Jumat, 30 Maret 2012

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF


Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan Model Pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Model pembelajaran inovatif lahir dari adanya keresahan terhadap cara belajar klasikal. Dimana peserta didik tidak dapat terlibat aktif dalam hal intelektual maupun fisik. Karena itu, dirancanglah sebuah model pembelajaran yang bisa mengaktifkan seluruh indera dan intelektualitas peserta didiknya.
Yang termasuk ke dalam model pembelajaran inovatif adalah pembelajaran berbasis quantum teaching, pembelajaran berbasis multiple intelegencies, e-learning, active learning, integrated learning, cooperative learning, pembelajaran berbasis sumber, konteksual learning, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Model pembelajaran diklasifikasikan berdasarkan tujuan pembelajarannya, sintaksnya (pola urutannya) dan sifat lingkungan belajarnya. Setiap model memerlukan sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang sedikit berbeda. Disini akan dikemukakan  beberapa model pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran, antara lain:

A.     Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)
                  Model pembelajaran langsung bertumpu pada prinsip-prinsip psikologi perilaku dan teori belajar sosial, khususnya tentang pemodelan (modelling). Menurut Bandura, belajar yang dialami manusia sebahagian besar diperoleh dari suatu pemodelan yaitu meniru prilaku dan pengalaman orang lain. Pada pembelajaran langsung tugas guru adalah membantu siswa memperoleh pengetahuan prosedural, yaitu pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu dan memahami pengetahuan deklaratif, yaitu pengetahuan tentang sesuatu (yang diungkapkan dengan kata-kata). Model pembelajaran langsung dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang testruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. 

Senin, 26 Maret 2012

LIMA BELAS TIPS UNTUK MENJADI GURU HEBAT


Oleh
Adi Saputra

Mengajar adalah profesi yang kompleks dan menantang, dan beberapa guru lebih berhasil dari yang lain. Siswa yang mereka ajar mendapatkan nilai lebih baik pada tes, lebih mungkin untuk berhasil pada pendidikan selanjutnya, dan mereka akan selalu ingat dengan guru mengajar dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Banyak guru berhasil dalam memfasilitasi siswa mereka secara akademis serta perkembangan kepribadiannya. Mereka mengajar secara totalitas dan tanpa pamrih yang hanya mengedepankan pengabdian di dalam mencerdaskan anak didiknya. Selain itu juga, guru terbaik juga menikmati pekerjaannya, percaya pada apa yang mereka ajarkan, pekerja keras, menghabiskan banyak waktu untuk membuat perencanaan pembelajaran, menggunakan pola pengasuhan, peduli kepada kebutuhan siswa serta dan mengaktifkan semua siswa di dalam pembelajaran. Selanjutnya guru-guru ini mempunyai pandangan bahwa setiap pribadi siswa mempunyai potensi yang bisa dikembangkan dan tugas gurulah untuk membangkitkan potensi tersebut. Untuk lebih jelasnya berikut adalah kumpulan temuan dari penelitian tentang karakteristik dari guru hebat: (Tulisan ini juga dilengkapi dengan Daftar Ceklis untuk menguji apakah Anda termasuk guru hebat atau belum)
1.        Menetapkan standar yang tinggi, dengan mengajarkan cara mencapainya.
2.        Hari pertama menjanjikan kepada siswa, bahwa mereka akan belajar. Disusun bersama dengan siswa.
Ø Suasana kasih sayang dan kepedulian yang murni, ketika ia berjanji kepada siswa-siswanya bahwa kalian akan berhasil.
Ø       Kalian harus membantu saya untuk menolong diri kalian sendiri.
Ø       Jika kalian tidak memberikan apa pun, jangan mengharapkan apa pun.
Ø Kesuksesan tidak datang menghampiri kalian, tetapi kalianlah yang harus datang menghampirinya.
3.        Kesenangan terhadap proses pembelajaran yang luar biasa.
Ø Jika para siswa tidak bermain sesuai  irama, itu karena mereka  belum mempelajari caranya.
Ø       Bakat adalah kualitas yang dapat diperoleh.
4.        Suasana asuh, penuh kepercayaan  dan tidak menghakimi.
5.        Sangat ketat, disiplin dan penuh kasih sayang.
6.        Berprinsip dengan tantangan dan asuhan.
7.        Mengajari siswa untuk mencapai standar yang tinggi dengan kerja keras.
8.        Mencintai pembelajaran bukan pengajaran.
9.        Mengungkapkan yang sebenarnya kekurangan siswa dan kemudian memberi mereka cara untuk menutupi kekurangan tersebut.
10.    Mengajarkan kemandirian kepada siswa.
11.    Memberikan pemahaman bahwa sekolah adalah untuk kepentingan  siswa.
12.    Terus menerus belajar bersama siswa,  dan membiarkan siswa untuk tahu terlebih dahulu tentang sesuatu.
13.    Mempunyai prinsip semua orang bisa belajar.
14.    Lebih cenderung memberikan motivasi dari pada mengkritik siswa.
15.    Menggunakan berbagai strategi atau metode pembelajaran dalam pelajarannya.

