikulum Merdeka

Lingkungan belajar meliputi susunan kelas secara personal, sosial, dan fisik. Lingkungan belajar juga harus disesuaikan dengan kesiapan dan minat siswa dalam belajar, agar memiliki motivasi yang tinggi.

Lingkungan kelas memiliki dampak besar pada cara siswa dari segala usia belajar. Meskipun setiap siswa belajar dengan cara yang sepenuhnya mandiri, dengan awalnya menetapkan batasan dan standar, menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif dan konsisten dalam penyampaian kurikulum, asesmen dan refleksi, seorang guru dapat menyediakan lingkungan belajar yang optimal.

Tujuan dari mengkondisikan lingkungan belajar ini adalah dalam rangka memberikan dukungan untuk keleluasaan, kenyamanan dan keamanan belajar bagi siswa dari segi fisik dan psikis.

Minggu, 31 Juli 2022

CARA MENYUSUN MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA LENGKAP DENGAN CONTOH INSTRUMEN DAN RAPOR

Pada tulisan sebelumnya kita sudah membahas tentang bagaimana caranya merancang projek profil pelajar Pancasila. Maka pada tulisan ini kita akan membahas cara menyusun modul projek penguatan profil pelajar Pancasila. Modul projek ini perlu kita susun dan terapkan dalam kegiatan kokurikuler. Perlu juga kita pahami bersama bahwa kegiatan projek ini berbeda dengan projek pada kegiatan intrakurikuler. Maka pada awal kegiatan projek seharusnya mengajak siswa untuk menganalisa kejadian-kejadian yang ada disekitarnya karena projek profil ini salah satu prinsipnya adalah kontekstual.

Minggu, 24 Juli 2022

CARA MERANCANG PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

Sebelumnya kita sudah membahas pembelajaran dan asesmen pada kurikulum merdeka. Maka pada tulisan ini kita akan membahas tentang projek penguatan profil pelajar Pancasila. Mungkin Bapak/Ibu guru sudah memahami juga dengan pembelajaran projek pada intrakurikuler. Namun untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila ini akan sediki berbeda, terutama dalam hal tujuannya yang mengarah kepada dimensi profil pelajar Pancasila sedangkan projek pada intrakurikuler tujuannya adalah mencapai capaian pembelajaran (CP) pada fase tertentu. Pada tulisan ini juga akan dijabarkan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam merancang suatu projek penguatan profil pelajar Pancasila dan pada tulisan selanjutnya kita akan membahas khusus bagaimana merancang modul projek nya.

Minggu, 17 Juli 2022

Strategi Pembelajaran Differensiasi dengan Menggunakan Grafis Organizer Berdasarkan Data Kesiapan Siswa dalam Pembelajaran

Pada tulisan sebelumnya kita sudah membahas cara merancang strategi pembelajaran differensiasi. Maka pada tulisan ini penulis ingin memberikan contoh pembelajaran differensiasi berdasarkan kesiapan siswa dengan menggunakan grafis organizer. Diharapkan dengan menggunakan grafis organizer ini pembelajaran lebih menarik sesuai kesiapan siswa dan siswa dapat melaksanakan pembelajaran dengan berbagai cara dan bukan hanya menghafal saja. Sehingga kegiatan literasinya juga berjalan dan pembelajaran memang berpusat kepada peserta didik sesuai dengan kurikulum merdeka yang sedang kita canangkan.

CARA MERANCANG STRATEGI PEMBELAJARAN DIFFERENSIASI

Pada tulisan sebelumnya kita sudah membahas bagaimana cara nya untuk mengumpulkan berbagai informasi mengenai siswa baik dari segi kesiapan, minat, dan profil belajar siswa. Data tersebut tidak akan berguna kalau kita tidak olah dan ditindaklanjuti dengan menyusun strategi ataupun rancangan pembelajaran differensiasi berdasarkan preferensi tersebut. Maka pada tulisan ini kita akan membahas cara merancang strategi pembelajaran differensiasi berdasarkan data yang sudah diperoleh tersebut.

