Kamis, 14 Juni 2012

MEDIA PEMBELAJARAN


A.      PENDAHULUAN
Media pembelajaran perlu digunakan oleh guru untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Media dapat digunakan  dalam pembelajaran untuk membangkitkan motivasi siswa , mengkonkritkan materi yang menjelaskan konsep yang sifatnya abstrak sehingga lebih mudah dipahami siswa. Banyak jenis dan macam media pembelajaran yang dapat dibuat dan digunakan. Untuk  memilih media pembelajaran yang akan digunakan, guru harus memahami tentang macam-macam media dan kriteria memilih media yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa.   

B.  HAKIKAT MEDIA PEMBELAJARAN
Kata “Media” berasal dari bahasa Latin yang berarti “perantara”, yaitu perantara antara pengirim pesan dan penyampai pesan. Materi pembelajaran merupakan pesan-pesan yang harus disampaikan oleh pendidik kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Jadi media adalah alat untuk menyampaikan atau menghantarkan pesan-pesan pembelajaran. Media pembelajaran merupakan segala sesuatu ( teknologi, sarana fisik, sarana komunikasi)  yang dapat menyampaikan pesan, merangsang pikiran, perasaan dan kemauan peserta didik sehingga mendorong terjadinya proses belajar dan tercapainya tujuan pembelajaran. Secara sederhana dapat diartikan bahwa media pembelajaran adalah seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan guru  dalam rangka berkomunikasi dengan siswa. Alat bantu itu disebut sebagai media pembelajaran sedangkan komunikasi adalah sistem penyampaiannya.  

Minggu, 03 Juni 2012

GAMBAR LUCU DAN ANEH

Anak Jangan Dipaksa Belajar

Anak Ayam Super

Saling Membantu, Walau Pun dalam Mengungkapkan Rasa Kasih Sayang

Kerjasama yang Baik Antara Anak dan Orang Tua

Angkutan Massal Masa Depan, Irit BBM

Tidur Nyenyak Bukan Hanya Milik Orang Kaya, Mereka pun Bisa

BENTUK DAN JENIS TES


Bentuk tes yang digunakan di sekolah dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu tes objektif dan tes non-objektif. Objektif di sini dilihat dari sistem penskorannya, yaitu siapa saja yang memeriksa lembar jawaban tes akan menghasilkan skor yang sama. Tes non-objektif adalah tes yang sistem penskorannya dipengaruhi oleh pemberi skor. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa tes objektif adalah tes yang sistem penskorannya objektif, sedang tes non-objektif sistem penskorannya dipengaruhi oleh subjektivitas pemberi skor.
Jenis-Jenis tes dilihat dari cara pelaksanaannya, tes dapat dibedakan  menjadi tes tertulis, tes lisan dan tes perbuatan. Tes tulisan bisa berupa tes esai dan tes objektif. Tes esai adalah bentuk tes dengan cara siswa diminta untuk menjawab pertanyaan secara terbuka yaitu menjelaskan atau menguraikan melalui kalimat yang disusun sendiri. Sementara tes objektif adalah bentuk tes yang mengharapkan siswa memilih jawaban yang sudah ditentukan, contoh; BS, tes pilihan ganda, menjodohkan, dan bentuk melengkapi. Tes perbuatan adalah tes dalam bentuk peragaan.
Berikut beberapa bentuk soal yang dipakai dalam sistem penilaian berbasis kompetensi. Bentuk soal tes yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:
a.    Benar-Salah: Soal benar-salah merupakan salah satu dari tes bentuk objektif dimana butir-butir soal yang diajukan dalam tes prestasi belajar tersebut berupa pernyataan (statement), dimana dalam tes itu ada pernyataan yang benar dan ada pula pernyataan yang salah. Tugas peserta tes adalah membubuhkan tanda tertentu (simbol) atau mencoret huruf B, jika peserta tes yakin bahwa pernyataan yang diberikan tersebut benar. Sebaliknya mencoret huruf S jika peserta tes yakin bahwa pernyataan itu salah.
b.    Melengkapi: Soal  bentuk melengkapi merupakan salah satu bentuk tes objektif dengan ciri-ciri yaitu: a) tes tersebut terdiri dari susunan kalimat yang bagian-bagiannya sudah dihilangkan (sudah dihapuskan); b) bagian yang dihilangkan itu diganti dengan titik-titik (....); c) tugas peserta tes adalah mengisi titik-titik tersebut dengan jawaban yang sesuai (benar).