 
CEKLIS GURU HEBAT
Untuk menguji Apakah Anda termasuk guru hebat atau belum dapat digunakan daftar ceklis berikut dengan cara memberi angka satu pada samping kiri pertanyaan (di atas garis) yang sesuai menurut Anda dan angka nol untuk yang tidak sesuai.

Sabtu, 17 Maret 2012

KISI-KISI UJIAN PRAKTEK KIMIA KELAS XII


P E M E R I N T A H   K O T A   BATAM
D I N A S    P E N D I D I K A N
  SMA NEGERI 3 BATAM

      KISI – KISI SOAL UJIAN PRAKTEK KELAS XII
Mata Pelajaran          : Kimia
Satuan Pendidikan     : SMA/MA
Program                    : Ilmu Alam
Jumlah Soal              : 1
Bentuk Penilaian       : Praktek
Tahun Pelajaran        : 2011/2012

Standar Kompetensi       : 3.      Memahami sifat-sifat  larutan non-elektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-redukasi

Kompetensi Dasar          : 3.1 Mengidentifikasi  sifat larutan non-elektrolit dan
                                              elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.

Indikator Kompetensi     : Mengelompokkan beberapa larutan kedalam larutan
                                        elektrolit atau non elektrolit melalui percobaan

Indikator Soal                 : Siswa dapat mengelompokkan beberapa larutan ke dalam
                                        larutan elektrolit atau non-elektrolit melalui percobaan

No Soal                          : 1

Soal                               : Lakukan percobaan untuk mengelompokkan larutan A, B, C, dan D ke dalam larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah atau non-elektrolit

Pedoman Penskoran        :
No
Aspek yang Dinilai
Skor
A
Persiapan


1. Menyediakan alat-alat untuk percobaan, yaitu :


  • Jas laboratorium
5

  • Alat uji elektrolit
5

  • Gelas kimia
5

  • Gelas ukur
5

  • Larutan A, B, C, dan D
5
B
Proses


1.      Merangkai alat uji elektrolit sehingga berfungsi dengan baik
10

2.      Memasukkan larutan 15 ml larutan A kedalam gelas kimia
10

3.      Menguji daya hantar listrik larutan A dan mencatat hasil pengamatannya
10

4.      Mengulangi perlakuan dengan larutan B, C dan D
( Catatan : Setiap menguji larutan batang electrode dalam keadaan bersih )

10
C
Hasil Pengamatan


1.    Kelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan larutan non elektrolit
20
D
Pertanyaan
5

1.    Kalau seandainya larutan A, B, C, dan D secara acak adalah larutan gula, garam, natrium klorida, dan cuka, maka cocokkan masing-masing larutannya.
5

2.    Tuliskan reaksi ionisasinya
5
Skor Maksimum
100


Rabu, 14 Maret 2012

MODUL SISTEM PERIODIK UNSUR




Standar Kompetensi
1.  Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia

Kompetensi Dasar
1.1.   Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron.