Minggu, 10 Juli 2022

ASESMEN AWAL DALAM MENDESAIN PEMBELAJARAN DIFFERENSIASI SESUAI PRINSIP PEMBELAJARAN PADA KURIKULUM MERDEKA DAN BERBAGAI APLIKASI ONLINE UNTUK ASESMEN AWAL

Pendahuluan

Selain kita melaksakan asesmen diagnostik non kognitif ataupun kognitif sebagai persiapan di awal tahun pembelajaran ini, maka kita guru juga perlu melakukan asesmen awal (Pre-Asesmen) terhadap kesiapan, ketertarikan, dan profil belajar semua siswa yang akan kita belajarkan dalam suatu pembelajaran.

Setelah ini dilakukan baru kita bisa mendesain atau merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa atau dikenal dengan “Pembelajaran Differensiasi”. Karena tanpa ini kita tidak akan dapat menyesuaikan pembelajaran kita dengan kebutuhan siswa yang beraneka ragam dalam satu kelas.

Maka pada awal tulisan ini penulis akan memaparkan sedikit tentang pentingnya asesmen awal yang akan digunakan dalam merancang pembelajaran differensiasi dan pada akhir tulisan ada format dan berbagai tautan platform atau aplikasi yang dapat digunakan secara gratis untuk menentukan kesiapan, ketertarikan, dan profil belajar dari siswa yang akan kita belajarkan.

Minggu, 03 Juli 2022

JENIS, TEKNIK, DAN CONTOH INSTRUMEN ASESMEN PADA KURIKULUM MERDEKA

Pada tulisan sebelumnya kita sudah membahas cara menyusun modul ajar pada kurikulum merdeka. Maka untuk tulisan ini, penulis membahas tentang asesmen pada kurikulum merdeka. Asesmen ini merupakan hal sangat penting karena kegiatan asesmen ini tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran. Namun harus diingat oleh para guru bahwa melaksanakan asesmen bukanlah sekedar untuk mendapatkan skor ataupun nilai yang nanti digunakan dalam mengisi rapor. Jadi jauh dari hal tersebut asesmen berfungsi untuk menjadi indikator dalam menentukan apakah suatu tujuan pembelajaran sudah tercapai atau belum. Kalau sudah tindak lanjutnya apa dan kalau belum apa lagi yang harus dilakukan oleh siswa sampai mencapai tujuan pembelajaran tersebut.

Sabtu, 25 Juni 2022

CARA MENYUSUN MODUL AJAR PADA KURIKULUM MERDEKA

Pada tulisan sebelumnya sudah kita bahas rancangan pembelajaran dan asesmen, maka pada tulisan ini kita akan membahas cara menyusun modul ajar. Rencana pembelajaran dirancang untuk memandu guru melaksanakan pembelajaran sehari-hari untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Dengan demikian, rencana pembelajaran disusun berdasarkan alur tujuan pembelajaran yang digunakan pendidik sehingga bentuknya lebih rinci dibandingkan alur tujuan pembelajaran. Perlu diingatkan kembali bahwa alur tujuan pembelajaran tidak ditetapkan oleh pemerintah sehingga pendidik yang satu dapat menggunakan alur tujuan pembelajaran yang berbeda dengan pendidik lainnya meskipun mengajar peserta didik dalam fase yang sama. Oleh karena itu, rencana pembelajaran yang dibuat masing-masing pendidik pun dapat berbeda-beda, terlebih lagi karena rencana Pembelajaran ini dirancang dengan memperhatikan berbagai faktor lainnya, termasuk faktor peserta didik yang berbeda, lingkungan sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran, dan lain-lain.

Minggu, 19 Juni 2022

CARA MERANCANG PEMBELAJARAN DAN ASESMEN KURIKULUM MERDEKA SEBELUM MENYUSUN MODUL AJAR

Pada tulisan sebelumnya kita sudah menyusun tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran. Setelah Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dibuat sebaiknya kita menyusun rancangan pembelajaran dan asesmen terlebih dahulu sesuai dengan paradigma pembelajaran yang baru. Kemudian baru dilanjutkan nanti menyusun modul ajar ataupun materi ajar.

Pembelajaran dan asesmen pada kurikulum merdeka ini mempunyai masing-masing lima prinsip pembelajaran dan lima prinsip asesmen. Prinsip-prinsip ini merupakan salah satu hal yang diatur oleh pemerintah pusat, namun untuk implementasi selanjutnya satuan pendidikan ataupun guru yang mendesainnya.