Anda akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.
· Mengkaji literatur tentang perkembangan  tabel periodik unsur dalam kerja kelompok.
· Presentasi hasil kajian untuk menyimpulkan dasar pengelompokkan unsur-unsur.

Akhirnya Anda akan mampu :
·    Membandingkan perkembangan tabel periodik unsur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya.
·    Menjelaskan dasar pengelompokan unsur-unsur.

Ringkasan Materi

  1. Perkembangan Sistem Periodik
    1. Penggolongan berdasarkan sifat kelogaman
Unsur-unsur di alam digolongkan menjadi unsur logam dan unsur non logam.
    1. Triade Dabereiner
Pada tahun 1817 Dabereiner menemukan adanya suatu keteraturan hubungan berat atom antara 3 buah unsur yang mempunyai sifat kimia mirip.
Bila ketiga unsur tersebut diurutkan menurut naiknya massa atom maka massa atom unsur ditengah sama dengan setengah dari jumlah massa atom dari  dua atom yang dipinggir.
Contoh :
Unsur
Massa Atom
Massa Atom yang Ditengah
Li


Na


K
6,94


22,94


39,10

                         Massa atom Li + Massa atom K       
Massa atom Na =-------------------------------------
                                               2
                          6,94  +  39,10
                       =-------------------  =  23,02
                                   2

Contoh lain adalah unsur Cl, Br dan I. Coba Anda buktikan sendiri. Diketahui masa atom Cl = 35,5; I = 126,9, maka tentukanlah massa atom Br.
Namun sifat triade ini hanya terbatas pada beberapa kelompok unsur saja

    1. Hukum Oktaf Newland
Pada tahunn 1865 J. Newland menyusun daftar unsur-unsur menurut kenaikan massa atom. Dari daftar ini ternyata ditemukan pengulangan sifat unsur setiap 8 unsur.
Gas mulia tidak termasuk dalam pengelompokan unsur-unsur ini karena gas mulia saat itu belum ditemukan.
Pengelompokan unsur-unsur Hukum Oktaf :



Li    Be    B    C    N    O    F    Na    Mg    Al    Si    P    S    Cl    K    Ca
 1     2     3    4    5     6    7     8       9     10   11   12  13   14   15   16


Berdasarkan pengelompokan di atas, dapat kita simpulkan bahwa yang merupakan unsur segolongan adalah :
-       Li, Na, K
-       Be, Mg, Ca
-       B, Al
-       C, Si, dan seterusnya.
    1. Mendeleyev dan Lothar Meyer
Pada tahun 1869 Mendeleyef dan Lothar Meyer secara terpisah menyusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifatnya. Dari data tersebut Mendeleyef mengemukakan : “Sifat unsur-unsur adalah merupakan fungsi periodik dari massa atomnya”.
Salah satu kehebatan sistem penyusunan ini  adalah dari keperiodikan ini Mendeleyef telah dapat meramalkan sifat unsur-unsur yang pada saat itu belum diketahui orang. Beberapa tahun kemudian ternyata unsur-unsur tersebut diketemukan orang dan sifat-sifatnya yang sesuai dengan ramalan Mendeleyef.
    1. Sistem Periodik Panjang/Modern
Walaupun sistem periodi Mendeleyef sudah baik, namun masih banyak kelemahan-kelemahannya. Pada tahun 1913 Hendry G.J. Moseley melihat hubungan antara nomor atom dan muatan inti. Kemudian Moseley mengubah susunan berkala yang tadinya berdasarkan pada massa atom diganti dengan nomor atom. Tabel dibuat dalam bentuk panjang yang disebut Periodik Panjang. Akibat pergantian ini ada beberapa unsur yang berubah letaknya.
Dalam sistem periodik, unsur-unsur dibagi atas periode-periode yang merupakan deret-deret horizontal dan golongan yang merupakan lajur-lajur vertikal.